Valencia Merepet, Mengecam Suporternya Sendiri

Valencia

Klub Liga Spanyol, Valencia, yakin beberapa kelompok suporter tidak memberikan dukungan yang sepantasnya kepada klub di saat-saat yang sulit.

Di bawah kepelatihan Marcelino saat ini, mereka mampu menjadi pesaing FC Barcelona dengan duduk di peringkat kedua klasemen Liga Spanyol di bawah klub asal Catalan tersebut, terpaut empat poin.

Akan tetapi penampilan apik ini tidak bisa diraih dalam sekejap mata sejak dibeli oleh Peter Lim beberapa tahun silam.

Valencia harus melalui banyak masalah dalam dua tahun terakhir, seperti sempat terancam masuk zona degradasi dan penjualan banyak pemain demi mengurangi beban gaji.

Advertisement
berita bola
jadwal bola
Mimpi 4D
Mimpi 4D

Ketika performa klub sedang dalam masa bagus-bagusnya saat ini, Meriton selaku induk dari Valencia, mengkritik sebagian suporter dengan melabeli mereka sebagai fans palsu karena tidak membantu klub di saat sulit.

“Sejak Meriton mengambil alih Valencia (VCF), beberapa orang fans palsu dari berbagai kelompok mencoba mendominasi berita soal klub dan menjual berita dan kebohongan kepada pengikut kami,” bunyi salah satu pernyatannya.

“Fans-fans palsu ini ribut dan termotivasi oleh kepentingan mereka sendiri, bukan karena VCF dan tentunya bukan untuk kepentingan umumnya suporter, yang kebanyakan diam.”

“Melalui beberapa seri editorial, kami akan menjelaskan kepada fans sebuah kenyataan bagaimana Meriton menyelamatkan klub dari kerusakan yang tidak terelakkan oleh kepemilikan sebelumnya dan telah membawa klub ke posisi sekarang.”

“Di era sebelum Meriton, perang ego, salah urus klub dan kesalahan-kesalahan yang dibuat oleh pelatih-pelatih sebelumnya membawa kub ini ke masalah serius: angka utang yang tinggi, stadion yang belum selesai lebih dari 10 tahun, masalah fiskal serta denda dari Uni Eropa.”

“Beberapa orang fans Valencia mengambil kesempatan dari klub ini, terkadang demi kepuasan pribadi, sering untuk uang namun dengan niatan menguntungkan sedikit orang dalam lingkungan kecil.”

“Situasinya sangat buruk sehingga VCF tidak bisa membayar gaji para pemain. Akademi sepak bola klub rusak. Kebanyakan pemain, khususnya pesepak bola amatir, menderita. VCF hampir mati.”

“Peter Lim menginvestasikan lebih dari 200 juta euro (Rp 3,13 Trilyun) dari kantungnya sendiri untuk menyelamatkan klub. Tidak ada fans yang bersuara menolak penjualan klub ke Meriton, dan Peter Lim mau mengeluarkan uang demi menyelamatkan situasi klub.”

“Para fans palsu telah mendorong berita yang menyebutkan VCF selalu menjalani rekor sempurna sebelum Meriton tiba dan berkata bahwa klub seharusnya selalu berada di posisi empat besar. Itu jauh dari kenyataannya.”

“Dalam dua musim terakhir, beberapa fans palsu mencoba menyabotase suasana di ruang ganti pemain. Mereka menyerang bus tim dan mengancam para pemain. Di Mestalla, mereka mencoba untuk mengintimidasi tim, bukannya membantu seperti para suporter kebanyakan.”

“Kami akan berbicara dengan para suporter sesungguhnya soal apa yang terjadi di VCF. Kami akan mengurangi peran perantara yang bekerja atas kepentingan pihak mereka sendiri dan bukan kepentingan klub dan para suporternya. Sangat jelas bahwa kami yang akan melakukannya.”