Gilabola.com – Real Madrid secara resmi mengumumkan perpisahan dengan Xabi Alonso pada Senin waktu setempat, hanya sehari setelah kekalahan menyakitkan dari Barcelona di final Piala Super Spanyol. Klub ibu kota Spanyol itu langsung menunjuk Alvaro Arbeloa sebagai pelatih baru tim utama.
Keputusan tersebut diambil berdasarkan kesepakatan bersama antara klub dan Alonso. Pelatih asal Basque itu meninggalkan Santiago Bernabeu setelah menangani Los Blancos kurang dari delapan bulan sejak ditunjuk pada Juni lalu.
Kekalahan dari Barcelona Jadi Pemicu
Dalam pernyataan resminya, Real Madrid menyebut masa kerja Xabi Alonso sebagai pelatih tim utama telah berakhir melalui kesepakatan bersama. Tak lama berselang, Madrid mengumumkan Alvaro Arbeloa sebagai pengganti, meski tanpa menyebutkan durasi kontrak pelatih berusia 42 tahun tersebut.
Alonso menjalani laga terakhirnya saat Madrid kalah 2-3 dari Barcelona yang dilatih Hansi Flick di Arab Saudi pada Minggu. Kekalahan itu membuat Madrid harus puas menjadi runner-up Piala Super Spanyol dan menjadi titik akhir perjalanan Alonso bersama klub.
Secara klasemen, Real Madrid saat ini berada di posisi kedua La Liga, tertinggal empat poin dari Barcelona. Namun, performa yang naik-turun membuat manajemen merasa perlu mengambil langkah tegas.
Arbeloa Naik Kelas dari Castilla
Alvaro Arbeloa bukan sosok asing di Valdebebas. Sejak Juni 2025, ia menangani Real Madrid Castilla dan sebelumnya telah membangun karier kepelatihannya di akademi klub sejak 2020.
Laga perdana Arbeloa sebagai pelatih tim utama akan berlangsung pada Rabu WIB, saat Real Madrid bertandang ke markas Albacete, tim kasta kedua Spanyol, di babak 16 besar Copa del Rey.
Sebagai pemain, Arbeloa mencatatkan 238 penampilan bersama Real Madrid antara 2009 hingga 2016. Ia meraih dua gelar Liga Champions dan satu gelar La Liga, di antara berbagai trofi lainnya.
Di level internasional, Arbeloa juga bagian dari generasi emas Spanyol yang menjuarai Piala Dunia 2010 serta Piala Eropa 2008 dan 2012. Ia pernah bermain bersama Xabi Alonso baik di klub maupun tim nasional.
Profil Alvaro Arbeloa
- Usia: 42 Tahun (17/01/1983)
- Tempat Lahir: Salamanca
- Warga Negara: Spanyol
- Masa Kepelatihan: 1,6 Tahun
- Formasi Favorit: 4-3-3 Menyerang
Statistik Kepelatihan Alvaro Arbeloa
Kompetisi Primera Federacion – Grupo 1
- Pertandingan: 19x
- Menang: 10
- Seri: 1
- Kalah: 8
- Poin: 31
Premier League International Cup U21
- Pertandingan: 4x
- Menang: 2
- Seri: 2
- Kalah: –
- Poin: 8
Perjalanan Singkat Xabi Alonso
Xabi Alonso datang ke Real Madrid pada Juni lalu untuk menggantikan Carlo Ancelotti. Ia menandatangani kontrak berdurasi tiga musim setelah sukses membawa Bayer Leverkusen menjuarai Bundesliga 2024.
Namun, masa kerjanya di Bernabeu tidak berjalan mulus. Madrid sempat dihantam kekalahan telak 0-4 dari Paris Saint-Germain pada semifinal Piala Dunia Antarklub di Juli, lalu dibantai Atletico Madrid 2-5 pada September.
Meski kemenangan atas Barcelona di El Clásico bulan Oktober sempat memberi harapan, konsistensi tetap menjadi masalah. Presiden Florentino Perez disebut belum sepenuhnya yakin dengan pendekatan modern yang ingin diterapkan Alonso.
Alonso dikenal diangkat karena kecerdasan taktiknya, berbeda dengan Ancelotti yang dikenal unggul dalam manajemen pemain. Di awal masa jabatannya, Alonso bahkan menyebut era “rock’n’roll” akan segera dimulai, namun gaya bermain atraktif itu tak pernah benar-benar terwujud.
Tekanan, Cedera, dan Retaknya Hubungan
Madrid sempat terpuruk dalam periode sulit akibat krisis cedera. Kekalahan kandang dari Celta Vigo, kekalahan tandang melawan Liverpool di Eropa, serta sejumlah hasil imbang domestik menambah tekanan.
Beberapa ide taktik Alonso, termasuk pressing tinggi, perlahan menghilang. Media Spanyol juga melaporkan adanya ketegangan dengan sejumlah pemain bintang.
Vinicius Junior dan Rodrygo Goes mengalami penurunan performa, bahkan melewati beberapa bulan tanpa mencetak gol. Meski Kylian Mbappe tampil tajam dan menjadi top skor La Liga, hal itu tak cukup menutup masalah tim secara keseluruhan.
Alonso sempat berada di ambang pemecatan pada akhir 2025, tetapi lima kemenangan beruntun menyelamatkan posisinya sementara. Kekalahan dari Manchester City di Liga Champions pada Desember nyaris mengakhiri segalanya, namun penampilan Madrid dianggap cukup membaik sehingga Alonso diberi waktu tambahan.
Kekalahan dari Barcelona di Jeddah akhirnya menjadi batas akhir. Madrid dan Alonso sepakat mengakhiri kerja sama.
Di media sosial, Kylian Mbappe menyampaikan pesan perpisahan. Ia menyebut masa kerja Alonso singkat, namun penuh pembelajaran, dan memuji kejelasan ide serta pengetahuan sepak bola sang pelatih.
Ekspektasi di Bernabeu selalu menuntut hasil instan, dan Alonso datang pada fase transisi yang tidak mudah. Penunjukan Alvaro Arbeloa adalah pilihan aman, sarat nuansa internal klub, sekaligus taruhan berani. Kini, sorotan akan tertuju pada apakah sosok yang dibesarkan Madrid ini mampu meredam tekanan dan membawa stabilitas yang selama ini dicari Los Blancos.

