Sudah Gabung Latihan, Arda Guler Tetap Diparkir Real Madrid Akhir Pekan Ini

Gilabola.com – Musim buruk Real Madrid tampaknya bakal ditutup tanpa kehadiran Arda Guler di lapangan.

Padahal, gelandang muda asal Turki itu mulai menunjukkan perkembangan positif usai kembali terlihat dalam sesi latihan tim pada Rabu waktu setempat. Kabar ini sempat memunculkan harapan bahwa Guler bisa tampil saat Madrid menjamu Athletic Club di laga terakhir musim 2025-26.

Namun situasinya belum berubah.

Menurut laporan Marca, Guler memang sudah menjalani sebagian sesi bersama rekan-rekannya setelah sebelumnya mengalami cedera hamstring bulan lalu. Cedera itu awalnya diperkirakan membuat musimnya selesai lebih cepat.

Real Madrid memilih hati-hati. Mereka tidak ingin memaksakan kondisi pemain 21 tahun tersebut, apalagi pertandingan kontra Athletic sudah tidak menentukan apa pun bagi Los Blancos.

Keputusan itu juga berkaitan dengan agenda besar yang menunggu Guler bersama Timnas Turki di Piala Dunia 2026. Staf pelatih Madrid merasa tidak ada alasan untuk mengambil risiko yang bisa memperparah cedera ototnya.

Cedera seperti hamstring memang sering kambuh jika pemain terburu-buru dimainkan lagi. Madrid tidak mau perjudian kecil di laga penutup musim justru berdampak panjang.

Selain Guler, Madrid juga masih kehilangan beberapa pemain lain. Eder Militao dan Rodrygo Goes dipastikan absen karena cedera jangka panjang. Ferland Mendy juga belum pulih, sedangkan Dani Ceballos tidak masuk rencana Alvaro Arbeloa.

Ada sedikit kabar baik untuk Madrid dari kondisi Fede Valverde. Gelandang Uruguay itu disebut berpeluang kembali tepat waktu untuk laga akhir pekan nanti.

Untuk Guler sendiri, fokus utamanya sekarang tampaknya bukan lagi mengejar laga kontra Athletic Club. Ia lebih diarahkan agar benar-benar siap menyambut pertandingan pertama Turki di Piala Dunia musim panas ini yang digelar di Amerika Utara.

Opini Gilabola.com: Langkah Real Madrid menahan Arda Guler terasa masuk akal. Musim mereka sudah praktis selesai, sedangkan Piala Dunia punya nilai jauh lebih besar untuk sang pemain. Memaksakan comeback di laga yang tidak menentukan bisa jadi keputusan yang merugikan semua pihak.