Zidane Pening Pikirkan Cara Real Madrid Hentikan Messi, Ini Tiga Solusinya

Zidane Pening Pikirkan Cara Real Madrid Hentikan Messi, Ini Tiga Solusinya

Gilabola.com – Zidane pening pikirkan cara hentikan Lionel Messi saat Real Madrid bertemu Barcelona, 18 Desember mendatang. Pelatih Prancis itu temukan tiga solusinya.

Pelatih Real Madrid berusia 47 tahun itu mengaku hadapi dilema lama, yakni bagaimana bisa skuadnya menjaga Messi. Ia pun mempertimbangkan tiga kemungkinan dengan mainkan Federico Valverde di depan. Demikian diungkapkan AS.

Bukan cuma pelatih asal Prancis itu saja yang alami pening serupa, saat Madrid akan bertemu Barcelona – dan skuadnya bertanding melawan Messi. Sakit kepala yang sama kabarnya sudah menjadi sakit kepala langganan bagi para pelatih El Real dari jaman ke jaman. Sebut saja Fabio Capello, Bernd Schuster, Juande Ramos, Manuel Pellegrini, Jose Mourinho, Carlo Ancelotti, Rafa Benitez, Santiago Solari dan, selama dua musim sebagai pelatih, Zizou. Mereka selalu punya pikiran sama jelang El Clasico, bagaimana Messi bisa dihentikan?

Tiga Solusi Itu ..

Legenda Prancis inipun punya formula yang paling jelas, yakni memasangkan Casemiro dan Fede Valverde untuk memberikan otot di lini tengah seperti yang mereka lakukan di Madrid dalam beberapa pekan terakhir. Casemiro dan El Pajarito akan berkonsentrasi menjaga Messi dalam sistem permainan 4-4-2 yang diterapkannya, dengan Toni Kroos dan Luka Modric atau Isco yang terlibat dalam membantu tim untuk maju.

Advertisement
advertisement
advertisement
Mimpi 4D
Mimpi 4D

Kemungkinan lain, meningkatkan tugas defensif untuk Sergio Ramos dan Raphael Varane di zona di mana Messi cenderung beroperasi, yang akan memperpendek jarak antara garis pertahanan dan dua poros – khususnya Valverde.

Opsi ketiga, memiliki Valverde sebagai man-mark Messi di seluruh permainan – sesuatu yang seperti kita semua tahu, hal ini lebih mudah dikatakan daripada dilakukan. Seperti yang Zidane sendiri tahu, pada El Clásico sebelumnya di mana dia telah meminta Mateo Kovacic untuk mengawal Messi, tetapi Madrid akhirnya kalah dalam pertandingan itu.

Dalam laga yang digelar di Bernabéu pada 23 Desember 2017 itu, Madrid menyerah kalah dengan skor memalukan, 0-3. Pada kesempatan itu, Madrid terkena serangan balik, tetapi Kovacic terus mengikuti perintah: menjaga Messi, meninggalkan Ivan Rakitic lari bebas ke depan gawang dan mencetak gol untuk Blaugrana.

Upaya Mourinho dan Ancelotti untuk Hentikan Messi

Salah satu pelatih yang menghabiskan banyak malam tanpa tidur untuk memikirkan cara menghilangkan Messi – atau setidaknya meminimalisir pengaruhnya di skuad Barca, adalah José Mourinho.

Selama jangka waktu sebulan penuh, mulai dari El Clásico pada 2011 hingga 2012, ia menyusun sistem yang dikenal sebagai ‘The Cage’ dan dirancang untuk menjebak bintang asal Argentina itu, dengan menggunakan Pepe sebagai penyapu di depan empat bek.

Sementara Ancelotti, memilih rencana serupa di laga El Clasico pertamanya pada tahun 2013. Dia memainkan Ramos dalam peran yang lebih maju, di mana Varane dan Pepe menjadi dua bek tengah, dalam upayanya untuk memenuhi daerah di mana Messi paling aktif.

Bahkan cara itupun tidak berhasil. Madrid malah berakhir dengan kekalahan, 1-2, di mana Messi mencetak gol pembuka dan Mathieu mencetak gol kemenangan Blaugrana. Lalu, beberapa bulan kemudian, Ancelotti mengakui rencana taktisnya itu ‘sebuah kesalahan’.

Saat ini, Messi tengah berada dalam momen performanya yang ajaib dan Zidane masih punya waktu sembilan hari untuk mencari sistem yang kompleks dan bisa mengalahkan apiknya permainan bintang Barcelona bernomor punggung 10 itu pada 18 Desember mendatang.