Real Madrid Masih Bisa Raih Empat Hal Positif Dari Musim Yang Garing Trofi Ini!

Musim ini menjadi salah satu periode yang ingin segera dilupakan oleh Real Madrid. Satu per satu peluang meraih trofi utama lepas dari genggaman.

Mulai dari Piala Super Spanyol, Copa del Rey, La Liga, hingga Liga Champions UEFA, semuanya kini berada di luar jangkauan.

Secara matematis, mereka memang masih memiliki peluang dalam perebutan gelar liga domsetik Spanyol. Namun secara realistis, situasinya sangat sulit. Selisih sembilan poin dari Barcelona membuat ambisi domestik nyaris mustahil diwujudkan di sisa musim.

Meski demikian, di tengah performa yang jauh dari ekspektasi, masih ada sejumlah target penting yang bisa dikejar. Performa individu dan gengsi di laga besar bisa menjadi penebus dalam musim yang kurang memuaskan ini.

Kylian Mbappe Memburu Gelar Top Skor

Salah satu sisi positif datang dari performa Kylian Mbappe yang masih berpeluang meraih Trofi Pichichi.

Penyerang asal Prancis itu telah mengoleksi 23 gol di liga. Namun persaingan belum berakhir. Vedat Muriqi terus menempel dengan 21 gol, membuat perebutan gelar tetap sengit hingga akhir musim.

Lebih dari sekadar menjadi top skor, Mbappe juga mengejar pencapaian pribadi. Untuk memastikan gelar tersebut, ia kemungkinan harus melampaui catatan performanya sendiri.

Dalam dua musim terakhir, ia selalu mencetak 44 gol di semua kompetisi. Musim ini, ia sudah mengoleksi 40 gol, hanya terpaut sedikit untuk menyamai bahkan melampaui rekor tersebut.

Jika berhasil, hal itu akan semakin menegaskan posisinya sebagai salah satu pemain paling menentukan di sepak bola Eropa.

Courtois Mengincar Trofi Zamora

Di sektor pertahanan, Thibaut Courtois juga masih berpeluang meraih penghargaan individu bergengsi, yakni Trofi Zamora.

Meski saat ini sedang mengalami cedera, ia masih memimpin klasemen kiper terbaik. Rival terdekatnya, Joan Garcia, belum memenuhi syarat minimal 28 penampilan, sehingga posisi Courtois masih cukup aman.

Kiper asal Belgia itu baru kebobolan 24 gol dari 28 pertandingan, dengan rata-rata 0,86 gol per laga. Sementara Garcia mencatatkan 19 kebobolan dalam 25 pertandingan dengan rata-rata 0,76.

Di sisi lain, David Soria yang berada di posisi kedua telah kebobolan 32 gol dari 31 pertandingan.

Persamaannya cukup jelas. Courtois harus menjaga rasio kebobolan tetap lebih baik dibanding pesaingnya di sisa musim. Jika mampu melakukannya, ia akan meraih Trofi Zamora keempat sekaligus memperkuat statusnya dalam sejarah klub.

Peluang Mencetak Sejarah

Menariknya, ada peluang terciptanya pencapaian langka. Jika Mbappe meraih Pichichi dan Courtois memenangkan Zamora, Los Blancos akan mengulang prestasi yang terakhir terjadi hampir 40 tahun lalu.

Momen tersebut terjadi pada musim 1987-1988 ketika Hugo Sanchez dan Paco Buyo sama-sama meraih penghargaan individu tersebut.

Mengulangi pencapaian itu akan menjadi pernyataan kuat, terutama di musim yang minim kesuksesan kolektif.

Gengsi El Clasico Masih Dipertaruhkan

Selain penghargaan individu, masih ada gengsi yang dipertaruhkan dalam laga El Clasico.

Los Blancos sudah menang pada pertemuan pertama di Santiago Bernabeu. Kini mereka berpeluang menyapu bersih kemenangan saat bertandang ke Spotify Camp Nou pada 10 Mei.

Meraih dua kemenangan dalam satu musim liga bukan hal mudah. Meskipun pernah dilakukan pada musim 2023-2024, secara historis pencapaian ini tergolong langka. Dalam 40 tahun terakhir, mereka hanya melakukannya tiga kali.

Motivasi tambahan juga datang dari rivalitas panas dengan Barcelona. Meski kalah di beberapa final terakhir, Los Blancos justru lebih dominan di pertemuan liga dengan delapan kemenangan dari 12 laga terakhir.

Kemenangan di kandang lawan tidak hanya soal gengsi, tetapi juga akan menjadi momen simbolis sebagai kemenangan pertama di stadion baru tersebut.