Pembelian Neymar Oleh Real Madrid Tergantung Gareth Bale

Gareth Bale
Gareth Bale

Gilabola.com – Real Madrid berencana memboyong bintang Paris Saint-Germain (PSG), Neymar di musim panas. Tapi realisasinya sangat tergantung pada hasil pergerakan Los Blancos di bursa transfer mendatang.

Perwakilan Real Madrid dilaporkan telah bertemu dengan ayah Neymar dan dua pengacara dua minggu lalu. Dalam pertemuan itu pihak Madrid memberitahu bahwa presiden Florentino Perez bersedia membayar 400 juta Euro atau setara Rp 6,8 triliun  untuk membawa mantan bintang Barcelona kembali ke Spanyol.

Dilaporkan pula bahwa presiden PSG Nasser Al-Khelaifi yang semula bersikukuh tak ingin menjual Neymar, langsung melunak hatinya mendengar angka tersebut. Dikatakan bahwa Al-Khelaifi memang bersedia melepas Neymar asalkan tawaran yang masuk tak kurang dari 400 juta Euro.

Namun menurut Sport, kesepakatan pembelian Neymar dari PSG akan sangat bergantung pada ketersediaan dana yang dimiliki Madrid. Salah satu sumber pendanaan itu adalah dari hasil penjualan beberapa pemain pilarnya demi mendapatkan dana segar untuk menutup sebagian biaya pembelian Neymar.

Advertisement

Salah satu pemain yang diproyeksikan sebagai sumber dana besar adalah Gareth Bale. Meskipun pemain asal Wales ini sekarang sudah mulai menunjukkan performa terbaiknya setelah sebelumnya kerap absen karena cedera, namun presiden Florentino Perez telah memutuskan untuk menempatkannya di bursa transfer musim panas nanti.

Menurut Sport, Real Madrid memproyeksikan dana segar sebesar 101 juta Euro atau Rp 1,7 triliun dari penjualan Gareth Bale. Itu berarti sama dengan besarnya dana yang mereka keluarkan saat membeli si pemain dari Tottenham empat tahun silam.

Ada lima klub Liga Primer Inggris yang disebut ingin memboyong Bale. Mereka adalah Manchester United, Chelsea, Liverpool, Manchester City dan Tottenham. Kelima raksasa Liga Primer tersebut bersedia melakukan bisnis untuk Bale, namun si pemain harus bisa membuktikan kebugarannya. Selain itu klub-klub tersebut juga keberatan dengan harga Bale yang dinilai terlalu tinggi.