Real Madrid Punya Uang Untuk Borong Kylian Mbappe & Erling Haaland Tahun Depan

Gilabola.com – Real Madrid telah banyak dikaitkan dengan rencana meremajakan Los Galacticos mereka dengan kedatangan Kylian Mbappe dan Erling Haaland musim panas mendatang, dan presiden La Liga Javier Tebas yakin raksasa ibukota Spanyol bisa melakukannya.

Presiden La Liga Javier Tebas yakin Real Madrid memiliki cukup uang untuk memborong Erling Haaland dan Kylian Mbappe di bursa transfer berikutnya, sembari juga melanjutkan kritikannya kepada Ligue 1 yang menurutnya merusak sepak bola secara finansial.

Selama musim panas lalu, Los Merengues mencoba mendatangkan penyerang internasional Prancis, tapi tiga tawaran mereka telah ditolak oleh Paris Saint-Germain, meski faktanya bahwa kontrak pemain berusia 22 tahun itu akan berakhir di akhir musim ini.

Advertisement
QQCepat
QQCepat
Totobet
Totobet
978Bet
978Bet

Sementara Kylian Mbappe sejauh ini tidak bersedia memperbarui kontraknya di Parc des Princes, diyakini bahwa dia berada dalam perjalanan menuju Real Madrid pada tahun 2022 mendatang, kemungkinan besar dengan status bebas transfer di akhir musim.

Selain pemenang Piala Dunia 2018 itu, juara Liga Champions 13 kali juga bertekad mendatangkan Erling Haaland yang klausul rilisnya di Borussia Dortmund senilai Rp 1,3 Trilyun akan aktif di musim panas mendatang, saat raksasa ibukota Spanyol membutuhkan suksesor bagi Karim Benzema.

Kini presiden La Liga Javier Tebas mengungkapkan mengapa Real Madrid bisa mendatangkan kedua bintang muda tersebut sekaligus, mengatakan, “Mereka telah menjual pemain hingga sekitar Rp 3,4 Trilyun. Mereka punya cukup uang untuk mendatangkan Kylian Mbappe dan Erling Haaland bersama-sama. Mereka tidak kehilangan uang. Selain itu, mereka telah menjual aset mereka.”

“Yang tidak bisa dimengerti adalah bahwa ada klub yang kehilangan Rp 6,8 Trilyun, menghabiskan Rp 8,4 Trilyun untuk gaji dan masih bisa menolak tawaran transfer seperti yang diberikan untuk Mbappe. Aturan sepak bola di Prancis gagal, mereka merugikan pasar Eropa. Sistem UEFA sangat buruk dan berantakan.”

AHABET
AHABET
HKINDO
HKINDO