Pertahanan Real Madrid Membaik Usai Kepergian Ronaldo ke Juventus

Pertahanan Real Madrid Membaik Usai Kepergian Ronaldo ke Juventus

Gilabola.com – Setelah dua tahun kepergian Cristiano Ronaldo barulah kita bisa menemukan data bahwa pertahanan Real Madrid membaik usai kepergian CR7. Memang jelek buat serangan, tapi bagus untuk pertahanan. Begini ceritanya.

Pada 26 Mei 2018, alias dua tahun lalu, Cristiano Ronaldo secara resmi pindah ke Juventus dalam sebuah langkah transfer yang mengejutkan bukan hanya penikmat Liga Spanyol tapi juga seluruh dunia. Kita melihat kepergian CR7 langsung berdampak pada lini depan raksasa La Liga tersebut. Tapi hanya sedikit yang tahu bahwa kepergian Ronaldo juga membuat pertahanan Real Madrid membaik.

Sebenarnya dari dulu kita juga tahu bahwa kelemahan Cristiano Ronaldo selama merumput di Santiago Bernabeu adalah nyaris tak pernah atau jarang membantu pertahanan. Sekalinya membantu pertahanan malah bikin gol bunuh diri, seperti yang pernah terjadi satu kali pada tahun 2013.

Kepergian sang bintang Portugal itu ke Juventus malah membuat lini belakang Real Madrid membaik, seperti akan kita lihat di bawah ini. Juga akan kita bahas faktor malu-malunya Karim Benzema tampil sebagai figur utama di lini depan Los Merengues setelah kepergian Ronaldo.

Advertisement
RatuCasino77
RatuCasino77

Salah satu dampak terbesar dari kepergian mantan pemain Manchester United itu dari Bernabeu adalah merosotnya jumlah gol Real Madrid. Hal ini sebenarnya sudah terlihat pada musim terakhir sang pemain bintang itu sebelum dia pergi. Dari sebelumnya selalu rata-rata tembus 100 gol lebih di ajang La Liga sejak kedatangan Ronaldo tahun 2009, sampai mencapai puncaknya pada musim 2011/2012 (121 gol) dan 2014/2015 (118 gol), merosot ke hanya 94 gol saja di Liga Spanyol pada musim terakhirnya (2018).

Dampak Kepergian Ronaldo untuk Real Madrid

Dan Anda tahu berapa jumlah golnya pada musim 2018/2019? 63 gol saja. Musim ini Real Madrid hanya mencatatkan 49 gol saja saat musim dihentikan awal Maret 2020 lalu dan diperkirakan oleh ManagingMadrid.com hanya akan mencapai total 73 gol saja dengan kecepatan saat ini

Data jumlah gol Real Madrid per musim di La Liga sejak kedatangan Ronaldo adalah sebagai berikut:

  • 2009/2010: 102
  • 2010/2011: 102
  • 2011/2012: 121
  • 2012/2013: 101
  • 2013/2014: 103
  • 2014/2015: 118
  • 2015/2016: 110
  • 2016/2017: 106
  • 2017/2018: 94
  • 2018/2019: 63 (musim pertama tanpa CR7)
  • 2019/2020: 73 (perkiraan)

Bukan hanya gol sebenarnya karena Real Madrid juga menderita untuk dua hal lain, yakni shots per game dan juga ketergantungan pada umpan silang. Keduanya turun. Dalam hal shots per game turun secara mencolok dari rata-rata 18,4 kali pada musim terakhir Ronaldo di Bernabeu menjadi 15,6 pada musim 2018/2019 dan 16,2 kali saja pada musim ini.

Crossing yang menjadi penentu gol juga turun dari 3,7 dan 3,9 kali dari dua musim terakhir Ronaldo di Los Blancos, menjadi hanya 2,9 kali rata-rata per game pada musim pertama sejak kepergiannya dan 3,2 kali musim ini.

Ronaldo Pergi, Pertahanan Real Madrid Malah Membaik

Tapi diam-diam skuad Los Merengues senang dengan kepergian sang bintang yang kini sudah berusia 35 tahun itu. Angka kebobolan mereka menurun sejak Ronaldo pergi. Seperti sudah kami singgung di atas, CR7 jarang membantu pertahanan. Dan kini skuad mereka sudah lebih berorientasi pada pertahanan. Mungkin sudah sama baiknya dengan serangan.

Musim ini, 2019/2020, Real Madrid menduduki posisi tim dengan lini belakang terkuat nomor dua di La Liga. Angka jumlah gol kebobolan yang diharapkan, atau xGA dalam statistik sepak bola, menduduki urutan kedua setelah tahu siapa? Atletico Madrid, tim yang selama bertahun-tahun di bawah asuhan Diego Simeone, memang dikenal sebagai pemuja pertahanan. Hanya menyerang melalui serangan balik.

Angka xGA atau jumlah gol kebobolan yang diperkirakan, mencapai 20,61. Dalam kenyataannya Real Madrid baru kebobolan 19 gol musim ini. Semua ini terjadi berkat kerja keras Casemiro dan Fede Valverde, dua figur paling menonjol di pertahanan Real Madrid. Dan juga Zinedine Zidane yang mempercayakan tugas itu bagi mereka berdua.

Hal ini terlihat dari angka partisipasi Ronaldo dalam hal menekan balik lawan setiap kali Juventus kehilangan bola. Hanya kurang dari 1 persen saja dalam semua laga La Vecchia Signora. Ini menyebabkan pasukan Maurizio Sarri hanya mencatatkan expected goals per game hanya 1,16 gol rata-rata, yang hanya lebih baik dari 75 persen tim lain di Serie A. Artinya, tidak istimewa. Pasukan Si Nyonya Tua harus menekan jauh lebih tinggi di setengah lapangan lawan guna menaikkan angka harapan golnya.

Dengan Ronaldo enggan melakukan pressure di setengah lapangan lawan, dibutuhkan waktu lebih lama untuk memulihkan dominasi bola dan itu berarti lebih sedikit peluang untuk mencetak gol. Itu menjadikan angka ekspektasi gol Juventus hanya 1,16 saja per game.

Sementara itu angka rata-rata gol Ronaldo juga sudah turun jauh dibandingkan masa puncak kejayaannya, musim 2014/2015 di Real Madrid saat mana ia bisa mencatatkan angka 39,31 ekspektasi gol per musim. Musim ini hanya 17,35 gol saja. Musim lalu 23,32 gol.

Maurizio Sarri sepertinya membebaskan sang bintang dari tugas-tugas pertahanan dan melakukan pressure mencuri bola di setengah lapangan lawan guna memperbesar kapasitas gol Ronaldo.

Karim Benzema Malu-malu Gantikan Ronaldo

Faktor lain yang akan kita bahas sekarang adalah Karim Benzema, yang kelihatan malu-malu mendapatkan sorotan sebagai pengganti Ronaldo.

Berbeda dengan kepercayaan banyak orang, Benzema butuh waktu sebelum benar-benar mengisi lubang yang ditinggalkan oleh CR7. Pada musim pertamanya setelah Ronaldo pergi, ekspektasi gol per 90 menitnya adalah 0,57. Jauh lebih rendah daripada musim terbaiknya 2015/2016 saat mana ia berhasil mencatatkan ekspektasi gol per 90 menit sebesar 0,93 dan kemudian turun menjadi 0,63 musim berikutnya.

Sepertinya hubungan antara Ronaldo dan Benzema bukan persaingan satu sama lain, tapi simbiosis atau saling menguntungkan. Sang bintang Prancis itu tidak mendapatkan keuntungan dari kepergian CR7. Catatan golnya turun, juga secara matematis jumlah peluangnya mencetak gol turun.