Real Madrid dan Barcelona Lakoni 15 Laga Penentu Juara Musim Ini

Real Madrid dan Barcelona Lakoni 15 Laga Penentu Juara Musim Ini

Gilabola.com – Real Madrid dan Barcelona kembali bertemu dalam El Clasico awal Maret mendatang. Laga ini dipastikan akan beri pengaruh besar terkait klub mana yang akan mengangkat trofi juara di akhir musim.

Pertempuran di La Liga, sekali lagi, tampaknya menjadi milik El Real dan Blaugrana. Meskipun masih ada 15 pertandingan tersisa hingga akhir musim ini, kedua klub telah meletakkan lingkaran merah besar di kalender mereka, sekitar hari pertama di bulan Maret.

Pada pukul 21:00 waktu setempat itulah, El Clasico yang akan digelar di Bernabéu akan kembali mempertemukan dua tim kelas berat, di mana ingatan mengenai ‘leg’ pertama terasa masih segar.

El Clásico di antara 15 Laga Tersisa

Advertisement
berita bola
jadwal bola
Mimpi 4D
Mimpi 4D

Los Blancos akan menyambut – dalam arti yang paling longgar – para pemain Barca ke rumah mereka. Sadar akan pentingnya, tapi tanpa mengalihkan perhatian mereka dari dua pertandingan liga yang ada antara sekarang dan nanti. Celta Vigo menjadi lawan yang pertama, digelar di kandang, dan sebelum kunjungan ke Levante.

Quique Setién, juga akan fokus pada Getafe yang saat ini meroket ke posisi ketiga, kemudian Eibar, di mana kedua laga ini digelar di Camp Nou, sebelum tandang mereka ke kandang Madrid.

Dan, begitu El Clásico selesai, Barça tampak memiliki pertandingan yang lebih sulit lagi, yakni laga tandang ke markas Sevilla – yang saat ini bertengger di urutan ke-5, dan Villarreal yang ada di posisi delapan. Selain itu, skuad Setien akan menjamu Atlético Madrid di Camp Nou pada akhir April. Demikian diungkapkan AS.

Bisa dikatakan positif, setidaknya dalam menjaga hal-hal di tingkat bermain untuk liga, setelah kedua tim sama-sama tersingkir di perempat final Copa del Rey, yang telah membersihkan jadwal Real Madrid maupun Barcelona dari laga semi-final dalam dua leg.

Kedua tim sekarang punya delapan pertandingan kandang tersisa, dan tujuh laga tandang. Dari sembilan besar saat ini di LaLiga, tim Zinedine Zidane bisa melihat tandang paling rumit ke Anoeta – untuk hadapi tim penakluk mereka di ajang Copa del Rey, Real Sociedad, dan tandang ke markas Athletic Bilbao.

Jika El Real atau Barcelona bisa mencapai final Liga Champions di Istanbul pada 30 Mei mendatang, dari pertandingan akhir pekan lalu mereka akan mainkan 23 pertandingan dalam 111 hari, atau satu laga dalam 4,8 hari.

Namun, ada sesuatu yang berubah. Pada malam Carnival yang terkenal itu, dua rival bberat itu tiba setelah bertukar topeng. Kapasitas mencetak gol Madrid berada pada level terburuk kedua setelah 23 pekan, dalam 13 tahun terakhir. Yakni, hanya 44 gol.

Rahasia mereka untuk meniadakan ini adalah, dengan memperketat lini belakang, yang berarti mereka telah kebobolan paling sedikit gol, yakni 14 gol, setelah jumlah pertandingan liga ini.

Sedangkan Barça, menjadi tim paling produktif musim ini, dengan mencetak 55 gol. Tapi, tak ada yang istimewa bagi raksasa Catalan itu. Pasalnya, dalam 12 musim terakhir, mereka telah mencetak 60 gol atau lebih pada periode yang sama, di mana hanya ada satu-satunya pengecualian, yakni pada musim 2015/16, sebanyak 56 gol.

Lionel Messi, sekali lagi, memimpin jalan bagi timnya. Dia telah terlibat dalam terciptanya 25 gol, di mana ia menjadi favorit untuk penghargaan Pichichi dengan 14 go dan 11 assist. Sedangkan penyerang Real Madrid, Karim Benzema, telah merespons tantangan musim ini, dengan bukukan 13 gol dan enam assist.

Namun, perbedaannya dapat terlihat dari fakta bahwa bintang asal Argentina itu memiliki beberapa pencetak gol pendukung, yakni Luis Suárez dengan 11 gol, Antoine Griezmann tujuh gol dan Arturo Vidal dengan enam gol.