Real Madrid mulai memikirkan masa depan di bawah mistar seiring bertambahnya usia Thibaut Courtois. Di tengah situasi itu, nama Fran Gonzalez muncul sebagai kandidat internal, tetapi minat dari sejumlah klub termasuk Chelsea membuat keputusan Los Blancos tidak lagi sederhana.
Thibaut Courtois telah menjadi andalan Real Madrid selama hampir delapan tahun. Namun kiper timnas Belgia itu akan berusia 34 tahun dalam beberapa bulan ke depan, sempat mengalami masalah fisik, dan kontraknya berakhir pada 2027.
Kondisi tersebut membuat manajemen mulai menyusun rencana jangka menengah untuk posisi penjaga gawang utama, meski belum ada urgensi mengambil keputusan cepat.
Fran Gonzalez Masuk Radar Klub Lain
Menurut laporan jurnalis Jorge C Picon, salah satu opsi yang dipertimbangkan Real Madrid adalah mempromosikan Fran Gonzalez dari akademi La Fabrica. Kiper berusia 20 tahun itu sejak lama dinilai sebagai calon penerus Courtois. Di internal klub, kepercayaan terhadap potensi dan kemampuannya disebut sangat besar.
Masalahnya, perkembangan Gonzalez juga menarik perhatian dari luar. Sejumlah klub di Spanyol dan luar negeri memantau situasinya. Dari Inggris, Chelsea dilaporkan telah menyampaikan ketertarikan kepada perwakilan sang pemain dan melihatnya sebagai proyek jangka panjang untuk posisi kiper.
Di kompetisi domestik Liga Spanyol, Real Sociedad, Espanyol, dan Valencia termasuk tim yang memberi penilaian tinggi terhadap Gonzalez. Artinya, Real Madrid tidak hanya bersaing dengan waktu dalam menyiapkan suksesi, tetapi juga harus mempertimbangkan potensi kehilangan aset akademinya.
Dilema Pengembangan atau Melepas dengan Kontrol
Bagi Real Madrid, pertanyaan utamanya bukan sekadar soal minat klub lain, melainkan jalur perkembangan terbaik untuk Gonzalez. Apakah ia akan terus ditempa dalam sistem internal klub, atau justru membutuhkan pengalaman reguler di tempat lain?
Dalam beberapa musim terakhir, Real Madrid memang tidak ragu melepas talenta akademi yang dinilai potensial. Namun mereka kerap menyertakan klausul pembelian kembali atau klausul persentase penjualan berikutnya untuk menjaga kendali atas masa depan pemain tersebut.
Pendekatan serupa bisa saja diterapkan pada Gonzalez, baik melalui skema peminjaman maupun transfer permanen dengan klausul buyback (beli kembali). Keputusan itu akan menentukan apakah ia benar-benar disiapkan sebagai penerus Courtois atau berkembang di luar sebelum suatu saat kembali.
Situasi ini memberi konteks lebih luas bagi Real Madrid. Suksesi kiper bukan hanya soal regenerasi individu, tetapi juga menyangkut stabilitas jangka panjang tim utama. Dengan kontrak Courtois yang masih berlaku hingga 2027, Los Blancos memiliki waktu, namun ketertarikan klub lain membuat ruang manuver mereka tidak sepenuhnya bebas.
Kini, arah kebijakan terhadap Fran Gonzalez akan menjadi indikator seberapa serius Real Madrid menjadikannya bagian dari masa depan di bawah mistar.

