Gilabola.com – Real Madrid masih belum membuat keputusan soal pelatih permanen berikutnya sebagai pengganti Xabi Alonso, tapi mereka kini mulai mempertimbangkan bos Arsenal, Mikel Arteta, sebagai calon pelatih masa depan mereka.
Pasca pemecatan Alonso yang hanya diberi waktu bekerja selama delapan bulan, Madrid langsung menunjuk Alvaro Arbeloa untuk menangangi Kylian Mbappe cs hingga akhir musim ini.
Situasi ini membuka spekulasi luas di Eropa, terutama karena raksasa ibukota Spanyol dikenal jarang memberi ruang kesabaran panjang bagi proyek pelatih yang belum memberi hasil instan.
Nah, laporan terbaru menyebutkan bahwa Real Madrid mulai mengantongi nama yang akan mereka jadikan sebagai pelatih permanen berikutnya dan radar mengarah ke bos Arsenal, Mikel Arteta.
Juru taktik asal Spanyol itu dianggap sebagai kandidat potensial karena yang sesuai dengan visi regenerasi tim dan modernisasi gaya bermain Los Blancos, apalagi dia sudah membuktikan dirinya langsung di masa lalu.
Selama pertemuan dua leg di Liga Champions, Arteta terbukti mampu dua kali mengalahkan Madrid besutan Carlo Ancelotti, masing-masing dengan skor 3-0 dan 2-1 pada April 2025 lalu.
Profil Mikel Arteta
- Kebangsaan : Spanyol
- Prestasi : 1 Piala FA, dua Community Shield
- Pengalaman melatih : Arsenal
- Jumlah pertandingan : 322
- Poin per pertandingan : 2,02
Kontrak Arteta bersama Arsenal masih berlaku hingga musim panas 2027 mendatang dan hingga kini belum ada pembicaraan perpanjangan yang benar-benar konkret, yang membuat Madrid mulai mengintip peluang untuk mendatangkannya.
Masalahnya, Madrid tidak sendirian dalam minat pada taktisi berusia 43 tahun itu karena Manchester City melihatnya sebagai suksesor ideal Pep Guardiola, sementara Barcelona juga memantaunya untuk menjadi penerus Hansi Flick.
Pemecatan Alonso Tuai Kritik
Di sisi lain, pemecatan Xabi Alonso dari Real Madrid terus memicu reaksi di luar Spanyol, termasuk dari sesama pelatih, Andoni Iraola, juru taktik asal Spanyol yang kini menangani Bournemouth.
Iraola menegaskan bahwa hasil pertandingan Alonso sejatinya tidak buruk, mengingat posisi Real Madrid masih kompetitif di La Liga dan Liga Champions, serta saat itu masih bersaing di Copa del Rey.
Dia juga menilai bahwa kegagalan di Piala Super Spanyol tidak bisa dibilang sebagai kegagalan total karena hanya kalah tipis dari Barcelona, dan pemecatan ini justru dinilai memperburuk stabilitas tim jelang fase gugur kompetisi domestik.
Pendapat Kami
Ketertarikan pada Mikel Arteta masuk akal secara taktik karena bos Spanyol itu terbukti mampu membangun tim menarik dan kompetitif di Arsenal, tinggal pertanyaannya apakah dia mampu mengelola skuad bertabur bintang Real Madrid.
Soal kritikan Andoni Iraola atas pemecatan Xabi Alonso, dia benar tapi kurang tepat juga, karena semua orang tahu bahwa pemecatan itu juga dipengaruhi dinamika ruang ganti. Menangani tim sekelas Madrid tak sesederhana teori di atas kertas, bos!

