Quique Setien Dikecam Soal Pemain Muda Barcelona

Gilabola.com – Quique Setien dikecam karena tak jelas dalam pembinaan pemain muda dari akademi Barcelona, La Masia, yang selama ini sudah berjalan baik.

Ini bertentangan dengan jargon yang sebelumnya menyebutkan, Setien menganut ideologi Johan Cruyff dalam pembinaan maupun pelatihan yang diterapkannya. Padahal jika benar-benar terapkan faham Cruyff, La Masia akan mainkan bagian integral dalam keberhasilannya bersama skuad utama Barca.

Dalam beberapa bulan pertama masa kepemimpinannya, belum terlihat keberpihakan Setien pada produk akademi Blaugrana tersebut. Riqui Puig, yang tampaknya cocok dengan gaya permainan Setien, malah belum pernah mendapat waktu bermain seperti yang dipikirkan banyak orang.

Advertisement
RatuCasino77
RatuCasino77
K9Win
K9Win

Lalu, Carles Perez dan Abel Ruiz malah dipinjamkan ke klub lain pada Januari lalu. Hanya Ansu Fati yang menjadi satu-satunya pemain muda yang tampil secara reguler di bawah asuhan Setien.

Namun, saat inipun Fati sudah keluar-masuk skuad Setien. Setelah ia tampil sebagai starter dalam enam pertandingan pertama pelatih 61 tahun itu, pemain berusia 17 tahun tersebut saat ini malah telah keluar dari skuad yang bertanding, dan hanya bermain 12 menit dalam tiga pertandingan terakhir.

Namun, Setien pun ungkap alasannya, mengapa ia amat sangat jarang turunkan para pemain muda jebolan La Masia. “Saat ini, saya perlakukan setiap pertandingan sebagao laga final,” ujar Setien kepada La Vanguardia baru-baru ini, seperti dilansir Marca.

“Jika saya alami kekalahan dalam dua pertandingan, lalu mainkan dua pemain yunior dari akademi dan tidak terjadi apa-apa, maka saya akan melakukannya,” tambah Quique Setien.

Barcelona selama ini dikenal memiliki akademi muda nomor wahid di seluruh dunia, karena permainan papan atas para pemain yang dihasilkannya. Tapi, belakangan hal itu mulai berada dalam bahaya dan La Masia tak seperti dulu lagi.

Jika Anda kembali ke 20 tahun terakhir ini, La Masia telah hasilkan banyak pemain tangguh dan menjadi bintang di kancah sepakbola dunia. Sebut saja Carles Puyol, Victor Valdes, Gerard Pique, Cesc Fabregas, Xavi, Iniesta, Pedro, Sergi Roberto, Sergio Busquets dan Lionel Messi, yang seluruhnya berjaya melalui sistem akademi dan bukan lulusan baru.

Tim saat ini masih menampilkan beberapa dari nama-nama tersebut. Tapi, itu benar-benar hanya Lionel Messi dan pemeran pendukung yang rata-rata masih bermain saat ini, seperti busquets, Roberto dan Pique. Selebihnya, Fabregas dan Iniesta sudah tinggalkan Camp Nou, sementara Xavi telah jajaki karir sebagai pelatih.

Saat ini, Barca sebenarnya punya tiga talenta muda yang menjanjikan, namun tak mendapat tempat di skuad utama. Dua pemain muda; Carles Perez dan Abel Ruiz, sekarang tampil apik bersama dua klub lain, masing-masing AS Roma dan Braga. Lalu, Riqui Puig malah nyaris tidak bermain untuk skuad utama, malah dikembalikan ke tim Barca B.

Barca terus menuai kritik karena pindah dari formasi tradisional 4-3-3 untuk memaksa Arturo Vidal ke posisi di depan Ansu Fati. Jadi, sepertinya, Quique Setien sama sekali tak mau bergantung pada pemain muda.

Mungkin saja para pemain La Masia itu belum cukup bagus untuk bermain, tapi tidak seperti Barca yang bermain sepakbola luar biasa dengan tim yang penuh dengan pemain veteran. Jadi, hal itu cukup membuat kita bertanya-tanya tentang masa depan Setien di Camp Nou.

Setien kemungkinan tak berani dan lebih suka mengandalkan pemain berpengalaman dalam upayanya untuk memenangkan sesuatu serta mempertahankan pekerjaannya lebih lama. Tapi, cara itu terlihat terlalu cetek dan tidak terlihat seperti hal terbaik bagi Barca.

Keputusan Setien malah akan lebih menyakitkan Barcelona, terutama karena rival abadi mereka, Real Madrid, sekarang telah berkembang dengan beberapa pemain mudanya yang fantastis, yang datang dari akademi – bahkan kalaupun mereka membelinya dari klub lain. Itulah sebabnya, diperlukan revolusi untuk lakukan terobosan.