Miralem Pjanic, Bisa Bawa Apa ke Barcelona?

Miralem Pjanic, Bisa Bawa Apa ke Barcelona?

Gila Bola – Miralem Pjanic akhirnya resmi akan bermain untuk Barcelona musim depan. Tapi, sebenarnya apa saja yang dibawa pemain internasional Bosnia itu ke raksasa Catalan itu?

Bagi sebagian orang, kedatangannya dianggap terlambat. Tapi Pjanic tetap akan menjadi pemain Barca musim depan.

Ia menjadi pahlawan Lyon saat golnya sukses kalahkan Real Madrid di Bernabeu dan berhasil membawa klub Ligue 1 itu melaju ke Liga Champions. Sebelumnya akhirnya benar-benar akan gabung Camp Nou, Pjanic juga sudah bolak-baliik dikaitkan dengan rencana transfer Blaugrana. Namun, baru kali ini keinginan Barca kesampaian.

Ketika tampaknya tak mungkin lagi Barca mendapatkannya, kesepakatan pertukaran pemain yang melibatkan Arthur Melo ke Juventus malah akan membawa Pjanic akhirnya berlabuh di Camp Nou.

Advertisement
Pulsa Gratis
Pulsa Gratis
RatuCasino77
RatuCasino77

Selain dari penilaian tentang siapa yang akan menuai kesepakatan lebih baik, Barça atau Juve, yang jelas Miralem Pjanic merupakan pemain dengan daftar panjang kualitas yang dipastikan akan tingkatkan kekuatan skuad asuhan Quique Setien.

Bukan dalam jangka menengah atau panjang, karena dia sekarang sudah berusia 30 tahun. Tapi, menurut Sport, selama dua atau tiga musim ke depan dia dipastikan akan menjadi pemain yang berjaya dan membawa klub barunya itu terus berkibar di papan atas.

Permainan yang Akurat
Salah satu kualitas terbesar yang dimiliki mantan pemain AS Roma itu adalah kaki kanannya. Dia bisa sodorkan umpan antarlini, terhubung dengan baik di dalam tim dan juga bisa bermain lama di belakang pertahanan. Pilihan terakhir itu jadi sesuatu yang jarang terlihat di Barcelona, ​​mengingat tim lawan seringkali berkumpul di belakang dan tak meninggalkan ruang di belakang mereka.

Bola-bola Mati
Tak ada pengambil tendangan bebas yang lebih baik daripada Lionel Messi. Tapi, saat kita bicara tentang penyuplai ke arena ini — tendangan bebas melebar, sepak pojok — maka Pjanic menjadi pemain sepak bola yang bisa berkata-kata.

Sejauh karir berjalan, Miralem Pjanic selalu mendapat tugas mengambil set bola-bola mati mengingat kualitas yang dia miliki. Gerard Pique, Clement Lenglet dan pemain belakang Barcelona lainnya bisa menjadi donatur yang baik bagi Pjanic, yang juga spesialis penalti itu.

Menguasai Bola
Dia tidak memiliki gravitasi yang rendah seperti yang dimiliki Xavi Hernandez atau legenda lainnya. Tapi, bahkan pada ketinggian 1,80 meter, Pjanic tetap hebat dalam menggunakan tubuhnya ketika dia mendapat bola. Dia melindungi bola dengan baik, dan itu bisa hindari kerugian.

Faktanya, salah satu karakteristik yang dimiliki Miralem Pjanic adalah, bola tak pernah membakarnya; dia bisa dilanggar atau kemungkinan mampu sodorkan umpan, seringkali di antara lini. Dia punya teknik yang hanya sedikit dilakukan pesepak bola lainnya, serta selalu memposisikan dirinya dengan baik dan tidak sering kekurangan kontrol.

Penguasa Lapangan
Pjanic tak perlu berlari bermil-mil untuk jalankan pertandingan. Bukan berarti dia tak bekerja keras, tapi kecerdasannya memungkinkan dia untuk mengendalikan ‘waktu’ pertandingan tanpa menjadi gelandang all-action. Saat karirnya telah matang, ia punya spesialisasi dalam mengatur pertandingan dengan harus bermain box-to-box.

Bisa Diandalkan di Bawah Tekanan
Di lapangan, Miralem Pjanic terbiasa menerima bola dari bek tengah untuk menggerakkannya ke lini depan. Dia bisa mengidentifikasi dengan baik, karena harus bermain di bawah tekanan pada bola, ketika ia harus lakukan kontak lebih banyak. Pjanic juga tak pernah bersembunyi saat datang untuk meraih bola, dan Barca dipastikan bisa mendapat manfaat dari hal itu, ketika ia datang untuk keluar dari arah belakang.

Liga Champions
Gelandang yang lahir di Tuzla – kota terbesar ketiga di Bosnia, pada 2 April 1990 itu, sudah merasakan kerasnya rumput final Liga Champions. Namun, ia sama sekali belum pernah memenangkan trofi terbesar Eropa tersebut.

Pada 2017 lalu, Juventus dikalahkan Real Madrid dalam final di Cardiff. Pada usianya yang sudah 30 tahun saat ini, Pjanic masih punya cukup waktu untuk mewujudkan impiannya tersebut. Dan, jika ia tak berhasil mewujudkannya bersama Juve pada Agustus 2020, maka dia akan bisa mencobanya lagi bersama Barcelona.