Pelatih Brasil Bantah Merapat ke Real Madrid

Pelatih Timnas Brasil Tite
Pelatih Timnas Brasil, Tite, membantah rumor yang mengatakan ia akan mengambil pekerjaan sebagai manajer di Real Madrid menggantikan Zinedine Zidane

Berita Bola – Pelatih tim nasional Brasil, Tite, membantah akan merapat ke Real Madrid setelah turnamen Piala Dunia 2018 Rusia berakhir.

Saat ini Real Madrid belum kunjung menunjuk juru taktik anyar pasca mundurnya Zinedine Zidane, lima hari usai menangkan trofi Liga Champions ketiga secara beruntun.

Di saat yang hampir bersamaan, kontrak Tite akan habis bersama Selecao kala Piala Dunia nanti berakhir. Tidak heran jika harian asal Brasil O Globo meyakini pria berusia 57 tahun itu berada dalam daftar kandidat menjadi juru taktik baru El Real.

Sementara itu harian Spanyol, AS, pun meyakini Tite berada dalam deretan kandidat, bersama dengan Mauricio Pochettino, Antonio Conte dan Maurizio Sarri.

BACA:  Alexis Sanchez Kian Terkucilkan Di Ruang Ganti Manchester United

Sedangkan nama Massimiliano Allegri dicoret sebab pelatih Juventus itu kabarnya telah menolak.

Tite lebih dijagokan sebab ia memiliki hubungan dengan Neymar, pemain yang diyakini sedang diincar presiden Florentino Perez untuk didatangkan ke Santiago Bernabeu.

Sayangnya bantahan muncul dari Tite yang mengaku saat ini fokus ke Piala Dunia 2018 Rusia.

“Ketika kabar itu hanya berupa opini, saya akan menghormatinya. Ketika berita itu diberi tanda kutipan, maka itu adalah kebohongan, kekurangajaran dan sikap berbohong. Itu kata-kata saya,” ujarnya pada konferensi pers jelang laga persahabatan kontra Austria.

“Saya tidak berhubungan dengan siapapun. Gilmar Veloz [agen Tite], teman saya, tidak berbicara dengan pihak manapun.”

BACA:  Siap-siap, Real Madrid akan Permanenkan Santiago Solari

“Saya sangat menghormati di mana saya berpijak. Saya tahu tanggung jawab dan target-target yang saya miliki di timnas Brasil.”

Tite memiliki pengalaman berada di manajemen selama 25 tahun tapi kebanyakan dihabiskan di negaranya, Brasil.

Ia sempat menangani Internacional dan dua musim di Corinthians sebelum kemudian menangani Selecao jelang babak kualifikasi Piala Dunia 2018.