Real Madrid Pernah Hampir Rebut Andres Iniesta

Real Madrid rupanya pernah beberapa kali ingin merebut gelandang kreatif Andres Iniesta dari tangan klub Liga Spanyol Barcelona, tapi selalu gagal.
Berita Terkini - Real Madrid rupanya pernah beberapa kali ingin merebut gelandang kreatif Andres Iniesta dari tangan klub Liga Spanyol Barcelona, tapi selalu gagal.

Gilabola.com – Real Madrid rupanya pernah beberapa kali ingin merebut gelandang kreatif Andres Iniesta dari tangan klub Liga Spanyol Barcelona, tapi selalu gagal.

Andres Iniesta yang kini sudah resmi bermain di Liga Jepang baru saja mengungkapkan bahwa dirinya sempat beberapa kali didekati oleh kubu rival Real Madrid.

Pemain tengah asal Spanyol itu akan memulai babak baru dalam karirnya di akhir Piala Dunia di Rusia setelah bergabung dengan klub J.League, Vissel Kobe.

Bersama Barcelona, Iniesta yang merupakan jebolan akademi Barca, telah memenangkan sembilan gelar La Liga dan empat trofi Liga Champions.

Advertisement
advertisement
advertisement
Ratu Casino 77
Ratu Casino 77

Dengan demikian, pemain berusia 34 tahun itu memiliki banyak kesuksesan dengan klub Catalan tersebut, bahkan ketika ia menjadi pemain cadangan selama musim pertamanya di skuad utama. Jadi, kepindahan ke rivalnya Madrid jelas tidak mungkin.

“Ada beberapa momen ketika Madrid berada di sekitar saya, mencoba untuk merekrut saya,” Iniesta mengatakan dalam wawancara panjang lebar dengan El Hormiguero.

“Meski ada fakta bahwa [Madrid] menginginkan saya tapi tak pernah ada negosiasi soal kepindahan. Saya selalu jelas bahwa saya ingin terus di Barcelona.”

“Awalnya tidak mudah. ​​Ada pembicaraan untuk pergi ke tempat lain, tapi saya selalu lebih suka bermain 10 menit di sini daripada di tim lain.”

Iniesta mengakui dia telah mempertimbangkan untuk pergi dari Camp Nou selama 18 bulan terakhir dan telah memutuskan untuk mengambil tantangan baru di Jepang karena tahu fisiknya tak bisa mengikuti tuntutan di Barcelona.

“Saya pergi karena saya mengerti apa artinya berada di klub [Barcelona] ini dan tuntutannya yang sangat tinggi,” katanya. “Saya tidak mampu lagi mengejar tuntutan itu, dan itu adalah kenyataannya.”

“Ide untuk pergi muncul satu setengah tahun yang lalu, dan itu terjadi di kepala saya. Itu bukan keputusan mendadak. Hal itu selalu merupakan proses di mana Anda terbiasa dengan ide itu.”