Rekor Buruk Terbaru Barcelona di La Liga Bertambah Usai Lamin Yamal Ikutan Gagal Penalti!

Kekalahan 1-2 dari Girona pada Selasa dinihari tadi memperpanjang masalah Barcelona musim ini, terutama dari titik penalti. Lamine Yamal gagal menuntaskan peluang emas di babak pertama, membuat Blaugrana kini memiliki rekor konversi penalti terburuk bersama di La Liga.

Bertandang ke Stadion Montilivi dalam derby Catalunya, Barcelona membawa misi merespons kemenangan 4-1 Real Madrid atas Real Sociedad dua hari sebelumnya. Namun alih-alih memangkas jarak di papan atas, tim asuhan Hansi Flick justru pulang tanpa poin.

Penalti Gagal dan Rekor yang Tak Diinginkan

Peluang emas datang pada masa tambahan waktu babak pertama. Wasit menunjuk titik putih setelah Daley Blind dinilai melanggar Dani Olmo di dalam kotak penalti. Yamal maju sebagai algojo, tetapi tendangannya membentur tiang kiri gawang yang dikawal Paulo Gazzaniga.

Kegagalan itu membuat Barcelona telah membuang tiga dari tujuh penalti di La Liga musim ini. Tidak ada tim yang lebih banyak gagal dari titik putih. Catatan tersebut setara dengan Valencia yang juga gagal mengeksekusi tiga penalti, meski dari lima kesempatan.

Dua kegagalan lain sebelumnya datang dari Robert Lewandowski. Penyerang senior itu mengenai tiang saat Barcelona kalah 1-4 dari Sevilla pada Oktober, lalu gagal memaksimalkan penalti ketika menang 3-1 atas Atletico Madrid di Camp Nou pada Desember.

Laga Sarat Drama di Montilivi

Pertandingan berjalan dengan tensi tinggi. Setelah turun minum, Pau Cubarsi sempat membawa Barcelona unggul. Namun keunggulan itu tidak bertahan lama karena Thomas Lemar segera menyamakan kedudukan.

Kontroversi muncul menjelang akhir laga. Pada menit ke-86, Fran Beltran mencetak gol kemenangan Girona. Tayangan ulang memperlihatkan adanya dugaan pelanggaran terhadap Jules Kounde dalam proses terciptanya gol tersebut, tetapi wasit tetap mengesahkannya.

Di masa akhir pertandingan, Joel Roca diganjar kartu merah setelah melakukan tekel keras terhadap Yamal. Meski Girona harus bermain dengan sepuluh orang, waktu yang tersisa tidak cukup bagi Barcelona untuk membalikkan keadaan.

Dominasi Tapi Sama Sekali Tidak Efektif!

Di luar perdebatan soal gol penentu, Barcelona sebenarnya memiliki cukup peluang untuk menghindari kekalahan. Mereka melepaskan 27 tembakan sepanjang laga, tetapi hanya empat yang tepat sasaran.

Data tersebut menjadi sorotan tersendiri. Ini merupakan kali pertama sejak 2015 Barcelona kalah di laga Liga Spanyol meski mencatatkan setidaknya 27 percobaan tembakan. Saat itu mereka juga takluk 1-2 dari Sevilla di Stadion Ramon Sanchez Pizjuan.

Akibat hasil ini, Barcelona tetap berada di peringkat kedua klasemen dan tertinggal dua poin dari Real Madrid. Selisih tersebut berpotensi melebar menjadi lima poin sebelum mereka menghadapi Levante pada Minggu mendatang.

Kekalahan di Montilivi bukan hanya soal hasil akhir. Catatan penalti yang buruk dan efektivitas yang minim kini menjadi pekerjaan rumah yang tidak bisa lagi diabaikan jika Barcelona ingin terus bersaing di jalur juara.

Biar nggak ketinggalan update terkini, yuk follow kami di Google News di sini!