Terhentinya Liga Spanyol Membawa Kelegaan Bagi Zinedine Zidane

Terhentinya Liga Spanyol Membawa Kelegaan Bagi Zinedine Zidane

Berita Liga Spanyol - Jika ada orang yang merasa senang dengan terhentinya Liga Spanyol musim ini maka orang itu kemungkinan besar adalah Zinedine Zidane. Jika boleh meminta maka Zidane mungkin ingin musim terhenti cukup lama.

Jika ada orang yang merasa senang dengan terhentinya Liga Spanyol musim ini maka orang itu kemungkinan besar adalah Zinedine Zidane. Jika boleh meminta maka Zidane mungkin ingin musim terhenti cukup lama.

Terhentinya kompetisi Liga Spanyol terjadi tepat ketika Real Madrid mulai menemukan diri mereka dalam posisi yang tidak nyaman. Laga terakhir Los Blancos sebelum wabah penyakit menghentikan musim ini adalah di tangan Real Betis yang membuat Real Madrid kehilangan posisi mereka di puncak klasemen Liga Spanyol. Saat liga dimulai kembali, ia harus memastikan timnya memenangkan gelar liga.

Situasi manajer Prancis itu di Santiago Bernabeu sedikit rumit, dengan banyak pihak meragukannya mampu memberi gelar juara La Liga musim ini dan tidak ada yang bisa Zidane lakukan untuk mendebat hal itu sekarang.

Jika musim Liga Spanyol yang terhenti ini tidak dapat diselesaikan, ada tanda tanya besar apakah Zidane akan tetap menjadi pelatih di Santiago Bernabeu. Real Madrid hanya menang satu kali, yakni pada pertandingan El Clasico melawan Barcelona, dari lima pertandingan terakhir mereka sebelum Liga Spanyol musim ini ditangguhkan.

Advertisement
NelayanBet
NelayanBet
RatuCasino77
RatuCasino77

Mereka kalah di kandang Real Betis dan Levante, bermain imbang di kandang sendiri versus Celta Vigo, dan tertinggal dalam pertandingan babak 16 besar Liga Champions melawan Manchester City.

Dengan defisit 2-1 dari leg pertama di Estadio Santiago Bernabeu, melaju ke babak perempat final Lga Champions tampaknya sedikit tidak mungkin karena leg kedua akan dimainkan di kandang Manchester City.

Tambahkan kekecewaan itu dengan kekalahan dari Barcelona dalam perebutan gelar juara Liga Spanyol, maka semakin sedikit argumen yang menguntungkan Zidane.

Zidane kembali ke bangku pelatih di Bernabeu menjelang akhir musim lalu, dengan Real Madrid tidak meraih satu pun trofi juara. “Musim depan akan berbeda, segalanya akan berubah,” kata Zidane saat itu. Namun, ada keraguan apakah skuad Real Madrid saat itu akan berbeda dengan yang sekarang.

Ancaman tanpa trofi terulang lagi musim ini, selain trofi Supercopa de Espana, masih membayangi Zidane dan skuad asuhannya. “Kami ingin memainkan pertandingan berikutnya sekarang untuk mengubah ini,” Zidane sering mengatakan ini usai sebuah kekalahan Madrid. Pertanyaannya sekarang adalah apakah akan ada cukup waktu?