Real Madrid Rasakan Pahitnya Ditolak Wonderkid Barcelona Ini

Real Madrid Rasakan Pahitnya Ditolak Wonderkid Barcelona Ini

Gila Bola – Real Madrid ternyata pernah merasakan pahitnya ditolak Konrad de la Fuente, pemain muda asal Amerika Serikat yang kini bersinar bersama rival abadinya, Barcelona.

Wonderkid berusia 19 tahun itu menikmati penampilan awalnya bersama skuad utama Blaugrana di bawah asuhan Ronald Koeman. Tapi, segalanya, bisa sangat berbeda kalau saja dulu – beberapa tahun lalu, ia memilih gabung ke akademi El Real ketimbang La Masia.

Saat ini, Konrad sudah muncul dalam tiga pertandingan persahabatan selama musim panas ini. Ia pun mendapat pujian setinggi langit dari sang pelatih, yang menganggapnya sebagai pemain muda yang paling menawan hatinya sejauh ini.

Namun, siapa sangka, saat ia masih berusia 11 tahun, pemain muda kelahiran Miami itu, punya peluang besar untuk gabung Real Madrid.

Advertisement
RatuCasino77
RatuCasino77
SBOTOP
SBOTOP

Keluarga De La Funte pindah ke kota Barcelona dan bekerja di Kedubes Haiti di ibukota Spanyol. Sang ayah memilih untuk menetap di wilayah Catalan walau dia harus mondar-mandir ke Madrid saban hari.

Sementara Konrad, memulai karir sepak bolanya dengan bergabung ke Escuela TecnofĂștbol (Sekolah Sepak Bola Marcet). Dia tak pernah tahu bahwa saat itu, lewat Marcel Sans dan Isaac GarcĂĄ Conejo, Barca sudah memantau permainannya.

Berikutnya, Konrad gabung ke Damm, sebuah tim sepak bola yunior yang disegani di ibukota Catalan tersebut. Diungkapkan Sport, penampilannya di klub itupun terus berkembang, dan Barca akhirnya memutuskan untuk merekrutnya.

Di saat yang sama, Real Madrid juga mencoba untuk memboyongnya. Mereka dekati sang ayah, yang diketahui habiskan hari-harinya bekerja di kota Madrid, dan sodorkan tawaran bagus untuk Konrad, yang juga akan membuat mereka sekeluarga hijrah ke ibukota – dekat dengan kantor sang ayah.

Setelah mempertimbangkannya, Konrad dan keluarganya – penyerang/winger internasional Timnas Amerika Serikat U-20 tersebut masih berusia 11 tahun saat itu, memutuskan untuk lanjut merintis karirnya di Barca.

Alasannya, proyek yang ditawarkan sangat menyenangkan dan berhasil membujuk mereka untuk tetap tinggal di Barcelona, sebuah kota yang sudah mereka anggap seperti rumah sendiri di Spanyol, karena cuacanya yang lebih bak dan berdekatan dengan laut yang terus mengingatkan mereka pada Miami dan Karibia.

Terbukti, itu menjadi keputusan yang tepat bagi mereka. Karena sejak saat itu, permainan sepak bola Konrad terus berkembang melalui akademi Barca. Kini, dia membela tim B, tapi sudah terlibat dalam laga pramusim bersama skuad utama.

Pada usia 19 tahun, Konrad memiliki masa depan yang membentang luas di hadapannya. Alih-alih memilih Real Madrid, ia baru-baru ini malah teken kontrak baru untuk tetap bersama klub raksasa Catalan tersebut. Di lapangan, Konrad beroperasi sebagai winger, dia bisa bermain cepat dan juga bisa bermain sebagai nomor sembilan di masa depan.

Ronald Koeman sendiri mengaku sebagai penggemar berat Konrad, dan ia sudah banyak membicarakan pemain itu usai pertandingan kontra Girona.

Namun, hal paling logis bagi Konrad sekarang, adalah kembali ke tim B. Di tim itu dia bisa bermain secara reguler – di luar pusat perhatian, meskipun debut resminya bersama skuad utama tak boleh diabaikan.