Xavi Hernandez Langsung Gercep Panggil Tujuh Pemain Muda Barcelona

Xavi Hernandez berusaha gercep di awal karirnya sebagai pelatih Barcelona. Ia langsung menonton pertandingan di tim B dan melirik tujuh pemain muda.

Gilabola.com – Hasilnya, Xavi lengkapi sesi pertandingan pertama skuad Blaugrana dengan memanggil enam pemain muda dari Tim B dan satu pemain Juvenil.

Adapun pemain yang berasal dari tim Juvenil, adalah Ilias Akhomach, yang punya potensi besar. Ia bahkan digadang-gadang sebagai ‘New Messi’, dan sukses mencetak dua gol saat Xavi menyaksikan pertandingan. Berikut ini para pemain tim muda yang dipanggil Xavi, seperti dilansir Sport:

Advertisement
QQCepat
QQCepat
Totobet
Totobet
978Bet
978Bet

Ilias Akhomach

Setelah Ansu, Gavi dan Nico, pemain berikutnya adalah Ilias. Pemain timnas muda Spanyol berdarah Maroko itu tinggal selangkah lagi bergabung dengan skuad utama dan Xavi Hernandez bisa memberinya dorongan yang menentukan dalam karirnya sebagai pemain sepak bola.

Xavi butuh para winger yang bisa membuka lapangan dan Ilias bisa melakukannya dengan sangat baik. Dari generasi tahun 2004 seperti halnya Xavi, dia tunjukkan kecepatan yang luar biasa, bagus dalam permainan satu lawan satu saat mendribel bola, punya kualitas teknis dan kemampuan untuk membuka kunci permainan.

Ilias juga mengandalkan kaki kiri dan serba bisa, khususnya dia akan sangat senang bermain di sisi kanan, sebagian bahkan telah membandingkannya dengan Lionel Messi. Momen besar bagi Ilias dipastikan akan segera tiba.

Arnau Comas

Tanpa banyak ribut, Comas selalu ada di sana. Secara taktikal, pemain pilihan Xavi Hernandez ini merupakan pemain yang sangat penting, tunjukkan permainan bagus saat menguasai bola dan gemilang saat mainkan bola di udara, dengan postur tubuhnya yang mencapai 1,90 meter.

Comas sudah dipanggil ke skuad utama asuhan Ronald Koeman saat pramusim, dan kini Xavi menyaksikan langsung pemainannya. Comas juga salah satu kapten tim B Barcelona, dan merupakan pemain yang jadi perpanjangan tangan pelatih di lapangan.

Mika Marmol

Pemain ini punya karakter permainan yang sama dengan Arnau Comas. Seorang pemain bertahan profesional yang juga sukses di sebelah kiri skuad, dan terapkan konsepnya dengan sempurna.

Pemain pilihan Xavi Hernandez ini merupakan pekerja keras dan tunjukkan penampilan yang bagus, serta dengan tenang. Dia belum absen semenit pun di Barca B dan tampil konsisten, di samping mencetak gol di laga melawan Sevilla Atletico, walau dianulir.

Alvaro Sanz

Para pemain serba bisa tentunya selalu disambut gembira, tapi kadang-kadang bisa alami masalah karena tidak mendapat kesempatan. Itu bukan kasus yang dialami Alvaro, di mana Sergi Barjuan memanggilnya walaupun belum dapat memulai debutnya.

Dia terbaik di peran poros atau peran interior lini tengah. Dia bisa gerakkan bola dengan baik, selain menghentikan pemain lawan dengan mudah, dan dijuluki ‘tank’ di tim B.

Garcia Pimienta menggunakannya di sisi kanan lini belakang musim lalu, dan dia bekerja sangat baik juga di posisi tersebut. Pemain pilihan Xavi Hernandez yang baru berusia 20 tahun ini diketahui tiba di La Masia pada tahun 2015.

Ez Abde

Menyaksikan Abde Ezzalzouli bermain seakan melihat para winger tua sedang berlaga, yang berlari di pinggir lapangan, mencapai byline dan memberi umpan silang kepada striker.

Pemain Maroko itu telah beradaptasi dengan sistem permainan Barca, setelah ia datang dari Hercules pada musim panas ini. Dia juga telah menjadi pemain yang berikan dampak kepada Barca B, di mana ia baru menjadi starter di satu pertandingan, tapi telaj memulai debutnya di tim utama.

Ferran Jutgla

Tak mudah menjadi kapten bagi tim anda, lalu hadapi persaingan langsung. Itulah yang dialami Jutgla, yang tinggalkan Espanyol dan gabung dengan Blaugrana.

Pemain berusia 22 tahun itu merupakan pemain yang pas bagi Barjuan, karena ia mahir dalam mencetak gol dan merupakan pencetak gol terbanyak kedua untuk tim Barca B dengan koleksi tiga gol dan tiga assist. Xavi Hernandez jelas-jelas menyukai permainan Jutgla saat ia menyaksikannya di Johan Cruyff.

Antonio Aranda

Mantan pemain Granada itu menjadi bala-bantuan utama bagi tim Barca B musim panas ini. Aranda akhirnya hadapi saudaranya, Oscar, beberapa pekan lalu di mini-Clasico.

Antonio sudah dapatkan tempatnya sebagai interior di lini tengah, lebih disukai di sisi kiri, tapi juga bisa bermain sebagai pemain sayap, CAM atau striker kedua. Dia sudah kantongi dua gol dan dua assist. Antonio juga tunjukkan permainan berkelas, bisa mengalahkan pemain lawan dan beri tembakan yang bagus, walau sedikit tak konsisten.

AHABET
AHABET
HKINDO
HKINDO