Marcus Rashford terancam gagal melanjutkan kariernya di Barcelona secara permanen, meski performanya musim ini terbilang meyakinkan. Situasi tersebut muncul setelah berkembangnya isu bahwa hasil pemilihan presiden klub dapat menentukan kelanjutan masa depannya di Catalunya.
Performa Rashford Bangkit di Spanyol
Nasib Rashford berubah drastis sejak meninggalkan Manchester United dan bergabung dengan Barcelona dengan status pinjaman satu musim. Keputusan itu diambil setelah penyerang berusia 27 tahun tersebut tersisih dari skuad United di bawah asuhan Ruben Amorim, yang kala itu ingin menjaga keharmonisan ruang ganti.
Lulusan akademi Carrington itu justru menemukan kembali performa terbaiknya bersama Barcelona. Rashford berperan penting dalam upaya tim mempertahankan gelar La Liga. Hingga sejauh ini, ia mencatatkan empat gol dan delapan assist dari 21 penampilan liga. Di semua kompetisi, kontribusinya mencapai 10 gol dan 13 assist.
Performa tersebut memunculkan spekulasi bahwa Barcelona berniat menjadikannya bagian dari rencana jangka panjang. Pelatih Hansi Flick secara terbuka beberapa kali menyatakan kekagumannya terhadap Rashford. Sang pemain juga disebut ingin melanjutkan kariernya bersama klub berjuluk Blaugrana tersebut.
Di sisi lain, sempat muncul kabar bahwa Michael Carrick akan mencoba memulangkannya ke Old Trafford jika ditunjuk sebagai pelatih kepala permanen. Namun, Rashford diyakini menganggap perjalanannya bersama United sudah selesai.
Pemilu Presiden Barcelona Jadi Penentu
Situasi menjadi lebih rumit setelah laporan The Times menyebut bahwa peluang Rashford bertahan di Barcelona bisa runtuh secara mendadak. Hal ini berkaitan langsung dengan pemilihan presiden klub yang akan digelar tahun ini.
Menurut laporan tersebut, rencana mendatangkan Rashford secara permanen merupakan salah satu agenda utama Joan Laporta dalam kampanye pemilihan kembali sebagai presiden. Jika Laporta gagal mempertahankan jabatannya, kesepakatan untuk Rashford berpotensi batal dan sang pemain bisa meninggalkan Barcelona setelah musim berakhir.
Meski demikian, Laporta saat ini masih dipandang sebagai kandidat terkuat untuk kembali memimpin klub, yang membuat peluang Rashford tetap terbuka.
Perkembangan ini menjadi perhatian tersendiri bagi pendukung Manchester United, sementara Carrick dan timnya dijadwalkan kembali bertanding pada Selasa dengan melawat ke markas West Ham.

