Sevilla mengambil langkah tegas dengan mengakhiri kerja sama bersama pelatih asal Argentina, Matías Almeyda, setelah performa tim kembali mengecewakan di kompetisi La Liga Spanyol akhir pekan ini.
Keputusan tersebut diumumkan pada Senin, menyusul kekalahan 0-2 yang dialami Sevilla saat menjamu Valencia pada Sabtu. Dalam pernyataan resminya, klub menyampaikan bahwa Almeyda telah dibebastugaskan dari jabatannya. Sevilla juga menyampaikan apresiasi atas dedikasi serta profesionalisme yang ditunjukkan oleh sang pelatih beserta stafnya, sekaligus mendoakan yang terbaik untuk karier mereka ke depan.
Kekalahan Terbaru Jadi Pemicu
Hasil negatif melawan Valencia menjadi faktor utama di balik keputusan ini. Kekalahan tersebut membuat posisi Sevilla terpuruk di peringkat ke-15 klasemen sementara La Liga, hanya terpaut tiga poin dari zona degradasi.
Dalam pernyataan singkatnya, Sevilla mengucapkan terima kasih kepada Almeyda, yang kini berusia 53 tahun, atas kontribusinya selama menangani tim. Selama masa jabatannya, ia memimpin Sevilla dalam total 32 pertandingan, yang terdiri dari 29 laga La Liga dan tiga pertandingan di ajang Copa del Rey.
Namun, klub belum memberikan informasi terkait sosok pengganti atau pelatih interim yang akan memimpin tim, terutama menjelang jeda internasional selama dua pekan.
Perjalanan Karier Almeyda
Karier kepelatihan Almeyda dimulai pada tahun 2011 saat menangani River Plate. Ia kemudian melanjutkan kiprahnya bersama AEK Athens pada periode 2022 hingga 2025, sebelum akhirnya menandatangani kontrak berdurasi tiga tahun dengan Sevilla.
Performa Sevilla di Bawah Asuhan Almeyda
- Statistik Keseluruhan: Almeyda memimpin Sevilla dalam 32 pertandingan resmi sejak Juni 2025, dengan rincian 29 laga di LaLiga dan 3 laga di Copa del Rey.
- Rekor Pertandingan: Mencatatkan 10 kemenangan, 7 hasil imbang, dan 15 kekalahan (beberapa sumber menyebutkan 8-9 menang di liga, namun total kekalahan tetap dominan).
- Posisi Klasemen: Meninggalkan Sevilla di peringkat ke-15 klasemen LaLiga, hanya terpaut 3 poin dari zona degradasi dengan 9 pertandingan tersisa.
- Tren Menurun di 2026: Meski sempat menjanjikan di awal musim (termasuk kemenangan atas Barcelona pada Oktober 2025), performa tim anjlok drastis memasuki tahun baru. Dalam 8 laga terakhirnya, Sevilla hanya mampu meraih 1 kemenangan.
- Lini Pertahanan Terburuk: Sevilla menjadi tim dengan pertahanan paling rapuh di liga dengan catatan 49 gol kebobolan.
- Persentase Kekalahan Historis: Almeyda mencatatkan persentase kekalahan sebesar 48,3% di LaLiga, menjadi yang terburuk ketiga dalam sejarah klub untuk pelatih dengan minimal 25 laga.
- Faktor Non-Teknis: Situasi diperburuk oleh sanksi larangan mendampingi tim selama 7 pertandingan akibat insiden dengan ofisial, sehingga ia tidak berada di pinggir lapangan sejak pertengahan Februari hingga pemecatannya.
- Hasil Terakhir: Kekalahan kandang 0-2 dari Valencia pada akhir pekan terakhir menjadi pemicu utama manajemen untuk mengakhiri kontraknya lebih awal.

