Gilabola.com – Real Madrid memastikan tidak akan memecat Xabi Alonso meski kembali kalah dari Barcelona, kali kelima dalam enam pertemuan terakhir, termasuk tiga laga final. Kekalahan terbaru itu terjadi di final Supercopa de Espana yang digelar di Arab Saudi, Minggu malam waktu setempat.
Los Blancos sebenarnya sempat memutus tren buruk saat menaklukkan Barcelona 2-1 di LaLiga awal musim ini. Namun dominasi Barcelona kembali terasa ketika pasukan Hansi Flick menang 3-2 di partai final Supercopa, meski Real Madrid sempat mendapat perlawanan lewat gol spektakuler Vinicius Jr.
Tekanan Awal Musim untuk Xabi Alonso
Xabi Alonso baru mengambil alih kursi pelatih Real Madrid pada musim panas lalu, menggantikan Carlo Ancelotti. Namun belum genap satu musim, posisinya sempat disorot tajam pada akhir 2025.
Rentetan hasil kurang meyakinkan, dengan hanya dua kemenangan dari delapan laga antara 4 November hingga 10 Desember, membuat spekulasi pemecatan merebak di Spanyol. Bahkan, menurut laporan sebelumnya, hasil Supercopa disebut-sebut bisa menjadi penentu masa depan Alonso.
Real Madrid memang lolos ke final usai menyingkirkan Atletico Madrid, tetapi kegagalan meraih trofi kembali memunculkan pertanyaan besar: apakah kekalahan dari Barcelona akan mengakhiri era Alonso?
Jawabannya tegas: tidak!
Evaluasi, Bukan Pemecatan
Jurnalis AS, Jose Felix Diaz, menyebut posisi Xabi Alonso tidak berada dalam bahaya. Menurutnya, manajemen klub memilih melakukan evaluasi menyeluruh ketimbang mengambil langkah ekstrem.
“Terlepas dari kekalahan melawan Barcelona, pekerjaan pelatih tidak dalam ancaman. Ini adalah waktu untuk menganalisis dan mencari solusi atas masalah tim,” tulis Diaz.
Ia menambahkan bahwa performa Real Madrid di Supercopa justru memberi Alonso kesempatan untuk tetap melanjutkan pekerjaannya. Tidak ada ultimatum yang diberikan, karena klub menilai performa tim masih membuka peluang untuk perbaikan, bukan sekadar menyalahkan pelatih.
Di internal Valdebebas, keyakinan masih terjaga bahwa musim ini bisa diselamatkan, asalkan masalah utama tim segera ditangani.
Masalah Fisik Jadi Fokus Utama
Alih-alih memecat Xabi Alonso, Real Madrid kini memusatkan perhatian pada persoalan kebugaran pemain. Cedera kembali menjadi musuh utama musim ini.
Dalam setiap pertandingan, selalu ada pemain yang tumbang. Ferland Mendy mengalami cedera di semifinal, sementara Dean Huijsen mengalami masalah otot serius di partai final.
Kembalinya Niko Mihić ke departemen medis menjadi salah satu langkah awal. Staf pelatih juga dituntut menemukan formula tepat untuk meningkatkan kondisi fisik skuad, dengan dukungan penuh dari klub.
“Prioritas utama, tanpa ragu, adalah peningkatan fisik dan menghentikan badai cedera yang terus menghantam skuad Real Madrid,” lanjut Diaz.
Bursa Transfer Januari Tetap Ditutup
Meski ada opsi memberikan ‘suntikan’ pemain baru untuk membantu Xabi Alonso, Real Madrid tetap pada pendiriannya soal bursa transfer Januari. Klub menilai jendela musim dingin jarang memberikan nilai sepadan dengan biaya yang dikeluarkan.
Selain itu, pemain yang datang di tengah musim kerap membutuhkan waktu adaptasi, sehingga dampaknya dinilai minim.
Diaz menegaskan bahwa hingga saat ini, Real Madrid tidak berencana merekrut pemain baru di bulan Januari. Klub juga tidak terlalu menggantungkan harapan pada akademi, meski beberapa pemain muda akan tampil di Copa del Rey melawan Albacete. Satu-satunya nama yang sudah masuk rencana tim utama adalah Gonzalo Garcia.
Kekalahan dari Barcelona memang menyakitkan, apalagi di laga final, tetapi memecat pelatih di tengah musim tidak selalu menjadi solusi. Jika masalah utama benar-benar terletak pada kondisi fisik pemain, maka memperbaiki fondasi tim bisa menjadi langkah yang lebih masuk akal daripada sekadar mengganti sosok di pinggir lapangan.

