Site icon Gilabola.com

Strategi Licik Real Madrid Terungkap Demi Bajak Bintang Les Parisiens

Vitinha pemain PSG

Real Madriddan nama Vitinha kini menjadi kombinasi yang mulai memancing perhatian publik sepak bola Eropa di bursa transfer, seiring rencana besar Los Blancos untuk membangun ulang lini tengah mereka.

Manajemen Real Madrid diketahui sudah mulai menyusun strategi untuk menghadapi jendela transfer musim panas mendatang. Klub ibu kota Spanyol itu diperkirakan akan aktif berbelanja pemain, terutama untuk memperkuat dua posisi penting: bek tengah dan gelandang kelas dunia.

Kebutuhan tersebut muncul karena Real Madrid mengalami penurunan kualitas di sektor tengah dalam 18 bulan terakhir. Situasi ini bermula sejak Toni Kroos memutuskan pensiun dari sepak bola profesional.

Kondisi semakin terasa setelah Luka Modric meninggalkan klub pada musim panas lalu. Sejak saat itu, sejumlah pemain seperti Aurelien Tchouameni, Eduardo Camavinga, dan Fede Valverde dinilai belum mampu tampil konsisten di level yang dibutuhkan Real Madrid.

Akibatnya, keseimbangan permainan tim kerap terganggu, terutama saat menghadapi lawan-lawan kuat di kompetisi Eropa.

Vitinha Jadi Target Utama di Valdebebas

Dalam beberapa waktu terakhir, Real Madrid sempat menunjukkan ketertarikan besar kepada gelandang Manchester City dan tim nasional Spanyol, Rodri Hernandez. Namun, fokus klub kini mulai bergeser ke sosok lain.

Pemain yang dimaksud adalah Vitinha, gelandang andalan Paris Saint-Germain dan tim nasional Portugal. Menurut laporan Diario AS, nama Vitinha sangat diapresiasi di pusat latihan Valdebebas dan kini menjadi salah satu target utama untuk musim panas.

Penampilannya yang stabil bersama PSG membuat Real Madrid melihatnya sebagai sosok ideal untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan Kroos dan Modric.

Real Madrid Ulangi Strategi Datangkan Mbappe dan Trent

Meski menjadikan Vitinha sebagai target utama, Real Madrid menyadari bahwa proses transfer ini tidak akan berjalan mudah. PSG dikenal sebagai klub yang sulit diajak bernegosiasi, terutama untuk pemain kunci.

Karena itu, para petinggi Real Madrid berharap Vitinha bersedia mendorong kepindahannya sendiri. Jika sang pemain menunjukkan keinginan kuat untuk hengkang, situasi tersebut bisa memberi tekanan kepada PSG agar mau membuka pembicaraan transfer.

Dalam skenario tersebut, Real Madrid menilai posisi mereka akan lebih menguntungkan, terutama jika PSG harus menghadapi pemain yang merasa tidak lagi bahagia.

Strategi ini bukan hal baru bagi Los Blancos. Dalam beberapa tahun terakhir, mereka sukses menerapkannya saat merekrut Kylian Mbappe dari PSG dan Trent Alexander-Arnold dari Liverpool. Kedua pemain tersebut diyakini bergabung setelah diminta untuk tidak memperpanjang kontrak di klub lamanya.

Kini, Real Madrid berharap Vitinha bisa mengikuti jejak yang sama.

Masih Menunggu Sikap PSG

Hingga saat ini, belum ada kepastian apakah Real Madrid benar-benar akan mengajukan tawaran resmi untuk Vitinha pada musim panas nanti. Banyak hal masih bergantung pada sikap PSG.

Jika klub Prancis itu bersikeras mempertahankan sang gelandang, maka manajemen Real Madrid kemungkinan akan mengalihkan perhatian ke target lain.

Namun, jika peluang terbuka, Vitinha dinilai akan menjadi tambahan penting bagi skuad asuhan Alvaro Arbeloa. Kehadirannya diyakini mampu mengembalikan dominasi Real Madrid di lini tengah, baik di kompetisi domestik maupun Eropa.

Beberapa bulan ke depan akan menjadi periode krusial untuk menentukan apakah rencana besar ini benar-benar terwujud atau hanya sebatas wacana.

Exit mobile version