VAR Curi El Clasico dari Barcelona!

VAR Curi El Clasico dari Barcelona!

Gila Bola – VAR kembali menjadi cara menyelamatkan Real Madrid, kali ini di panggung laga El Clasico yang digelar di kandang Barcelona.

Hal ini diungkapkan media yang bermarkas di Catalan, Sport. Dalam sebuah permainan yang kacau-balau antara Sergio Ramos dan Clement Lenglet, wasit tak melihat apa-apa, dan satu hal yang luar biasa, lewat VAR tim tamu mendesak wasit untuk berikan hadiah penalti yang akhirnya sangat menentukan hasil pertandingan. Antusiasme Ansu Fati dan ambisi Pedri atau Sergino Dest ternyata tak cukup untuk membawa Blaugrana menang dalam laga ini.

Dalam laga ini, Ronald Koeman memutuskan untuk mainkan Pedri sebagai starter, dan membangkucadangkan Antoine Griezmann. Sementara Dest, tampil menggantikan Sergi Roberto di sisi kanan.

Kecepatan pemain internasional Amerika Serikat tersebut, dalam hal ini, menjadi penawar bagi Vinicius. Atas nama perubahan nama, Dest berhasil menambahkan situasi berbeda.

Advertisement
RatuCasino77
RatuCasino77
SBOTOP
SBOTOP

Lalu, Ansu Fati diposisikan sebagai penyerang tengah, sementara Philippe Coutinho di sebelah kiri dan Lionel Messi yang mendapat kebebasan bergerak melalui tengah, dengan Pedri yang bergeser ke kanan.

Namun Real Madrid, melalui aksi Karim Benzema terus mencari ruang untuk mendekati area terlarang Barca, hingga akhirnya ia berhasil berikan umpan matang kepada Fede Valverde yang berhasil menyarangkannya ke gawang Neto.

Laga baru berjalan empat menit, Madrid sudah memimpin 1-0. Situasi yang dialami tuan rumah bahkan bisa menjadi lebih buruk jika Vinicius bisa memanfaatkan peluangnya setelah itu.

Barcelona sendiri sebenarnya punya kekuatan untuk bereaksi dalam salah satu drama Clasico ini. Messi berhasil membuka jalan untuk Jordi Alba, yang kemudian mengiring bola dengan cepat dan menyodorkannya kepada Ansu Fati di depan gawang Courtois. Berkat itu, Blaugrana pun sukses menyamakan kedudukan tiga menit kemudian.

Dalam ritme permainan, kedua tim berhasil tunjukkan pergerakan secepat kilat. Hal itu di antaranya terjadi dalam serangan balik yang dilakukan Ansu dan Coutinho, Messi dan Courtois saat ia berusaha mengamankan gawangnya. Namun, Madrid juga berhasil membalas lewat permainan gemilang lainnya saat Toni Kroos berusaha sodorkan umpannya dan Benzema.

Madrid jelas-jelas berusaha menghentikan Messi dan Casemiro tak ragu-ragu untuk lakukan hal itu. Sementara Dest juga lakukan upaya defensif yang luar biasa, saat ia harus menghadapi Vinicius. Di sebelah kiri, Alba ikut membantu lini serang hingga Zidane harus mengganti Nacho sebelum jeda turun minum untuk menutup celah yang terjadi.

Selalu Terkait VAR

Ansu Fati bermain sangat padu di babak kedua. Ia berikan umpan silang ke arah Coutinho, yang sayangnya hanya membentur sisi gawang. Namun, dorongan untuk Blaugrana tiba-tiba terputus akibat intervensi ‘sekutu tradisional’ Real Madrid belakangan ini: VAR.

Pertarungan antara Lenglet dan Ramos terus terjadi, sampai akhirnya wasit Munuera diberitahu VAR yang menunjukkan bagaimana pemain asal Prancis itu menarik kaos jersey Ramos, dan mengabaikan pelanggaran yang sebelumnya justru dilakukan pemain asal Andalusia tersebut. Hal itu menjadi skandal lain yang berakhir dengan gol penalti yang sukses dieksekusi Ramos.

Gol tersebut membuat Barca bergerak maju, sementara Madrid melangkah mundur. Hal itu cukup menyulitkan bagi Barcelona untuk menciptakan peluang, hingga Koeman kemudian memutuskan untuk bermain lebih banyak di lini sayap, dengan turunkan Trincao dan Ousmane Dembélé.

Ia juga masukkan Griezmann menggantikan Ansu Fati delapan menit sebelum laga usai. Namun, Madrid mendapati tim lawan bermain lebih terbuka dan mereka menemukan celah untuk mencetak gol tambahan.

Martin Braitwaite menjadi pemain pengganti terakhir yang dimasukkan Koeman. Sayangnya, pemain internasional Denmark ini hampir tak bisa berbuat apa-apa. Sebaliknya, Neto juga tak bisa berbuat lebih banyak, hingga akhirnya Luka Modric tunjukkan permainan berkelasnya saat ia menyarangkan gol ketiga Real Madrid tepat di menit 90.