Atletico Madrid akhirnya menutup jendela transfer musim panas 2026 dengan perubahan besar di dalam skuad. Antoine Griezmann pergi, sejumlah pemain dilepas atau dipinjamkan, sementara nama-nama baru berdatangan untuk membawa tim Diego Simeone ke level yang lebih tinggi.
Musim lalu Atletico memang mampu tampil bagus di kompetisi piala, tetapi mereka tidak pernah benar-benar terlibat dalam persaingan gelar La Liga 2025/26. Situasi itu membuat klub merasa perubahan dibutuhkan jika ingin mengubah konsistensi menjadi persaingan gelar yang nyata.
Dan kali ini pertanyaannya, apakah Atletico sudah siap bersaing dengan duo raksasa Liga Spanyol, Real Madrid dan Barcelona?
Tapi kami memberikan nilai 8 dari 10, angka ini layak diberikan untuk aktivitas Atletico Madrid pada bursa transfer musim panas ini. Berikut alasannya!
Perombakan Besar Atletico Madrid
Kepergian Griezmann menjadi perubahan paling emosional. Penyerang asal Prancis tersebut meninggalkan Atletico sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah klub setelah menjalani dua periode bersama Los Rojiblancos.
Griezmann juga menjadi bagian penting dari perjalanan Atletico selama lebih dari satu dekade, termasuk ketika mereka dua kali mencapai final Liga Champions. Namun klub akhirnya memilih membuka babak baru.
Matteo Ruggeri, Thiago Almada, Nahuel Molina, dan Julio Diaz juga meninggalkan klub sebagai bagian dari penyegaran skuad. Atletico kemudian meminjamkan Jose Maria Gimenez, Thomas Lemar, Clement Lenglet, serta Horatiu Moldovan untuk memberikan ruang, termasuk dalam struktur gaji.
Langkah tersebut memberi Atletico kesempatan mengalihkan sumber daya untuk mendatangkan pemain yang memang dibutuhkan Simeone.
Nama terbesar yang masuk adalah Cristian Romero.
Bek internasional Argentina sekaligus juara Piala Dunia itu datang dari Tottenham setelah lima musim di London Utara. Selama periode tersebut, Romero mencatatkan 156 penampilan dan mencetak 13 gol.
Bagi Atletico, kedatangannya bukan sekadar menambah pilihan di lini belakang. Romero dianggap mampu memberikan agresivitas, dominasi udara, kepemimpinan, serta suara yang dibutuhkan sebuah pertahanan yang kehilangan Jose Maria Gimenez untuk sementara.
Simeone sendiri melihat intensitas, kemampuan membaca permainan, dan kapasitas Romero untuk mengangkat level pemain di sekitarnya sebagai bagian penting dari kecocokannya dengan sistem Atletico.
Dalam skuad yang sedang memasuki fase baru setelah Griezmann pergi, Romero bisa menjadi figur yang memberikan fondasi lebih kuat.
Grimaldo dan Hjulmand Tambah Kualitas
Atletico juga berhasil mengatasi persoalan di posisi bek kiri melalui perekrutan Alejandro Grimaldo dari Bayer Leverkusen.
Bek kelahiran Valencia tersebut didatangkan dengan biaya yang dijamin sebesar €15 juta, ditambah €8 juta dalam bentuk bonus berdasarkan performa. Di usia 30 tahun, Grimaldo membawa pengalaman, kecerdasan taktis, serta pemahaman terhadap sepak bola Spanyol setelah sebelumnya berada di tim muda Barcelona.
Kemampuan membantu serangan, mengirimkan umpan silang, sekaligus bertahan dalam duel satu lawan satu membuatnya dinilai cocok dengan kebutuhan Simeone.
Grimaldo memang bukan pilihan pertama. Atletico sebelumnya gagal mendapatkan Marc Cucurella yang akhirnya pindah ke Real Madrid. Namun hasil akhirnya tetap cukup positif karena mereka mendapatkan pemain berpengalaman untuk sektor tersebut.
Di lini tengah, Morten Hjulmand direkrut untuk memberikan kontrol tambahan. Sementara Lee Kang-in hadir dengan kreativitas dan kemampuan menciptakan perbedaan di area serangan.
Atletico juga mendapatkan Jonathan David dengan status pinjaman dari Lille. Kehadirannya penting untuk memberikan opsi di lini depan ketika situasi Julian Alvarez belum sepenuhnya tenang dan Alexander Sorloth mengalami masalah cedera.
Julian Alvarez Akhirnya Bertahan
Salah satu kemenangan terbesar Atletico justru bukan pemain baru, melainkan pemain yang berhasil mereka pertahankan.
Julian Alvarez menjadi pusat spekulasi sepanjang musim panas. Barcelona dan Arsenal sama-sama menunjukkan minat kuat terhadap pemain Argentina tersebut. Atletico bahkan mengeluarkan sejumlah pernyataan yang menutup kemungkinan Alvarez dijual ke Barcelona, sementara Simeone juga tidak bergeser dari sikapnya.
Situasinya sempat memanas. Alvarez melewatkan sesi latihan dan menghadapi tekanan dari pendukung Atletico.
Pada akhirnya, sang pemain memilih bertahan.
Keputusan tersebut membuat Atletico mampu mempertahankan salah satu aset paling penting mereka ketika klub-klub elite Eropa datang mengetuk. Jika Alvarez mampu menyelesaikan perbedaannya dengan klub dan kembali memberikan komitmen penuh, kekuatan Atletico bisa meningkat jauh dibanding musim sebelumnya.
Di sinilah seluruh proyek musim panas Atletico akan diuji.
Romero harus cepat menyatu dengan pertahanan. Grimaldo perlu memberikan kualitas yang diharapkan di sisi kiri. Hjulmand dituntut membantu mengontrol permainan, sedangkan Lee Kang-in dan Jonathan David harus menambah variasi serangan.
Namun semua itu akan terasa jauh lebih berarti apabila Alvarez kembali sepenuhnya ke dalam rencana Simeone.

