Gilabola.com – Rodrygo Goes, mengaku kesalahannya yang merugikan timnya, meminta maaf usai kartu merahnya berperan dalam kekalahan 4-2 Real Madrid dari Benfica di Liga Champions pada Kamis (29/1) dini hari WIB.
Madrid sebenarnya tampil dengan ambisi untuk setidaknya meraih satu poin di Lisbon, yang akan cukup untuk membawa mereka lolos otomatis ke babak 16 besar Liga Champions.
Tapi, Madrid justru kesulitan mengimbangi tempo permainan tuan rumah, terutama ketika Benfica mampu memanfaatkan celah di lini pertahanan lewat transisi cepat yang efektif. Lini belakang tim tamu pun kocar-kacir.
Kylian Mbappe sebenarnya sudah mencetak dua gol, tapi kurangnya daya juang dan lemahnya pertahanan membuat Madrid tertinggal 3-2 memasuki masa injury time babak kedua.
Di momen krusial ini, justru malah Madrid makin apes. Raul Asencio menerima kartu kuning kedua karemna tekel kerasnya, sebelum Rodrygo menerima masalah yang sama kartu protesnya, membuat Madrid hanya bermain dengan sembilan poin.
Apa yang terjadi? Butuh gol, malah harus dikurangi dua pemain, Madrid malah akhirnya kebobolan gol tambahan di masa injury time, dan kekalahan 4-2 mendepak mereka dari zona lolos otomatis ke 16 besar.
Statistik Rodrygo Musim Ini
- Total penampilan : 25
- Gol : 3
- Assist : 6
- Menit bermain : 1.058
Permintaan Maaf Rodrygo
Rodrygo, yang menyadari kesalahannya, kini menyampaikan permintaan maaf terbuka kepada para pendukung Real Madrid, mengaku bahwa dia terbawa emosi saat dia memprotes karena tim lawan terlalu mengulur-ulur waktu.
Penyerang berusia 25 tahun itu mengklaim bahwa tindakan itu tidak mencerminkan dirinya sembari menyadari konsekusensi dari kartu merahnya, baik secara tim maupun secara pribadi.
Terlepas dari kesalahan itu, peran Rodrygo tetap vital bagi Madrid. Sebelum kekalahan di Lisbon, dia adalah salah satu pemain paling konsisten dan memberi dampak positif bagi permainan Los Blancos.
Setelah awal yang sulit, performa Rodrygo belakangan mulai mengalami peningkatan baik dalam menciptakan peluang atau pergerakan tanpa bola untuk membuka ruang bagi rekan-rekannya.
Opini Gilabola
Kekalahan di Lisbon sudah berlalu, tidak ada gunanya meratapinya. Kini, yang paling penting bagaimana Rodrygo dan Real Madrid belajar satu pelajaran penting, bahwa gagal mengendalikan emosi bisa berakhir buruk bagi mereka.
Madrid dan Rodrygo kini perlu fokus untuk laga berikutnya melawan Rayo Vallecano, dan kegagalan di Liga Champions harus jadi cambuk pelecut bahwa bakat teknik tanpa kedisiplinan dan kerja keras bisa sia-sia.

