Gilabola.com – Barcelona hanya membutuhkan dua kemenangan lagi untuk menjadi tim pertama di La Liga sejak musim 1985-86 yang mampu menutup musim dengan rekor kandang sempurna.
Pasukan Hansi Flick berpeluang menjadi tim pertama sejak kompetisi kasta tertinggi Spanyol menggunakan format 20 klub yang mampu memenangkan seluruh 19 pertandingan kandang dalam satu musim. Catatan tersebut berpotensi menjadi salah satu musim terbaik secara statistik dalam sejarah liga.
Real Madrid era “La Quinta del Buitre” sebelumnya mencatat rekor sempurna di kandang pada musim 1985-86. Namun saat itu mereka hanya memainkan 17 laga kandang. Barcelona kini sudah menyamai jumlah kemenangan tersebut dan bisa menciptakan rekor baru jika mampu memenangkan dua pertandingan kandang tersisa.
Daftar Rekor Kandang Sempurna di La Liga
| Musim | Tim | Kemenangan |
|---|---|---|
| 2025-26 | Barcelona | 17* |
| 1985-86 | Real Madrid | 17 |
| 1962-63 | Los Blancos | 15 |
| 1959-60 | Blaugrana | 15 |
| 1959-60 | Real Madrid | 15 |
| 1958-59 | Barcelona | 15 |
| 1956-57 | Sevilla | 15 |
| 1952-53 | Barcelona | 15 |
| 1948-49 | Barcelona | 13 |
| 1935-36 | Athletic Club | 11 |
| 1933-34 | Athletic Club | 9 |
*musim sedang berlangsung
Jika berhasil, itu akan menjadi kedua kalinya Blaugrana menutup musim dengan rekor kandang sempurna setelah sebelumnya melakukannya pada musim 1959-60.
Kekalahan 2-3 dari Villarreal pada laga kandang terakhir musim 2024-25 menjadi momen terakhir mereka kehilangan poin di kandang dalam liga. Pertandingan itu berlangsung tiga hari setelah tim asuhan Flick memastikan gelar juara Spanyol.
Sejak saat itu, Barcelona selalu meraih kemenangan meski sempat menghadapi ketidakpastian terkait stadion kandang mereka.
Bermain di Tiga Stadion Berbeda
Keterlambatan renovasi membuat Barcelona belum bisa kembali ke Camp Nou pada awal musim 2025-26 sesuai rencana awal.
Karena Estadi Olímpic Lluis Companys yang menjadi markas mereka selama dua musim terakhir digunakan untuk acara lain, Blaugrana harus memainkan dua laga kandang pertama musim ini di Estadi Johan Cruyff yang berkapasitas 6.000 penonton.
Setelah itu mereka kembali bermain di Montjuïc dan menjalani tiga pertandingan kandang liga di Lluis Companys sebelum akhirnya pulang ke Camp Nou pada akhir November. Di stadion tersebut mereka mencatat 11 kemenangan beruntun di liga.
Tim besutan Flick tetap tampil konsisten tanpa terpengaruh stadion yang digunakan musim ini. Hal itu menjadi bukti kualitas dan kestabilan performa mereka sepanjang musim.
Rekor Kandang Barcelona di La Liga 2025-26
| Stadion | Lawan | Hasil |
|---|---|---|
| Estadi Johan Cruyff | Valencia | 6-0 |
| Estadi Johan Cruyff | Getafe | 3-0 |
| Estadi Olímpic Lluis Companys | Real Sociedad | 2-1 |
| Estadi Olímpic Lluis Companys | Girona | 2-1 |
| Estadi Olímpic Lluis Companys | Elche | 3-1 |
| Camp Nou | Athletic Club | 4-0 |
| Camp Nou | Alavés | 3-1 |
| Camp Nou | Atlético Madrid | 3-1 |
| Camp Nou | Osasuna | 2-0 |
| Camp Nou | Real Oviedo | 3-0 |
| Camp Nou | Mallorca | 3-0 |
| Camp Nou | Levante | 3-0 |
| Camp Nou | Villarreal | 4-1 |
| Camp Nou | Sevilla | 5-2 |
| Camp Nou | Rayo Vallecano | 1-0 |
| Camp Nou | Espanyol | 4-1 |
| Camp Nou | Celta Vigo | 1-0 |
El Clasico Jadi Penentu
Untuk menciptakan sejarah dan menutup musim dengan rekor kandang sempurna, Barcelona harus mengalahkan rival abadinya, Real Madrid, dalam El Clasico terakhir musim ini. Laga tersebut juga menjadi El Clasico pertama di Camp Nou dalam lebih dari tiga tahun.
Kemenangan pada pertandingan yang berlangsung 10 Mei pukul 21.15 WIB itu juga akan memastikan gelar juara La Liga bagi Blaugrana. Jika mampu menaklukkan rivalnya tersebut, tim Flick hanya perlu mengalahkan Real Betis sepekan kemudian demi menyempurnakan musim kandang mereka.
Los Blancos dipastikan akan berusaha menggagalkan ambisi pemecahan rekor tersebut. Namun tuan rumah punya modal kepercayaan diri tinggi setelah memenangkan lima dari enam El Clasico sejak Flick menangani tim.
Rekor kandang sempurna bukan satu-satunya target Barcelona musim ini. Mereka juga berpeluang menjadi tim ketiga dalam sejarah La Liga yang mampu mencapai 100 poin, sesuatu yang terakhir dilakukan Barcelona era Tito Vilanova pada musim 2012-13.
Musim 2025-26 berpotensi menjadi akhir yang sempurna bagi Blaugrana karena skuad asuhan Hansi Flick memiliki kesempatan menempatkan diri sebagai salah satu tim terbaik yang pernah tampil di La Liga.

