Gilabola.com – Satu pandangan menarik diungkap jurnalis Spanyol tentang mengapa Xabi Alonso akhirnya gagal dalam karir manajerial singkatnya di Real Madrid: overdosis taktik, maksudnya bagaimana?
Alonso didatangkan Madrid dengan reputasi mentereng selama waktunya di Jerman, terutama membawa Bayer Leverkusen meraih gelar Bundesliga bersejarah mereka dengan rekor tanpa kekalahan semusim!
Mereka bahkan nyaris memenangkan treble winners pada musim 2023/2024 itu, memenangkan DFB-Pokal, sayangnya mereka kemudian menelan kekalahan tunggal musim di final Liga Europa.
Sayangnya waktunya di Real Madrid tidak berjalan sesuai harapan. Sempat tampil hebat di awal musim dengan rangkaian kemenangan beruntun di La Liga dan Liga Champions, performa tim perlahan mulai merosot.
Ditambah dengan adanya kabar hubungan yang tidak harmonis dengan beberapa pemain serta kekalahan di final Piala Super Spanyol dari Barcelona akhirnya mengakhiri karir singkat Alonso di ibukota Spanyol.
Kritik Atas Fokus Taktik Berlebih
Jurnalis senior Spanyol Tomas Roncero memberikan pandangan tegas mengenai kegagalan Alonso di Real Madrid. Dia menilai bahwa dalam beberapa bulan terakhir, tim terlalu dibebani pendekatan taktik yang berlebihan.
Menurutnya, fokus berlebih pada papan taktik, analisis lawan, dan pendekatan metodologis kurang cocok bagi Madrid, menghambat kebebasan bermain dan akhirnya tidak menghasilkan dampak yang diharapkan.
Roncero menilai bahwa Arbeloa justru lebih memahami DNA historis klub. Pendekatan yang lebih sederhana, dengan penguasaan bola lebih singkat dan banyak pemain masuk ke kotak penalti, dinilai lebih selaras dengan tradisi permainan Real Madrid.
Dalam pandangannya, kegagalan Alonso di Bernabeu seolah sudah suratan takdir karena filosofi atau taktik yang terlalu terstruktur justru tidak sesuai dan sulit diterapkan di tim seperti Real Madrid.
Menurutnya, mengatur detail posisi pada pemain justru mengekang kreativitas para pemain, dengan pemain seperti Vinicius Junior, Jude Bellingham, hingga Rodrygo membutuhkan kebebasan berekspresi.
Selain itu, taktik yang terlalu berlebih akan membuat latihan menjadi lebih menjenuhkan bagi para pemain dan jika pemain merasa jenuh, performa di atas lapangan pun pasti akan terpengaruh.
Opini Gilabola
Ada guyonan bahwa di balik kunci kesuksesan Zinedine Zidane saat melatih Real Madrid, dengan tiga trofi Liga Champions beruntun, adalah dengan taktik sederhana, ‘Oper saja pada Ronaldo’.
Madrid memang tim yang agak lain. Dengan bakat melimpah, tim ini dari dulu memang tidak didesain untuk bermain dengan taktik rumit. Alonso adalah pelatih yang hebat, tapi hebat saja tidak cukup, Anda perlu tempat yang sesuai, dan sayangnya bukan Madrid tempatnya.

