Pemain Real Madrid Dijual Gara-gara Hadiri Ulang Tahun Pacarnya

Pemain Real Madrid Dijual Gara-gara Hadiri Ulang Tahun Pacarnya

Betapa lemahnya laki-laki di depan perempuan terlihat dari pemain Los Blancos usia 22 tahun ini. Mungkin diancam diputusin, ia datang untuk merayakan ulang tahun pacarnya, tapi sekarang pemain Real Madrid ini terancam dijual.

Luka Jovic mungkin menyesali keputusannya untuk terbang ke Serbia beberapa hari lalu untuk merayakan ulang tahun bersama pacarnya setelah pemain Real Madrid ini kini jelang dijual. Ia tertangkap kamera tengah berkelana di jalanan kota Belgrade di tengah perintah karantina yang dicanangkan pemerintah Serbia.

Usai kecaman datang bertubi-tubi, termasuk dari Presiden Serbia yang mengancam akan menangkapnya jika ia sekali lagi keluar dari apartemennya, barulah ia minta maaf. Tapi minta maafnya pun tidak tulus. Memang usia 22 tahun masih terlalu polos. Bahkan memilih kata-kata yang diplomatis pun gagal. Begini kata-katanya seperti termuat di Instagram miliknya: “Pertama-tama saya ingin minta maaf sudah menjadi sumber kehebohan hari-hari ini, dan menjadi berita di mana-mana, yang bukan merupakan tokoh utama di krisis ini, melainkan dokter dan semua paramedis.”

“Saya dites negatif di Spanyol dan memutuskan untuk datang ke Serbia demi menolong dan mendukung rakyat kita, dengan persetujuan para pemimpin klub saya. Saat mendarat di Serbia, sekali lagi dengan persetujuan pimpinan klub, saya diperiksa sekali lagi dan terbukti negatif.”

Advertisement
RatuCasino77
RatuCasino77
SBOTOP
SBOTOP

“Saya minta maaf bahwa bahwa beberapa orang tidak melakukan pekerjaannya secara profesional dan tidak memberi saya instruksi yang jelas bagaimana berperilaku selama isolasi mandiri. Di Spanyol, saya masih diizinkan untuk bepergian ke apotek dan supermarket, untuk berbelanja barang-barang kebutuhan saya. Tapi hal yang sama tidak berlaku di Serbia.”

Sudah salah masih cari kambing hitam. Sebuah laporan di Serbia mengatakan, Luka Jovic menandatangani sebuah perjanjian saat mendarat di Nikola Tesla airport bahwa ia akan mematuhi perintah untuk mengisolasi diri selama 14 hari.

Para petinggi di Real Madrid pun merasa kecewa Luka Jovic melanggar perintah karantina di Serbia dan memberi contoh buruk serta menjatuhkan citra klub di hadapan rakyat negeri itu. Kini pemain kelahiran 23 Desember 1997 itu tengah ditawar-tawarkan ke Chelsea dan Tottenham Hotspur, dua klib Liga Inggris yang diketahui pernah berminat atasnya.

Luka Jovic bukan pemain yang disukai oleh pelatih Los Blancos, Zinedine Zidane. Sejak awal 2020, ia baru dimainkan sebagai starter sebanyak empat kali saja, dengan lima kali sebagai pemain pengganti. Satu dari lima itu bahkan hanya beberapa detik saja di atas lapangan. Dari empat kali starter itu, dua terjadi di ajang Supercopa de Espana, satu di Copa del Rey dan hanya satu kali di ajang La Liga, 18 Januari lalu, saat kemenangan 2-1 atas Sevilla, di mana ia menyumbangkan satu assist. Luka Jovic juga mencatatkan satu assist saat Los Merengues menang 3-1 atas Valencia pada ajang Supercopa de Espana.

Nilai jualnya menurut transfermarkt hanya Rp 679 Milyar, bukan nilai yang bagus untuk seorang penyerang tengah. Di tengah situasi buruk yang melanda Eropa akhir-akhir ini, Real Madrid ingin secepatnya pemain ini dijual agar tidak merusak citra klub.