Ronald Koeman Tertantang Buktikan Barcelona Tak Salah Pertahankannya

Gilabola.com – Ronald Koeman hadapi tantangan besar di Barcelona dan harus buktikan bahwa tim Catalan itu tak salah mempertahankannya untuk jadi pelatih kepala musim depan.

Presiden Barca, Joan Laporta, sebelumnya mengonfirmasikan, Koeman akan terus mengasuh klubnya dan penuhi kontraknya yang baru akan berakhir di penghujung musim 2021/22. Pelatih asal Belanda itu sendiri hadapi berbagai kritik setelah Barcelona gagal merebut gelar juara La Liga musim lalu.

Koeman pun bakal hadapi tuntutan yang lebih besar musim depan, di mana dia harus mengevaluasi berbagai kesalahan yang dilakukannya musim lalu, yang tentunya tidak sedikit.

Advertisement
QQCepat
QQCepat
TOTOBET
TOTOBET

Apalagi, Ronald Koeman kerap dikritik karena dinilai salah taktik. Pelatih yang juga mantan pemain Barca di era 1989 – 1995 itu sudah mencoba banyak sistem sejak ia kembali ke Camp Nou pada tahun 2020, mulai dari 4-3-2-1 lalu beralih ke 4-3-3.

Hingga akhirnya, ia mengawinkan skema 3-5-2 yang, dengan satu cara, telah ‘membangkitkan’ Barca di pertengahan musim, walaupun itu tidak cukup bagi Barca untuk amankan dua gelar, setelah mereka kantongi Copa del Rey. Pasalnya, Blaugrana tak punya tenaga ekstra dan motivasi lebih untuk benar-benar amankan gelar juara liga musim lalu.

Channel Gilabola di Youtube

Lalu, pergantian pemain dan keputusan yang diambilnya saat Barca hadapi momen buruk – seperti di laga melawan Granada, Levante dann Celta Vigo, juga tak bisa dipahami para pecinta Blaugrana. Peran – dan juga sosok Koeman pun banyak dipertanyakan para suporter.

Namun, alih-alih menggantinya dengan pelatih lain, Laporta memilih untuk mempertahankan pelatih 58 tahun itu. Kini, Ronald Koeman mendapat kesempatan emas dan lebih banyak alternatif untuk mengubah Barca menjadi tim yang memang tak pernah kehilangan ambisi untuk bersaing.

Sementara berlibur, Korman juga mulai memikirkan rencananya untuk musim depan, sembari terus memperhatikan pergerakan di Barcelona yang tak sedikit. Pada kesempatan ini, bersama Laporta segalanya sangat berbeda dan mantan pelatih Timnas Belanda itu punya ‘alat’ untuk meningkatkan timnya, yang dimulainya dengan pemain (yang di antaranya sudah dia minta sejak datang ke Camp Nou musim panas lalu).

Selain menunggu Memphis Depay (yang dikabarkan sudah semakin dekat) dan Georginio Wijnaldum (dengan situasi yang lebih rumit), Koeman menyambut kedatangan Eric García, Sergio Agüero dan Emerson Royal untuk memperkuat timnya musim depan.

Tambahan tiga pemain baru itu akan berguna untuk memperkuat dua lini yang mendapat sorotan musim lalu, yakni pertahanan dan lini serang. Ronald Koeman kini punya pemain berkualitas papan atas yang bisa menjadi kunci bagi skuad Blaugrana untuk kembali menyentuh langit, baik di sepak bola Spanyol maupun Eropa.

Koeman tak berhenti sampai di situ, karena pelatih kelahiran Zaandam itu tahu betul, skuadnya butuh bek kiri baru yang sangat dibutuhkan untuk memberi persaingan untuk Jordi Alba. Apalagi Junior Firpo tak bermain sesuai harapan tim Catalan tersebut.

Koeman juga diperkirakan akan ‘meminta’ striker baru dan mempromosikan hengkangnya sejumlah pemain yang tak mendapat tempat dalam proyeknya di musim depan.

Harus Punya Rencana yang Efektif
Dengan tambahan maupun pelepasan beberapa pemain, Ronald Koeman akhirnya akan bisa penuhi tuntutan klub dan tunjukkan bahwa dia juga bisa menjadi pahlawan Blaugrana, sekali lagi, seperti yang pernah dia lakukan di Wembley pada tahun 1992, dan kali ini dari bangku cadangan.

Pada pertengahan Juli 2021, di saat para pemain sudah mulai bergabung kembali, maka Koeman akan duduk bersama staf teknisnya dan bekerja secara mendalam di era Barca yang baru.

Tentu saja, seperti diungkapkan Barca Noticias, Koeman wajib tinggalkan kesalahannya di musim lalu, karena kali ini dia tak akan punya ‘alasan’ bahwa klub tak memberinya pemain yang diinginkannya.

Tekanan terhadap Ronald Koeman, seperti biasa, akan berlangsung maksimal. Namun,  sekarang dia tahu kelanjutan karirnya di Catalan (setelah musim 2021/22) akan sangat tergantung pada performa timnya dan gelar yang mereka kantongi. Setelah itu, dia tak punya kontrak yang melindunginya.

AHABET
AHABET