Orbitan Pep Guardiola di Barcelona Tinggal Satu Orang, yang Lainnya ke Mana?

Orbitan Pep Guardiola di Barcelona Tinggal Satu Orang, yang Lainnya ke Mana?

Gila Bola – Pep Guardiola promosikan banyak pemain Barcelona B di musim 2007/08 silam. Ada di mana saja ya mereka sekarang?

Pelatih yang kini mengasuh Manchester City itu punya tim mengesankan di Barca B yang berlaga di Divisi Tercera pada musim 2007/08. Musim pertama mereka di tier keempat sepakbola Spanyol berlangsung sejak 1973/74, dan di bawah asuhan Guardiola, mereka mendapat promosi kembali ke Divisi Segunda B.

Banyak dari pemain itu yang kemudian berhasil menempa diri dan karir mereka ke skuad utama Blaugrana. Sayangnya, kini tinggal satu orang saja yang masih bermain untuk Barcelona. Berikut ini daftarnya, seperti dilansir Marca:

Oier Olazabal (Espanyol, 30 tahun, penjaga gawang)

Advertisement
RatuCasino77
RatuCasino77
SBOTOP
SBOTOP

Dia gabung Barcelona B dari Real Union pada 2007. Dia lalu bermain di dua pertandingan untuk tim utama, yakni di laga melawan Mallorca di LaLiga dan Alcoyano di Copa del Rey.

Tapi setelah itu, ia bermain untuk Real Sociedad, Granada dan Levante, sebelum akhirnya kembali ke Catalan di mana ia membela Espanyol.

Daniel Plancheria (Pensiun, 33 tahun, penjaga gawang).

Ia sempat naik pangkat di La Masia. Saat bermain untuk Barca B, ia hengkang ke tim U-21 Blackburn Rovers, di mana ia menghabiskan setengah musim sebelum menempa karir di Catalan bersama klub Hospitalet, Montcada, Rubi dan Santboia.

Pau Torres (Lleida Esportiu, 32 tahun, penjaga gawang )

Dia juga menghabiskan seluruh karir masa mudanya bersama Blaugrana, meskipun tak mendapat kesempatan untuk memulai debutnya di tim utama. Saat ini, Pau Torres merumput bersama Lleida Esportiu, setelah sempat menghabiskan karirnya bersama Terrassa, Sant Andreu, San Roque Lepe, Ceuta, Alaves, Real Valladolid dan Cartagena.

Alto Botia (Al-Wahda Club, 31 tahun, bek)

Dia tiba di Barcelona setelah memulai karirnya di Real Murcia. Dia berhasil merambah tim utama, tapi kemudian hengkang ke Sporting Gijon. Ia kemudian pindah ke Sevilla, Elche, Olympiacos dan Al-Hilal, sampai akhirnya berlaga untuk klub Arab Saudi lainnya, Al-Wahda, saat ini.

Marc Valiente (Sporting Gijon, 33 tahun, bek)

Dibesarkan di La Masia, ia kemudian pindah ke Sevilla Atletico saat masih di tim B. Saat ini, Valiente membela Sporting Gijon dan sebelumnya sempat bermain di Real Valladolid, Maccabi Haifa, KAS Eupen dan Partizan Belgrade.

Jeffrey Hoogervorst (Pensiun, 35 tahun, bek tengah)

Pemain asal Belanda ini pernah mengguncang Barcelona, setelah ia pindah dari Real Madrid Castilla. Dia menghabiskan karirnya selama dua tahun di klub ibukota Catalan tersebut, sebelum pindah ke Marino de Luanco, Zamora, Aviles dan Villaralbo.

Chico Flores (Fuenlabrada, 33 tahun, bek tengah)

Dia sempat menjadi sorotan ketika bermain di Almeria, ketika menandai permainannya melawan Xavi Hernandez selama laga tersebut. Dia habiskan setengah musim di Mini Estadi sebelum melanjutkan karirnya di Cadiz, Almeria, Genoa, Real Mallorca, Swansea City, Al-Duhail, Granada, Rubin Kazan dan Fuenlabrada.

Alex Bolanos (Pensiun, 30 tahun, bek tengah)

Dibesarkan di La Masia dari usia muda, tapi kemudian pindah ke Atletico Ciudad. Dia kemudian lakoni musim cemerlang bersama Gramanet, Real Union, Santboi, Santfeliuenc dan FC Miyagi di Jepang.

Viktor Spasandin (Pensiun, 35 tahun, bek kanan)

Dia habiskan karir selama tiga tahun di Barcelona B, sebelum pindah ke AC Omonia. Tahun-tahun terakhir waktunya sebagai pemain bola dihabiskan bersama Montaneros, Sabadell dan Pobla de Mafumet.

Fali (Pensiun, 34 tahun, bek kanan)

Pemain kelahiran Cordoba ini memulai karirnya di tim Barcelona C, yang sekarang sudah tidak ada. Ia lalu menyelesaikan karir selama satu musim di Barca B, sebelum akhirnya pindah ke Terrassa dan Ecija, lalu mengakhiri karirnya di FC Miyagi di Jepang.

David Corchoes (CF Vilamarxant, 34 tahun, bek kiri)

Dia teken kontrak dengan Barca B dari akademi Valencia dan habiskan dua tahun di sana, sebelum akhirnya lakoni karirnya selama enam tahun di Recreativo Huelva. Dia juga bermain untuk Albacete, Racing Santander, Alcoyano dan Vilamarxant.

Dimas Delgado (Bengaluru FC, 37 tahun, gelandang tengah)

Dia habiskan karir selama dua tahun di Barca B sebelum pindah ke Numancia, Cartagena dan Recreativo di Spanyol. Dia kemudian mencoba peruntungannya di luar negeri dengan bergabung ke Western Sydney di Australia, lalu ke klub India, Bengaluru FC.

Sergio Busquets (Barcelona, ​​31 tahun, gelandang tengah)

Ia jadi pemain La Masia yang tersisa dari daftar wonderkid orbitan Pep Guardiola. Gelandang itu didorong untuk menjadi salah satu pemain bola paling dominan di Eropa.

Dia ikut membawa Spanyol menjadi juara dunia dan juara Eropa, serta juara di semua kompetisi di level klub bersama Barcelona.

Daniel Toribio (Racing Santander, 31 tahun, gelandang tengah)

Setelah kepergian Guardiola ia pergi ke Terrassa, sebelum berakhir di Malaga, Ponferradina, Villarreal, Real Murcia, Alaves, Alcorcon dan Racing Santander.

Víctor Sanchez (Espanyol, 32 tahun, gelandang tengah)

Ia bermain dalam 14 pertandingan untuk skuad utama Barcelona antara 2007 hingga 2009. Setelah itu, ia habiskan waktu bersama klub Xerez, Getafe, Neuchatel Xamax dan Espanyol, di mana ia telah memantapkan diri sebagai salah satu pemimpin di timnya.

Thiago Alcantara (Bayern Munchen, 29 tahun, gelandang tengah)

Dia menjadi salah satu ‘perhiasan’ di La Masia. Namun Thiago meminta lebih banyak waktu bermain di tim utama, setelah ia berhasil lakukan terobosan di bawah asuhan Guardiola. Namun, ia kemudian hengkang ke Jerman pada 2013, di mana dia sekarang menjadi andalan Bayern Munchen.

Jose Manuel Rueda (Olimpic de Xativa, 32 tahun, gelandang tengah)

Dia habiskan tiga tahun bersama Barcelona B, dan kemudian pindah ke AC Omonia. Setelah petualangannya di klub Siprus itu, ia bermain untuk Xerez, Ponferradina, Moghreb Tetouan, Linares, Penya Deportiva dan Olimpic de Xativa, di mana saat ini dia merumput.

Jonathan dos Santos (LA Galaxy, 29 tahun, gelandang tengah)

Pemain asal Meksiko itu menjadi salah satu gelandang paling menjanjikan di La Masia saat itu. Dia masih muda saat Pep Guardiola memperhatikan kualitasnya, kemudian memulai debutnya di tim utama. Sayangnya, ia tampil tak konsisten, hingga pindah ke Villarreal. Sekarang, dia menjadi kekuatan kreatif LA Galaxy.

Abraham Gonzalez (AEK Larnaka, 34 tahun, gelandang tengah)

Dia tiba di Mini Estadi dari Terrassa. Dia bermain dua tahun di level permainan yang keren, sebelum berangkat ke Cadiz. Dari sana, ia melewati banyak tim sepak bola Spanyol seperti Cadiz, Gimnastic de Tarragona, Ponferradina, Alcorcon dan Espanyol. Tapi, ia kemudian berlaga di Pumas, Lobos, CD Veracruz dan AEK Larnaca.

Xavi Torres (Al-Arabi SC, 33 tahun, gelandang tengah)

Klub Catalan itu mengontraknya dari Villarreal, tapi ia kemudian pindah ke Malaga tanpa pernah memulai debutnya di tim utama Blaugrana. Levante, Getafe, Real Betis, Sporting Gijon, Perth Glory, Elche dan, yang terbaru, klub Al-Arabi.

Eneko Fernandez (Pensiun, 35 tahun, gelandang tengah)

Dia menjadi salah satu veteran di timnya, meskipun usianya masih muda. Dia datang dari Real Zaragoza, tempat di mana dia memulai debutnya di tim utama di Copa del Rey. Dia kemudian menjadi pemain Ejea, Alaves, Sabadell, Real Oviedo dan Tudelano.

Víctor Vazquez (Umm Salal, 33 tahun, gelandang tengah)

Pemain ini menjadi salah satu talenta hebat yang dihasilkan La Masia. Dia memulai debutnya di Camp Nou, saat diturunkan di sebuah pertandingan LaLiga dan dua pertandingan Liga Champions.

Di salah satu dari pertandingan itu, Barca bertemu Rubin Kazan pada 2010, dan Vazquez berhasil mencetak gol pertamanya di ajang Eropa. Tapi ia kemudian pindah ke Club Brugge, di mana dia menetap sampai 2016. Setelah itu, dia pergi ke Toronto, Al Arabi dan Umm Salal.

Gai Assulin (Politehnica Iasi, 29 tahun, penyerang)

Dia disebut-sebut banyak orang sebagai penyerang baru yang menjanjikan dan akan mendominasi panggung sepak bola dunia. Semua sorotan tertuju padanya, tapi itu tidak terjadi. Dia bermain dalam satu pertandingan resmi tim utama melawan Cultural Leonesa, tapi setelah itu hengkang ke tim reserve Manchester City.

Dari sana Assulin pindah ke Brighton, sebelum akhirnya kembali ke Spanyol. Sejak saat itu ia bermain untuk Racing Santander, Granada, Hercules, Real Mallorca, Hapoel Tel Aviv, Sabadell, Kairat Almaty dan Politehnica Casi.

Pedro Rodriguez (Chelsea, 32 tahun, penyerang)

Pemain ini sukses mencetak gol-gol penting untuk Barca. Dia mencetak gol di semua kompetisi, dan menjadi pemain kunci di tim utama Blaugrana di bawah asuhan Guardiola, sebelum menikmati karir gemilangnya di klub Liga Premier, Chelsea.

Jeffren Suarez (NK Slaven Belupo, 32 tahun, penyerang)

Teringat akan gol yang dicetaknya di laga melawan Real Madrid asuhan Jose Mourinho di laga El Clasico. Dia punya peluang untuk membela skuad utama, tapi meninggalkan klub untuk mencari waktu bermain, di mana ia sempat membela Sporting CP, Real Valladolid, KAS Eupen, Grasshoppers, AEK Larnaca dan NK Slaven Belupo.

Iago Falque (Genoa, 30 tahun, penyerang)

Satu-satunya tahun Pep Guardiola bertanggung jawab di Barcelona B juga menjadi musim terakhir Falque di klub Catalan itu. Dia tampil mengesankan, tapi dianggap tidak cocok untuk tim utama.

Dia kemudian pindah ke Juventus, Bari, Villarreal, Tottenham, Southampton, Almeria, Rayo Vallecano, Genoa, dua kali di AS Roma, Torino dan sekarang telah kembali ke Genoa.

Sergio Urbano (EU Sant Julian, 33 tahun, penyerang)

Setelah meninggalkan Barcelona, ​​ia memiliki karir yang meroket di sepak bola Catalan di mana ia bermain di Sabadell, Premi, Terrassa, Vilassar de Mar, Santboia dan Mataro. Dia mencoba peruntungannya di Biggleswade Town sebelum pindah ke Andorra, tempat ia bermain untuk Lusitanos dan Sant Julian.

Emilio Guerra (Pensiun, 38 tahun, penyerang)

Dia habiskan satu musim di Barcelona B, setelah sebelumnya membela Real Zaragoza, tapi kemudian pindah ke Atletico Madrid. Dari sana, ia menjadi semacam pekerja harian, di mana ia bermain untuk Atletico Ciudad, Castellon, Benidorm, Puertollano, Atletico Malagueno, AO Kavala, Sageata Navodar, Academica Arges, Academica Clinceni dan Velez CF.