Real Madrid Mulai Pertimbangkan Pelatih Pemenang Piala Dunia Sebagai Pengganti Carlo Ancelotti

Gilabola.comReal Madrid mulai mempertimbangkan opsi baru untuk kursi kepelatihan mereka, dan salah satu nama yang kini masuk dalam radar adalah Lionel Scaloni.

Pelatih yang saat ini menangani tim nasional Argentina itu kabarnya menarik perhatian petinggi Madrid berkat kemampuannya mengelola tim besar dan meraih sukses di level tertinggi.

Menurut laporan Fichajes, Madrid sangat terkesan dengan bagaimana Scaloni membawa Argentina menjuarai Copa America dan Piala Dunia. Catatan prestasinya itu dianggap sebagai bukti bahwa dia bisa menangani tim penuh bintang seperti Los Blancos.

Meski namanya tidak terlalu banyak dibicarakan dalam beberapa bulan terakhir, dengan Xabi Alonso lebih difavoritkan, pencapaiannya membuatnya jadi salah satu kandidat potensial.

Scaloni dan Tantangan di Real Madrid

Di usianya yang masih 46 tahun, Lionel Scaloni dikenal punya gaya bermain yang seimbang serta mampu mengombinasikan pengalaman dengan darah muda dalam skuatnya.

Hal ini sejalan dengan visi Real Madrid yang selalu berusaha membangun tim kompetitif untuk jangka panjang. Selain itu, kemampuannya mengelola ego pemain besar menjadi nilai tambah yang tidak bisa diabaikan.

Namun, ada satu kendala besar yang bisa menghalangi kepindahannya ke Santiago Bernabeu. Scaloni sendiri sudah menegaskan bahwa dia tidak akan meninggalkan Argentina sebelum Piala Dunia 2026. Jika Real Madrid serius menginginkannya, mereka harus bersabar atau mencari alternatif lain.

Situasi ini membuat manajemen Madrid berada dalam dilema. Jika mereka benar-benar ingin menjadikan Scaloni sebagai suksesor Ancelotti, mereka harus menunggu hingga Piala Dunia berakhir. Tapi di sisi lain, mereka juga tidak bisa terlalu lama tanpa kepastian karena klub sebesar Madrid selalu menginginkan stabilitas.

Fokus Madrid di Copa del Rey

Sementara itu, Real Madrid baru saja memastikan diri melaju ke final Copa del Rey musim ini setelah mengalahkan Real Sociedad. Ini akan menjadi final ke-41 mereka di ajang tersebut, dengan catatan 20 kemenangan dan 20 kekalahan di final sebelumnya.

Sejak memasuki abad ke-21, Los Blancos sebenarnya tidak terlalu mendominasi Copa del Rey. Mereka baru tujuh kali mencapai final sejak tahun 2000, dengan kemenangan atas Barcelona dan Osasuna, tetapi juga mengalami kekalahan menyakitkan dari Deportivo, Zaragoza, dan Atletico Madrid.

Carlo Ancelotti kini tengah memburu sejarah. Jika dia berhasil membawa Madrid juara lagi, ini akan menjadi gelar Copa del Rey ketiganya sebagai pelatih Madrid setelah sukses pada 2014 dan 2023.

Saat ini, Ancelotti sejajar dengan Luis Molowny dan Paco Bru dalam daftar pelatih dengan jumlah final terbanyak untuk Madrid di kompetisi ini. Jika berhasil membawa pulang trofi, dia akan melampaui Miguel Munoz dan menjadi pelatih Madrid tersukses di Copa del Rey.