Real Madrid dikabarkan ikut meramaikan persaingan untuk mendapatkan gelandang Newcastle United, Sandro Tonali. Klub raksasa Liga Spanyol itu bahkan mengirim pemandu bakat ke Stadion St James’ Park pada Sabtu malam. Awalnya perjalanan tersebut disebut sebagai upaya memantau kekuatan Manchester City menjelang pertemuan kedua tim di Liga Champions.
Namun belakangan terungkap bahwa kunjungan tersebut sebenarnya memiliki “misi ganda”, karena pemain timnas Italia itu juga masuk dalam daftar target transfer Madrid untuk musim panas mendatang.
Tonali, yang kini berusia 25 tahun, tampil sebagai pemain kunci ketika Newcastle kalah 1-3 dari Manchester City dalam pertandingan tersebut.
Walau perwakilan Real Madrid hadir untuk mengamati permainan tim asuhan Pep Guardiola, mereka juga secara khusus memperhatikan penampilan Tonali. Laporan dari The Sun menyebutkan bahwa Newcastle mulai bersiap menghadapi persaingan besar dari klub-klub peminat, dengan nilai transfer mantan pemain AC Milan itu diperkirakan bisa mencapai £100 juta atau sekitar Rp2 triliun.
Real Madrid bukan satu-satunya klub elite Eropa yang tertarik pada Tonali. Arsenal juga disebut memantau situasinya dengan serius.
Agen sang pemain, Beppe Riso, bahkan terlihat berada di tribun saat Arsenal meraih kemenangan atas Brighton dalam salah satu pertandingan terakhir mereka. Klub asal London Utara itu memandang Tonali sebagai solusi jangka panjang di lini tengah tim asuhan Mikel Arteta.
Namun untuk merekrutnya dari Newcastle, Arsenal kemungkinan harus mengeluarkan dana dalam jumlah sangat besar, bahkan berpotensi memecahkan rekor transfer pemain gelandang di Inggris.
Selain itu, Manchester United juga dikabarkan memasukkan Tonali dalam daftar kandidat pengganti Casemiro. Dengan banyaknya klub yang memantau situasi tersebut, Newcastle menghadapi tantangan berat untuk mempertahankan salah satu pemain penting mereka. Situasi ini semakin rumit karena performa tim di kompetisi domestik sedang kurang stabil dan mereka berada cukup jauh dari posisi zona Eropa di klasemen Premier League.
Meski banyak rumor beredar, manajemen Newcastle tetap bersikap tegas. Para petinggi klub menolak anggapan bahwa mereka adalah klub yang siap menjual pemain bintangnya. Mereka juga menegaskan belum menetapkan harga resmi untuk Tonali.
Newcastle sangat ingin menghindari kejadian serupa dengan kasus Alexander Isak. Pada bursa transfer musim panas 2025, striker asal Swedia itu pindah ke Liverpool dengan nilai transfer rekor pada hari terakhir jendela transfer, yang membuat skuad The Magpies kekurangan opsi di lini depan.
Tonali sendiri sempat berbicara terbuka mengenai masa depannya di Newcastle. Ia mengakui bahwa dalam sepak bola sulit membuat rencana jangka panjang.
Ia mengatakan:
“Ini pertanyaan yang sulit, karena dalam sepak bola kita harus memikirkan musim demi musim. Musim panas lalu cukup berat bagi kami, khususnya untuk Alex (Isak), tetapi itulah sepak bola. Jika ada kesempatan besar dalam hidup atau dari klub lain, tentu semuanya harus dipertimbangkan. Saya tidak ingin mengatakan ingin bertahan di sini sepuluh tahun, tetapi saat ini saya bahagia di sini. Saya juga tidak memikirkan klub lain.”
Pelatih Eddie Howe tetap memberikan dukungan penuh kepada Tonali, terutama setelah pemain itu menjalani hukuman larangan bermain selama sepuluh bulan akibat kasus taruhan.
Howe sebelumnya menegaskan bahwa klub tidak pernah memiliki niat melepas gelandang tersebut.
“Sama sekali tidak ada rencana dari kami untuk kehilangan Sandro. Dia sangat bahagia di sini, menyukai bermain untuk Newcastle dan juga menyukai kotanya. Saya berbicara dengannya kemarin dan fokusnya hanya pada tim ini. Tidak ada masalah dengan Sandro. Dia bahagia dan berkomitmen,” ujar Howe.
Setelah kekalahan 1-3 dari Manchester City, Newcastle harus segera bangkit dan kembali fokus pada perjalanan mereka di Premier League serta kompetisi Liga Champions.
The Magpies tidak memiliki banyak waktu untuk meratapi hasil tersebut karena mereka akan menghadapi pertandingan babak 16 besar melawan raksasa Spanyol, Barcelona. Sementara itu, Real Madrid kini sepenuhnya mengalihkan perhatian mereka ke duel besar Liga Champions melawan Manchester City.

