Hincapie Buat Dua Bintang Arsenal Ingin Hengkang, Frustrasi Tak Dapat Menit Bermain

Bek Arsenal, Riccardo Calafiori, secara blak-blakan mengakui keinginannya untuk kembali ke AS Roma di masa depan, di tengah situasi yang tidak lagi stabil dalam skuad asuhan Mikel Arteta musim ini. Pernyataan itu muncul ketika menit bermainnya berkurang setelah pulih dari cedera otot, terutama dengan kahadiran Piero Hincapie.

Calafiori didatangkan Arsenal pada Juli 2024 dari Bologna dengan nilai transfer £42 juta atau sekitar Rp840 miliar. Saat itu, ia sempat diprediksi akan bergabung dengan Juventus, namun Arsenal memenangkan perburuan tanda tangannya. Fleksibilitasnya sebagai bek tengah maupun bek kiri menjadi salah satu alasan utama perekrutannya.

Sejauh ini, pemain asal Italia tersebut telah mencatatkan 54 penampilan dengan kontribusi empat gol dan lima assist. Pada paruh pertama musim berjalan, ia cukup rutin tampil sebagai starter. Namun situasi berubah setelah ia kembali dari cedera otot.

Posisinya di sisi kiri pertahanan kini diambil alih oleh Piero Hincapie, yang tampil meyakinkan dalam beberapa pekan terakhir. Bahkan, dalam kemenangan liga atas Tottenham Hotspur dan Chelsea, Calafiori tidak mendapat menit bermain sama sekali. Ia hanya menjadi pengamat dari bangku cadangan.

Pernyataan Terbuka Soal Roma

Dalam wawancara yang dikutip Calciomercato, Calafiori menyampaikan secara langsung bahwa Roma tetap memiliki tempat khusus dalam perjalanannya.

“Saya ingin kembali ke Roma cepat atau lambat. Jelas kita tidak bisa merencanakan karier sekarang, tapi ya, saya bisa membayangkannya.”

Ia juga menyinggung kepergiannya dari Roma pada Agustus 2022 saat pindah ke Basel, sebuah keputusan yang kala itu cukup mengejutkan.

“Kemudian, karena berbagai alasan, saya dipinjamkan dan akhirnya dijual. Itu jelas tidak berjalan seperti yang saya harapkan, untuk beberapa alasan. Kembali dan merayakan di bawah Curva Sud? Itu juga alasannya.”

Komentar tersebut muncul di saat posisinya di Arsenal tidak lagi sekuat sebelumnya. Konteks inilah yang membuat pernyataan itu memiliki bobot lebih dari sekadar nostalgia.

Persaingan yang Semakin Ketat

Masalah utama Calafiori bukan hanya soal satu pesaing. Piero Hincapie disebut berpeluang dipermanenkan Arsenal dengan nilai £45 juta atau sekitar Rp900 miliar setelah masa peminjamannya berakhir. Jika itu terjadi, kompetisi di sisi kiri akan semakin berat.

Selain Hincapie, Arteta juga memiliki Myles Lewis-Skelly sebagai opsi lain. Artinya, jalur kembali ke posisi utama tidak lagi sesederhana sebelumnya.

Calafiori pun tidak bisa dengan mudah bergeser ke bek tengah. Posisi tersebut praktis terkunci oleh duet Gabriel dan William Saliba yang konsisten menjadi pilihan utama.

Secara kontrak, Calafiori masih terikat hingga Juni 2029. Dengan durasi yang panjang dan baru dua tahun menjalani kariernya di London, kecil kemungkinan ia akan memaksakan transfer dalam waktu dekat. Namun sumber menyebut musim panas 2027 bisa menjadi momen berbeda jika ia tetap berada di bawah dalam urutan pilihan.

Situasi yang Lebih Luas di Lini Belakang

Calafiori bukan satu-satunya bek yang mulai mempertimbangkan masa depannya di Emirates. Ben White juga dikabarkan frustrasi karena berkurangnya menit bermain. Ia disebut menjadi target Everton dan Newcastle United.

Untuk mengantisipasi kemungkinan kepergian White, Arsenal dikaitkan dengan bek Corinthians, Matheuzinho. Selain itu, nama-nama seperti Tino Livramento, Michael Kayode, dan Ivan Fresneda juga muncul dalam radar.

Situasi ini menunjukkan bahwa dinamika lini belakang Arsenal sedang bergerak. Bukan sekadar rotasi biasa, tetapi potensi perubahan struktur dalam beberapa musim ke depan.

Analisis Redaksi

Pernyataan Calafiori tidak berdiri sendiri. Ia datang di momen ketika statusnya dalam tim sedang melemah. Dalam konteks persaingan yang semakin ketat dan potensi permanennya Hincapie, komentar tentang Roma dapat dibaca sebagai refleksi realistis, bukan sekadar romantisme masa lalu.

Arsenal sendiri berada dalam posisi yang relatif aman karena kontraknya masih panjang. Namun dinamika skuad jarang statis. Jika urutan pilihan tidak berubah hingga 2027, keputusan besar bisa saja muncul tanpa perlu konflik terbuka.

Yang jelas, pernyataan ini memberi sinyal bahwa perjalanan Calafiori di London belum sepenuhnya mapan. Bukan krisis, tetapi situasi yang layak diperhatikan dalam perencanaan jangka panjang klub.

Biar nggak ketinggalan update terkini, yuk follow kami di Google News di sini!