Striker Barcelona yang Ditolak Ganti Paspor ke Maroko, Dijual Murah Banget!

Striker Barcelona yang Ditolak Ganti Paspor ke Maroko, Dijual Murah Banget!

Pemain Barcelona yang baru saja ditolak usahanya untuk pindah kesetiaan dari Spanyol ke Maroko, Munir El Haddadi, dijual murah banget ke Sevilla, pada Sabtu (12/1) sore ini.

Sevilla sekitar secara resmi mengumumkan perjanjian untuk mendatangkan Munir El Haddadi dari Barcelona, sambil menunggu tes medis pekan depan. Keluarnya pemain 23 tahun itu dari Barcelona sudah diperkirakan sejak ia menolak dua tawaran perpanjangan kontrak dari klub Catalan tersebut.

Dengan kontraknya saat ini akan segera berakhir pada musim panas, Barcelona ingin menjual Munir pada bulan Januari guna menghindari kehilangan dia secara gratis pada bulan Juni nanti.

Advertisement
advertisement
advertisement

Sevilla membayar murah sekali harga striker berusia 23 tahun ini, hanya Rp 16 Milyar lebih sedikit, untuk mendapatkan Munir. Dan ia akan menandatangani kontrak sepanjang empat tahun. Ia menjadi pemain kedua Sevilla pada jendela transfer Januari ini setelah mendapatkan bek Austria Maximilian Wober dari Ajax.

Meskipun ada ketertarikan dari Atletico Madrid, Munir memilih Sevilla. Klub Andalusia itu akan memberinya lebih banyak peluang di skuad utama daripada di ibukota Spanyol (Atletico).

Munir selama dua musim terakhir tak mendapatkan tempat pada skuad utama Barcelona. Musim 2016-2017 ia dipinjamkan ke Valencia dan musim berikutnya ke Deportivo Alaves. Pada kedua tim ia sama-sama tampil 33 kali sebagai starter, mencetak masing-masing total enam dan 10 gol.

Munir El Haddadi, yang memiliki ayah keturunan Maroko, tahun 2018 kemarin mengajukan permohonan untuk pindah kesetiaan dari Spanyol ke tim nasional Singa Atlas, tapi permintaan itu ditolak oleh FIFA. Mungkin salah satu pertimbangannya karena ia sudah pernah mewakili tim senior La Furia Roja pada tahun 2016, saat babak kualifikasi untuk Euro 2016 lawan Makedonia.

Munir dan Federasi Sepak bola Kerajaan Maroko banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) dan pada tanggal 14 Mei 2018 keluar putusan yang menegaskan bahwa ia tak mungkin mewakili Maroko.