Coventry Naik Kasta, Lampard Langsung Incar Bintang Chelsea

Coventry City mulai menyusun rencana untuk bursa transfer musim panas setelah keberhasilan tim asuhan Frank Lampard mengamankan tiket promosi ke Premier League.

Meski masih berpeluang mengejar gelar juara, kepastian naik kasta membuat tim perekrutan klub bisa langsung bergerak mencari pemain baru guna memperkuat skuad.

Manajemen menyadari bahwa peningkatan kualitas tim menjadi kebutuhan mendesak agar tidak terjebak dalam persaingan zona degradasi pada musim depan. Mereka ingin mengikuti jejak kesuksesan Sunderland dan Leeds United yang mampu bersaing setelah promosi.

Lampard Pimpin Langsung Strategi Transfer

Mantan kepala pencari bakat Manchester United, Mick Brown, mengungkapkan bahwa Lampard memegang kendali utama dalam perencanaan transfer klub.

Dengan relasi kuat yang dimilikinya di Chelsea, Lampard diyakini bisa memanfaatkan koneksi tersebut untuk mendatangkan pemain, terutama dari kalangan pemain pelapis maupun akademi.

Pada 20 April, laporan menyebutkan Coventry bersiap menghadapi bursa transfer yang sibuk demi menghadapi persaingan di kasta tertinggi sepak bola Inggris.

Pihak klub juga siap memberikan dukungan penuh kepada Lampard untuk mempertahankan proyek yang sedang berjalan, sekaligus meredam ketertarikan klub lain terhadap sang pelatih.

Koneksi Lampard Jadi Modal Penting

Lampard sebelumnya pernah memanfaatkan jaringan yang dimilikinya untuk merekrut pemain seperti Mason Mount dan Fikayo Tomori di klub yang pernah ia tangani.

Menurut Brown, evaluasi skuad saat ini menjadi langkah awal yang harus dilakukan.

Ia menilai jumlah pemain yang benar-benar memiliki kualitas level kompetisi tertinggi di dalam tim saat ini masih sangat terbatas.

Karena itu, fokus utama klub adalah menambah kualitas skuad agar peluang bertahan di liga tetap terbuka.

Brown juga menegaskan bahwa reputasi Lampard, baik sebagai mantan pemain maupun pelatih, menjadi nilai tambah karena ia memiliki jaringan luas di dunia sepak bola.

Lampard disebut memahami tantangan besar yang dihadapi timnya, sehingga proses perekrutan pemain harus dilakukan dengan cermat, termasuk mempertimbangkan harga yang sesuai.

Ia juga dinilai memiliki akses informasi yang kuat terhadap pemain-pemain dari klub lamanya, termasuk mereka yang berada di akademi atau tidak mendapatkan banyak kesempatan bermain.

Pemain yang tidak masuk rencana utama di Chelsea belum tentu tidak mampu tampil baik bersama Coventry, dan hal ini bisa dimanfaatkan sebagai peluang.

Opsi dari Skuad The Blues

Chelsea dalam beberapa bursa transfer terakhir menunjukkan kesiapan melepas pemain, terutama mereka yang tidak menjadi pilihan utama, selama harga yang ditawarkan sesuai.

Strategi penjualan pemain juga menjadi bagian dari upaya klub untuk meningkatkan fleksibilitas finansial dalam mendatangkan pemain baru.

Dengan banyaknya pemain yang dimiliki skuad asuhan Liam Rosenior serta munculnya talenta dari akademi, sejumlah pemain diperkirakan akan tersedia di pasar.

Salah satu contoh adalah Axel Disasi yang dilaporkan berpotensi dijual permanen setelah masa peminjamannya di West Ham United.

Bek tengah tersebut tampil cukup baik dan berkontribusi dalam meningkatkan peluang bertahan tim berjuluk The Hammers. Namun, jika klub tersebut terdegradasi, Disasi berpeluang direkrut oleh tim lain di liga yang sama.