Mourinho Lebih Suka Real Madrid, Tottenham Pilihan Terpaksanya

Mourinho Lebih Suka Real Madrid, Tottenham Pilihan Terpaksanya

Jose Mourinho sebenarnya lebih suka kembali ke kekasih lamanya Real Madrid, tapi penantian tanpa kepastian menyebabkan Tottenham jadi pilihan terpaksanya.

Hal itu disampaikan oleh mantan Presiden Real Madrid Ramon Calderon dalam sebuah wawancaranya dengan The Athletic. Jose Mourinho menghabiskan tiga tahun di Santiago Bernabeu, merebut satu gelar juara La Liga dan satu Copa del Rey sebelum pergi ke Chelsea untuk periode keduanya.

Menurut Ramon Calderon, Mourinho lebih suka kembali ke raksasa Spanyol Real Madrid dibandingkan menjadi pelatih Tottenham tetapi dia tidak sabar menanti-nantikan kesempatan yang tak kunjung tiba, terutama setelah membaiknya nasib Los Merengues di bawah Zinedine Zidane. Los Blancos jelas menjadi pilihan yang lebih prestisius daripada The Lilywhites yang belum meraih trofi apa pun sejak tahun 2008.

Tiga tahun periode kepelatihan Mourinho di Bernabeu didominasi oleh perseteruannya dengan manajer Barcelona saat itu, Pep Guardiola, dan menurut Calderon, sang pelatih berusia 56 tahun itu menginginkan sebuah kesempatan lain di klub ibukota Spanyol tersebut.

Sempat Ada Peluang Mourinho Kembali ke Real Madrid

Advertisement
advertisement
advertisement
Ratu Casino 77
Ratu Casino 77

Sebenarnya di awal musim ini peluang kembalinya Mourinho ke kekasih lamanya di Liga Spanyol itu seperti akan terjadi. Zinedine Zidane terlihat akan kehilangan pekerjaannya di Real Madrid setelah awal musim yang buruk, tetapi pelatih Prancis itu sekarang berhasil membalikkan nasib Los Merengues dan posisinya terlihat aman. Berbicara kepada The Athletic, Calderon mengatakan dia yakin Mourinho akan kembali secara dramatis ke Madrid jika Zidane sampai dipecat.

“Saya tahu Tottenham dalam kondisi yang buruk saat ini tetapi dia (Mourinho) akan membentuk tim yang sangat bagus, yang [Tottenham] memiliki pendukung yang hebat,” kata Calderon. “Saya rasa Jose benar-benar menginginkan pekerjaan di Real Madrid tetapi itu tidak terjadi.”

“Mungkin dia sedang menunggu sesuatu terjadi ketika tim mengalami kesulitan di bawah Zidane pada awal musim ini, tetapi akhirnya dia memiliki kesempatan ini sekarang di Tottenham. Jika Zidane gagal, saya yakin Mourinho akan diangkat kembali sebagai manajer Madrid, tetapi mungkin dia sudah muak menunggu kesempatan yang tak kunjung datang itu dan akhirnya memutuskan untuk kembali ke manajemen bersama Tottenham.”

Kesuksesan Mourinho Tergantung David Levy

Calderon yakin kesuksesan Jose Mourinho di Spurs akan tergantung pada hubungannya dengan chairman klub Daniel Levy yang sangat otoriter dan mengatur-atur semua hal di klub London tersebut. “Saya kira dia (Mourinho) akan sukses di Tottenham tetapi Daniel Levy figur yang sulit. Ketika segalanya berjalan baik, dia orang yang baik, tetapi ketika segalanya berubah [menjadi lebih buruk], dia bisa sangat sulit diajak kerja sama.”

“Di Real Madrid kami mengalaminya terkait penawaran Gareth Bale dan Luka Modric. Dengan Bale [negosiasi] sangat sulit karena dia tidak ingin menjualnya dan untuk waktu yang lama dia berusaha untuk menaikkan harga, jadi ketika Bale benar-benar ingin pindah, Levy tidak punya pilihan lain selain menjualnya.”

Sejak meninggalkan Los Blancos pada musim panas 2013, catatan kemenangan Mourinho pada semua laga kompetitifnya adalah 58.6% dan 56.8% untuk laga-laga liga. Sementara itu sejak awal karirnya di Benfica sampai musim terakhirnya di Real Madrid, angka kemenangannya masih terjaga di kisaranĀ 67.6% untuk semua laga kompetitif dan 70.8% untuk laga-laga liga.