Gilabola.com – Ini pengakuan Raphinha, soal bagaimana pelatih Barcelona, Hansi Flick, berhasil meyakinkan dia untuk bertahan di Camp Nou. Hasilnya, bintang asal Brasil itu tunjukkan prestasi gemilang setelah ia putuskan untuk tetap bersama klub Catalan tersebut.
Melempem di Musim-Musim Perdana
Transformasi Raphinha di Barcelona bahkan sudah terlihat selama selama satu setengah musim terakhir ini, dan itu benar-benar istimewa.
Mantan pemain sayap Leeds United tersebut gabung Blaugrana pada musim panas tahun 2022, dengan transfer sekitar 65 juta Euro. Namun, harus diakui, ia tak tampil sesuai ekspektasi di beberapa musim pertamanya bersama Barca.
Namun, segalanya berubah musim lalu, setelah Hansi Flick menjadi pelatih baru Barcelona. Kini, Raphinha pun menjelma sebagai salah satu penyerang paling berbahaya di lapangan, dan dipercaya sebagai salah satu kapten tim.
Pemain bernama lengkap Raphael Dias Belloli itu langsung menunjuk Hansi Flick sebagai sosok kunci di balik kebangkitan permainan dan karirnya di dunia sepak bola.
Flick Mengubah Segalanya
Dalam wawancara yang dilakukannya dengan BBC belum lama ini, Raphinha memuji pelatih asal Jerman itu sebagai figur yang berjasa dalam kebangkitannya. Pemain berusia 29 tahun itu menyatakan, sebelum Flick datang, ia bahkan telah mempertimbangkan untuk hengkang dari Barcelona.
“Jika Hansi Flick tidak datang, saya pasti sudah tinggalkan Barca. Dia telah mengubah segalanya,” tandas Raphinha.
“Dia mengatakan kepada saya bahwa saya akan menjadi pemain penting. Itulah yang dibutuhkan seorang pemain – kepercayaan diri,” tambahnya.
Media The Touchline dalam akun resminya di X.com juga menyatakan, ‘setiap sistem membutuhkan jantung. Raphinha adalah jantungnya Flick’.
Tak Pernah Pede Saat Diasuh Xavi Hernandez
Pemain internasional Brasil itu mengakui, di bawah asuhan Xavi Hernandez sebelumnya, kepercayaan dirinya saat itu hilang. Penampilannya yang buruk di lapangan bahkan telah membuatnya serius mempertimbangkan untuk pindah ke klub lain.
“Ada banyak keraguan dalam diri saya. Saya punya kebiasaan buruk mengkritik diri sendiri secara berlebihan, karena itulah tekanan yang saya alami membuat saya berpikir untuk pindah klub,” ujar Raphinha soal apa yang ia rasakan di beberapa musim pertamanya di Barcelona.
Karir Raphinha kemudian berubah drastis sejak Flick mengambil alih posisi pelatih Barca dari Xavi. Di bawah asuhan pelatih berusia 60 tahun tersebut, Raphinha berhasil mencetak 45 gol dan 26 assist dalam 74 penampilan.
Jelas bahwa keduanya punya ikatan yang erat dan saling menguntungkan dari kemitraan ini, sekaligus membantu Barcelona meraih kesuksesan.
Statistik kontribusi Raphinha di semua kompetisi di bawah asuhan Hansi Flick
- Gol: sekitar 34 gol sejak Flick menjadi pelatih Barcelona;
- Assist: sekitar 25–26 assist dalam jumlah pertandingan yang sama;
- Total pertandingan: sekitar 57–74 penampilan sejak Hansi Flick mengasuh Barca.
Pendapat Kami
Raphinha benar-benar nyaman diasuh Hansi Flick, hingga ia berhasil bangkit dari perjalanan mengecewakan saat ia masih diasuh Xavi Hernandez, menjadi mesin Barca dan mempersembahkan banyak kemenangan.

