Usai Berulah Jovic Bisa Terjebak di Negaranya Sendiri

Jovic Terjebak Di Negaranya Sendiri

Gilabola.com – Masalah sepertinya tidak berhenti menghantui bomber Real Madrid, Luka Jovic yang kini dikabarkan terjebak di Serbia.

Setelah mendapatkan kecaman karena keputusannya untuk meninggalkan karantina di Spanyol dan pulang kenegaranya serta kemudian tertangkap berkeliaran di jalanan Serbia, kini masalah baru kembali mendatangani Jovic. Keputusan sang bomber untuk kembali ke kampung halamannya bisa memberi masalah bagi karirnya karena kini dia tampaknya akan terjebak disana.

Menurut pemberitaan dari Diario AS, kini Serbia sudah memberlakukan penutupan perbatasan mereka dalam batas waktu yang ditentukan untuk saat ini. Hal ini berarti tidak ada transportasi yang akan diperbolehkan keluar atau masuk dari negara balkan tersebut kecuali jika transportasi membawa barang-barang keperluan masyarakat atau tenaga medis.

Saat ini kabarnya bahkan pesawat jet pribadi seperti yang digunakan oleh Jovic untuk terbang dari Madrid tidak akan diijinkan untuk terbang lagi. Tidak hanya itu, dengan adanya aturan dari Uni Eropa untuk membatasi penerbangan dari negara yang tidak termasuk dalam anggota mereka, jikapun bisa keluar dari Serbia, Jovic masih tetap akan kesulitan kembali ke Spanyol.

Advertisement
NelayanBet
NelayanBet
Mimpi 4D
Mimpi 4D

Situasi ini bisa jadi tidak diperkirakan oleh sang striker sebelumnya, karena niat awalnya dikabarkan untuk berkumpul bersama keluarga, teman dekat dan mendukung rakyatnya saat ini. Akan tetapi, jika memang tidak ada batas waktu yang ditentukan, nasih Jovic bisa tergantung bagaimana Serbia menangani masalah viruscorona yang juga mewabah di seluruh dunia saat ini.

Benar-benar sebuah kondisi yang tidak nyaman bagi sang pemain setelah dia dikecam oleh pemerintahnya sendiri beberapa waktu lalu karena ulahnya yang berpesta hingga di jalanan kota Serbia. Sang pemain bahkan terancam akan ditahan jika kembali melanggar aturan keluar rumah ketat yang diberlakukan oleh pemerintahan setempat disana.

Meskipun sudah meminta maaf dan mengaku tidak mendapat aturan yang jelas mengenai situasi yang terjadi, pemerintah negara Balkan masih sedikit kesal dengan ulah sang striker. Dengan situasi yang terjadi sekarang, bisa jadi keputusan sang pemain untuk meninggalkan Madrid dan kembali ke Serbia bukanlah hal yang tepat untuk saat ini.