Wonderkid Barcelona Ini Mungkin Dinilai Koeman Lebih Cocok Main Tenis

Wonderkid Barcelona Ini Mungkin Dinilai Koeman Lebih Cocok Main Tenis

Gila Bola – Wonderkid Barcelona yang ingin dibuang Ronald Koeman ini semula ternyata seorang atlet tenis lapangan, sebelum ia gabung klub sepak bola Catalan itu dan mencintai Barca hingga bersikeras tak mau dipinjamkan ke klub lain.

Riqui Puig menjadi salah satu pemain muda paling menarik di Blaugrana, walau ia sulit dapatkan menit bermain di skuad Ronald Koeman. Pelatih asal Belanda itu semula bahkan menyarankannya untuk jalani kontrak pinjaman di klub lain, karena Puig tak masuk dalam rencananya dan agar pemain itu bisa dapatkan waktu bermain yang ia butuhkan.

Siapa sangka, cabang olahraga yang awalnya digeluti Puig memang bukan sepak bola, melainkan tenis lapangan. Namun, ia akhirnya menyerah dan mengalihkan perhatiannya pada cabang lain, karena berbagai kesulitan yang dihadapinya di lapangan tenis.

Wonderkid Barcelona yang juga bintang Timnas Spanyol U-21 itu mengakui, dia semula intens bermain tenis dan golf sejak usianya masih delapan tahun. Namun, akhirnya ia putuskan untuk beralih ke sepak bola dan gabung klub lokal, Unio FB Jabac Terrasa.

Advertisement
RatuCasino77
RatuCasino77
SBOTOP
SBOTOP

Dalam waktu singkat, ia harus memutuskan antara dua pilihan, antara Espanyol dan Barcelona. Puig tahu betul, perubahan yang harus dijalaninya akan sulit dan ia harus terbiasa untuk lebih bersaing dalam mendapatkan posisi di timnya, atau dia tak akan bermain sama sekali.

“Saya dulu menggeluti tenis dan golf, karena saya sangat suka dua cabang itu, bahkan saat masih berusia delapan tahun saya sudah mulai bermain tenis. Ibu saya yang memperkenalkan saya pada cabang olahraga itu,” ujar Riqui Puig kepada channel Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF), seperti dilansir Marca.

Banting Setir Setelah Kalah

“Dan saya ingat betul, suatu hari saya kalah 6-2, 4-1, lalu ayah saya melihat ke arah saya dan bilang, ‘Ngapain sih kita di sini?’,” tambah wonderkid Barcelona yang dipanggil ke skuad utama sejak tahun 2018 itu.

“Lalu, sekitar dua bulan kemudian, saya masuk tim lokal, Jabac Terrasa. Saat saya masih berusia 14 tahun, Barcelona memanggil saya, begitu juga Espanyol. Ayah saya kemudian bilang, ada tawaran ini, tapi kadang-kadang kamu akan berada di tribun dan tidak bermain sama sekali,” ujar Puig.

“Saya tahu saya harus berlatih sepanjang pekan, tapi pada akhirnya mereka bisa mengatakan bahwa saya tidak akan bermain. Untuk seorang anak 12 atau 14 tahun, itu sangat berat,” tandasnya.

Wonderkid Barcelona itupun berhasil menangani semua tantangan itu , dan sesegera mungkin menarik perhatian tim senior Blaugrana. “Suatu hari, saya dipanggil skuad utama untuk berlatih bersama, dan anda cuma bisa mengatakan, ‘Wow, saya akan berlatih bersama pemain-pemain idola saya!’,” ungkap Puig.

Fan Berat Barca Sejak Masih Kecil

Pemain muda yang sudah dapatkan kesempatan bermain di skuad utama musim lalu, itu memang memproklamirkan dirinya sebagai seorang fan Barca sejak masih kecil, dan terbiasa menonton pertandingan mereka di televisi.

“Saya pergi ke final Berlin (Liga Champions 2015), di mana ada Leo (Lionel Messi), Neymar, (Luis) Suarez, dan saya menonton pertandingan mereka dari tribun,” ujarnya.

“Saya juga sempat datang ke final Liga Champions di Paris (2006), ini semua seperti mimpi. Karena saya bisa berlatih bersama para pemain terbaik dunia dan menikmati berlatih bersama mereka. Saat ini, saya pikir saya bisa, setidaknya, mengabdikan diri saya sebagai seorang pemain sepak bola,” tandas Puig.

Walaupun masa depan wonderkid Barcelona yang kini berusia 21 tahun itu belum jelas di bawah asuhan Ronald Koeman, dia menjadi pemain favorit di mata suporter Blaugrana yang berharap menyaksikannya bermain lebih sering di skuad utama.

Berharap saja Ronald Koeman tak menganggapnya lebih pantas jadi pemain tenis lapangan dibandingkan sepak bola, hingga Puig tak perlu kembali ke cabang olah raga yang ia geluti sebelumnya.