Tak Terima Dikartu Merah, Ronald Koeman : Justru Asisten Wasit yang Hina Saya!

Gila Bola – Ronald Koeman memprotes pengusirannya keluar dari lapangan saat Barcelona menjamu Granada dalam laga lanjutan La Liga Spanyol, dan berbalik menuduh bahwa wasit keempat yang justru menghinanya dan tidak menghormatinya.

Barcelona secara mengejutkan harus dipermalukan Granada dengan skor 1-2 di Camp Nou pada Jumat (30/4) dini hari WIB, dan itu adalah kesalahan di lini belakang yang sekali lagi merugikan pasukan Ronald Koeman.

Lionel Messi membawa raksasa Catalan unggul menit ke-23, tapi kesalahan Oscar Mingueza memungkinkan Darwin Machís melaju memenangi bola dan menaklukkan Marc-Andre ter Stegen untuk menyamakan kedudukan bagi tim tamu.

Advertisement
QQCepat
QQCepat
TOTOBET
TOTOBET

Tiga menit kemudian, Ronald Koeman yang tampak bertukar kata-kata dengan wasit keempat harus menerima dirinya diganjar kartu merah oleh wasit Pablo Gonzalo Fuertes, dengan bos Belanda dianggap melakukan protes terlalu keras.

Naasnya Barcelona kemudian kembali kebobolan oleh gol kemenangan Granada, kali ini giliran kegagalan Gerard Pique untuk melakukan sapuan bola atas dengan maksimal yang akhirnya memungkinkan tim tamu bisa terus melancarkan serangan dan akhirnya mencetak gol kemenangan via tandukan Jorge Molina.

Usai pertandingan, Ronald Koeman mengaku sangat kecewa dengan pengusiran dirinya karena yakin tidak melakukan kesalahan, berbalik menuding wasit keempat yang menghina dirinya dan mengancam akan mengambil langkah lanjutan jika pengadil lapangan mengada-ada dalam laporan wasit usai pertandingan.

“Saya tidak memahaminya,” kata Ronald Koeman dalam konferensi pers pasca pertandingan. “Menurut Carlos Naval, saya tidak menghormati wasit keempat, tapi saya tidak mengatakan hal buruk.”

“Saya tidak menghina dia. Luar biasa. Tetapi jika wasit keempat ingin menjadi pusat perhatian, baik, saya mengatakan sesuatu, tetapi dengan segala hormat. Dia menanggapi saya dengan cara yang tidak baik. Dia tidak menghormati saya. Jika mereka memasukkan sesuatu ke dalam laporan yang sama sekali tidak saya katakan, maka saya harus melakukan sesuatu.”

AHABET
AHABET