Site icon Gilabola.com

Real Madrid Bangkit Bersama Arbeloa, Tapi Mengapa Gelar La Liga Masih Terasa Jauh?

Real Madrid

Gilabola.comReal Madrid bangkit bersama Alvaro Arbeloa dan Kylian Mbappe, tapi superkomputer masih lebih memihak Barcelona. Siapa yang akan jadi juara Liga Spanyol?

Sorak-sorai fans Los Blancos belum sepenuhnya reda. Real Madrid kembali terlihat hidup, kembali terlihat berbahaya, seolah siap merebut kembali mahkota La Liga yang sempat menjauh.

Namun di balik euforia itu, ada satu data yang bikin pendukung El Real terdiam. Sebuah prediksi dingin dari superkomputer.

Dan hasilnya? Tidak sepenuhnya berpihak pada Madrid.

Kebangkitan Dramatis Madrid Setelah Musim yang Hampir Hancur

Beberapa pekan lalu, situasi di Santiago Bernabeu terasa suram. Real Madrid tertinggal empat poin dari Barcelona. Mereka kalah di final Piala Super Spanyol.

Dan yang paling mengejutkan, Xabi Alonso harus angkat kaki setelah baru memimpin 34 laga.

Pergantian pelatih pun terjadi. Alvaro Arbeloa datang dengan beban besar di pundaknya. Namun awal era barunya justru kacau.

Madrid tersingkir dari Copa del Rey oleh Albacete, tim kasta kedua, di babak 16 besar. Kena mental? Jelas. Diragukan? Sudah pasti.

Tapi di situlah titik baliknya dimulai. Los Blancos bangkit! Mereka memenangkan tiga laga beruntun. Termasuk kemenangan 2-0 atas Villarreal pada Sabtu malam waktu setempat.

Hasil itu membuat jarak dengan Barcelona semakin tipis. Bahkan kini, Madrid sempat berada di puncak klasemen.

Tapi, apakah ini tanda kebangkitan sesungguhnya?

BACA JUGA: Analisis: Bagaimana Gol Telat Mbappe Membuktikan Mental Juara Real Madrid Musim Ini

Prediksi Superkomputer: Madrid Naik, Barcelona Masih Favorit

Di tengah tren positif Madrid, Opta merilis prediksi terbaru mereka. Superkomputer memproyeksikan peta persaingan La Liga 2025-2026.

Hasilnya cukup mengejutkan. Barcelona masih jadi favorit utama!

Klub Catalan itu diprediksi finis dengan 88,48 poin. Peluang juara mereka mencapai 62,94 persen.

Sementara Real Madrid?

Los Blancos diproyeksikan mengoleksi 85,82 poin. Dengan peluang juara hanya 34,99 persen. Artinya, meski Madrid sedang on fire, mesin statistik masih ragu.

Menariknya, Atletico Madrid dan Villarreal nyaris tak punya kans. Keduanya hanya mengantongi peluang gabungan sekitar 2,7 persen.

Sekali lagi, La Liga diprediksi menjadi duel dua raksasa. El Clasico. Madrid melawan Barca.

Siapa yang lebih kuat mental hingga Mei nanti?

Mbappe Bangkit, Arbeloa Mulai Menemukan Formula

Salah satu alasan kebangkitan Madrid sangat jelas. Ini semua karena Kylian Mbappe.

Di bawah asuhan Arbeloa, sang striker langsung ganas. Enam gol dalam tiga pertandingan.

Ia mencetak gol saat menghadapi Levante, Monaco, dan Villarreal. Produktivitasnya langsung melonjak!

Sejak datang ke ibu kota Spanyol pada musim 2024-2025, Mbappe sudah mengoleksi 87 gol dari 87 penampilan.

Rasio sempurna. Namun ada satu noda!

Ia belum pernah mengangkat trofi utama bersama Madrid. Untuk pemain sekelas Mbappe, itu terasa janggal.

Alvaro Arbeloa pun menghadapi tekanan serupa. Sebelum ini, ia belum pernah melatih klub kasta tertinggi. Belum pernah membawa tim juara.

Kini, dua sosok ini saling bergantung. Satu ingin trofi. Satu ingin pembuktian.

Apakah kolaborasi ini cukup kuat untuk menjatuhkan Barcelona?

Vinicius dan DNA Juara Kembali Menyala

Bukan hanya Mbappe. Vinicius Junior juga mulai kembali ke performa terbaiknya.

Pemain nomor 7 itu terlihat lebih bebas. Lebih berani. Lebih mematikan. Dengan dukungan Arbeloa, Vini kembali jadi mimpi buruk bek lawan.

Selain itu, Madrid masih punya DNA juara. Banyak pemain di skuad ini sudah merasakan gelar La Liga dan Liga Champions. Dan pengalaman itu menjadi modal besar. Terutama saat tekanan semakin tinggi di fase akhir musim.

Karena di titik inilah, mental juara diuji. Bukan sekadar teknik. Bukan cuma taktik. Tapi ketahanan emosi.

Opini Gilabola: Madrid Punya Momentum, Tapi Waktunya Sangat Sempit

Kami di Gilabola melihat kebangkitan Real Madrid sebagai sinyal bahaya bagi Barcelona.

Momentum mereka nyata. Permainan lebih agresif. Mbappe lebih tajam. Vinicius kembali percaya diri.

Namun, masalahnya ada pada waktu. Empat bulan tersisa bukan periode yang panjang. Satu hasil imbang saja bisa mengubah peta persaingan.

Kami juga melihat bahwa Arbeloa masih dalam fase belajar. Ia hebat membangkitkan mental tim. Tapi menjaga konsistensi hingga akhir musim adalah ujian sebenarnya.

Jika Madrid terpeleset di laga-laga kecil, semua momentum bisa lenyap.

Terakhir, faktor El Clasico akan sangat menentukan. Kami percaya, duel melawan Barcelona bisa menjadi final lebih awal. Siapa yang menang di sana, besar kemungkinan akan mengangkat trofi.

Pertanyaannya sekarang, apakah Real Madrid siap secara mental dan taktis untuk momen sebesar itu?

Atau justru Barcelona yang kembali menunjukkan kelasnya sebagai Sang Raja Spanyol?

Superkomputer boleh berkata Barcelona lebih unggul. Statistik bisa meragukan Real Madrid.

Namun sepak bola selalu punya ruang untuk kejutan!

Dengan Mbappe yang semakin tajam, Vinicius yang bangkit, dan Arbeloa yang lapar pembuktian, Los Blancos masih punya peluang.

La Liga 2025-2026 belum selesai. Dan drama sesungguhnya baru saja dimulai!

Exit mobile version