Site icon Gilabola.com

Xabi Alonso Kehilangan Dukungan Pemain Real Madrid Usai Luka Modric Pindah

Gilabola.com – Apa yang sebenarnya terjadi dengan Xabi Alonso selama tujuh bulan ia berada di Bernabeu? Ternyata, pelatih berusia 44 tahun itu kehilangan dukungan sebagian pemain Real Madrid setelah Luka Modric hengkang.

Detail lebih lanjut terus muncul usai pemecatan Xabi Alonso di Real Madrid, dan fokus utamanya adalah ruang ganti.

Pakar transfer Fabrizio Romano suguhkan konteks penting, dan ungkapkan bahwa hubungan Alonso dengan para pemainnya tak pernah mulus sejak awal masa jabatannya di klub raksasa Spanyol tersebut.

Menurut Romano, ikatan antara Alonso dan sebagian skuadnya sejauh ini tak pernah benar-benar terjalin harmonis.

Meskipun Madrid diketahui publik mendukung Alonso yang juga mantan gelandangnya tersebut dan telah ungkapkan proyek jangka panjang mereka, tapi secara internal ada tanda-tanda ketidaknyamanan yang jelas.

Bagaimana Ceritanya?

Disebutkan, pada awal masa jabatan Alonso, beberapa pemain senior bahkan kesulitan dalam memahami ide dan keputusan mantan pelatih Bayer Leverkusen tersebut, hingga pelan-pelan tercipta jarak antara pelatih dan para pemainnya di ruang ganti.

Satu episode tertentu juga telah meninggalkan kesan mendalam. Yakni, sebagian besar skuad tak senang dengan cara penanganan situasi Luka Modric oleh Alonso.

Legenda asal Kroasia itu sepenuhnya siap untuk tetap berada di Bernabeu satu musim lagi. Ia bahkan bersedia menerima kontrak yang berbeda, dan sepenuhnya sadar betul bahwa perannya akan berubah dan menit bermainnya pun akan berkurang.

Bagi Modric, ini tentang melanjutkan karir di sebuah klub yang sudah dianggapnya sebagai rumah, di mana ia bisa membantu pembinaan para pemain muda dan berkontribusi kapanpun ia dibutuhkan.

Namun, baik Alonso maupun jajaran manajemen Madrid putuskan untuk bergerak ke arah berbeda. Fokus ditempatkan pada pemain muda, energi dan membangun inti lini tengah baru demi masa depan.

Meskipun keputusan itu masuk akal dari perspektif olahraga, tapi tak bisa diterima dengan baik oleh semua orang di ruang ganti.

Pengaruh, kepemimpinan dan kehadiran Modric sangat dihormati tim. Dengan menyaksikan bagaimana Modric tersingkir, terciptalah ketidaknyamanan di antara beberapa pemain. Di saat yang bersamaan, Alonso semakin frustrasi dengan skuad yang dimilikinya.

Seperti yang dilaporkan sebelumnya, Alonso merasa lini tengahnya kekurangan seorang pengatur permainan sejati. Akibatnya, ia berulang kali mengatakan kepada klub bahwa sistemnya butuh pemain yang bisa mengontrol tempo permainan, memberikan struktur dan membimbing tim dalam penguasaan bola.

Seperti yang sudah diungkapkan sebelumnya, sampai saat ini sosok pemain yang dibutuhkan tersebut, bagaimanapun juga tidak pernah ada lagi di Real Madrid.

Pendapat Kami

Hengkangnya Luka Modric ternyata menjadi salah satu penyebab tak harmonisnya hubungan Xabi Alonso dan para pemainnya. Hal itu tak mengejutkan, karena sampai saat inipun Alonso tak pernah bisa dapatkan pengganti Modric, atau setidaknya dapatkan pemain yang bisa tunjukkan permainan mirip bintang asal Kroasia tersebut.

 

Exit mobile version