Komentar Florentino Pérez jadi sorotan setelah wawancara terbarunya bersama El País memunculkan banyak pernyataan tajam soal arah masa depan Real Madrid. Dari masa depan Vinícius Júnior hingga kontroversi besar di sepak bola Spanyol, Pérez bicara tanpa banyak filter.
Dan satu kalimat soal Vinicius langsung jadi bahan perbincangan.
“Masih ada waktu untuk perpanjangan kontrak. Saya ingin dia bertahan seumur hidup di Madrid. Dia sangat terikat dengan klub ini. Tapi kalau dia tidak ingin berada di Madrid dan memilih klub lain, dia bebas melakukannya. Saya tidak akan memaksa. Uang bukan faktor utama dan itu tidak pernah jadi yang utama,” ujar Pérez.
Pernyataan itu terdengar tenang, tapi maknanya cukup tegas. Madrid tidak akan menahan pemain dengan cara apa pun, termasuk Vinicius yang selama ini jadi salah satu wajah utama proyek tim.
Di bagian lain wawancara, Pérez juga menyinggung rencana besar yang jarang dibahas ke publik: perubahan model kepemilikan klub. Ia menyebut ingin memberikan kepemilikan ekonomi kepada sekitar 100.000 anggota Real Madrid.
Menurutnya, status anggota tidak lagi sekadar ikatan emosional, tetapi juga akan menjadi pemilik aset klub seumur hidup. Ia bahkan berencana menggelar referendum setelah pemilihan ulang dan mengumpulkan majelis untuk membahas langkah tersebut.
Namun suasana wawancara berubah ketika topik bergeser ke kasus besar di sepak bola Spanyol: Kasus Negreira.
Pérez tidak menahan kritiknya.
“Ketika UEFA meninjau dokumen ini, saya tidak tahu sanksi apa yang akan dijatuhkan, tapi saya belum pernah melihat sesuatu yang lebih serius dalam sejarah sepak bola. Ini korupsi sistemik. Dunia sepak bola berharap keadilan olahraga bertindak tegas,” katanya.
Ia juga menegaskan kembali bahwa wasit yang terlibat masih aktif memimpin pertandingan hingga saat ini, sesuatu yang menurutnya memperparah situasi.
Topik Barcelona pun ikut terseret. Pérez menyebut hubungan antar klub seharusnya bisa berjalan normal, tetapi berubah setelah kasus tersebut mencuat.
“Jika Barça adalah klub normal, kenapa tidak saling membantu? Tapi setelah mereka diketahui membayar wakil presiden wasit selama 20 tahun, semuanya berubah. Saya orang pertama yang mengambil langkah hukum. Dan saya tidak pernah kembali ke Camp Nou. Saya tidak akan berhenti sampai ini selesai,” ujarnya.
Di sisi lain, Pérez juga menepis anggapan bahwa duet Vinicius dan Kylian Mbappé adalah sesuatu yang harus selalu menghasilkan gelar besar.
“Menurut saya itu berlebihan. Mereka adalah dua pemain terbaik di dunia. Vinicius sudah membawa kami meraih dua Liga Champions. Tapi kita juga harus realistis. Anggapan bahwa Madrid harus selalu juara Liga Champions setiap tahun itu tidak masuk akal. Tidak ada tim yang bisa enam kali juara dalam sepuluh tahun,” ucapnya.
Pernyataan itu menutup rangkaian wawancara yang penuh isu besar: dari masa depan bintang utama, struktur kepemilikan klub, hingga kritik keras terhadap sistem sepak bola Spanyol.
Opini Gilabola.com
Pernyataan Pérez kali ini terasa seperti kombinasi antara pesan internal klub dan tekanan publik yang sengaja diarahkan ke luar.
Sikapnya terhadap Vinicius menunjukkan Madrid tetap menjaga prinsip “tidak ada pemain yang lebih besar dari klub”, meski konteksnya tetap sensitif.
Di sisi lain, komentar soal Negreira jelas akan kembali memanaskan hubungan dengan rival utama.

