Gilabola.com – Xabi Alonso resmi meninggalkan kursi pelatih Real Madrid hanya kurang dari 24 jam setelah kekalahan dari Barcelona di final Piala Super Spanyol. Keputusan tersebut diumumkan langsung oleh klub melalui pernyataan resmi yang menyebut bahwa perpisahan terjadi atas kesepakatan bersama.
Real Madrid bergerak cepat dengan menunjuk pelatih Castilla, Alvaro Arbeloa, sebagai pelatih sementara. Belum ada kepastian apakah Arbeloa akan menangani Los Blancos hingga akhir musim, namun opsi tersebut terbuka jika manajemen kesulitan menemukan pengganti dalam waktu dekat.
Keputusan ini terasa cukup mengejutkan. Meski kalah dari Barcelona, performa Real Madrid di laga final tidak sepenuhnya buruk. Bahkan, sebelum pertandingan itu, muncul kesan bahwa Alonso belum berada di ujung tanduk.
Namun, jika menilik lebih dalam 48 jam terakhir, ada sejumlah faktor yang diyakini ikut memengaruhi keputusan klub.
Keputusan Xabi Alonso soal Kylian Mbappe
Hasil pertandingan sebenarnya tidak sepenuhnya berpihak melawan Alonso. Real Madrid tercatat meraih lima kemenangan beruntun setelah kekalahan sebelumnya dari Barcelona, termasuk kemenangan di semifinal melawan Atletico Madrid, meski performa tim saat itu dinilai belum maksimal.
Salah satu keputusan Alonso yang disebut-sebut menimbulkan tanda tanya berkaitan dengan Kylian Mbappe. Penyerang asal Prancis itu tetap melakukan perjalanan ke Jeddah usai semifinal, meski sebelumnya ada laporan bahwa kondisinya belum sepenuhnya siap.
Setelah kembali ke Madrid untuk membuktikan kebugarannya, Mbappe terbang lagi ke Arab Saudi untuk pemeriksaan lanjutan. Ia dinyatakan fit sehari sebelum laga final dan siap masuk dalam skuad pertandingan.
Mbappe memang tidak langsung menjadi starter, sesuatu yang masih bisa dimaklumi mengingat ia melewatkan dua laga sebelumnya. Banyak pihak memperkirakan ia akan berperan penting di babak kedua. Namun, Alonso baru memasukkannya pada menit ke-76, yang berarti Mbappe hanya bermain selama 14 menit.
Situasi ini menimbulkan pertanyaan besar. Pemain berusia 27 tahun itu telah menempuh perjalanan sejauh 6.703 kilometer, namun hanya diberi waktu bermain yang sangat terbatas di laga sepenting final.
Retakan dengan Pemain Kunci Real Madrid
Masalah tidak berhenti di situ. Beredar pula cuplikan video yang memperlihatkan Mbappe diduga menolak ikut melakukan guard of honor untuk Barcelona usai pertandingan, sebuah gestur yang tampak diminta oleh Alonso kepada para pemainnya.
Jika hal tersebut benar, maka Alonso berpotensi berseberangan dengan dua pemain paling berpengaruh di ruang ganti Real Madrid: Mbappe dan Vinicius Junior. Nama Vinicius sendiri sebelumnya sudah sempat terlibat ketegangan dengan Alonso pada El Clasico pertama musim ini, ketika sang winger Brasil terlihat marah dan langsung masuk lorong stadion setelah diganti.
Situasi itu sempat dianggap selesai dan kedua pihak telah berdamai. Namun, dua kejadian tersebut memberi sinyal bahwa Alonso mungkin kesulitan mengelola ego besar di dalam skuad Los Blancos.
Kondisi inilah yang diyakini membuat manajemen kehilangan kepercayaan. Siapa pun pelatih yang akan datang setelah ini, Real Madrid membutuhkan sosok yang kuat dan mampu mengendalikan para pemain bintang di dalam tim.
Xabi Alonso terasa terlalu cepat jika hanya dinilai dari hasil di lapangan. Namun, Real Madrid bukan sekadar soal taktik dan kemenangan, melainkan juga soal harmoni ruang ganti. Ketika hubungan dengan pemain-pemain kunci mulai retak, klub sebesar Real Madrid cenderung tidak ragu mengambil keputusan tegas. Tantangan terbesar pelatih berikutnya bukan hanya meraih trofi, tetapi memastikan ego besar di dalam skuad tetap berjalan ke arah yang sama.

