
Gilabola.com – Arne Slot menegaskan dirinya “100 persen yakin” Liverpool akan tampil berbeda pada musim depan setelah menjalani musim yang mengecewakan di Premier League.
Namun, keyakinan itu mulai dipertanyakan. Dalam 12 bulan terakhir, tim dianggap belum menunjukkan perkembangan berarti ataupun belajar dari kesalahan yang terus berulang.
Petinggi klub seperti Fenway Sports Group dan direktur olahraga Richard Hughes masih percaya kepada Slot, meski banyak suporter mulai meragukannya.
Karena itu, ada lima hal penting yang wajib dibenahi sang pelatih dan jajaran klub jika ingin memperbaiki situasi musim depan.
Mengembalikan Dukungan Suporter
Masalah terbesar saat ini adalah hubungan dengan fans. Performa buruk membuat suasana stadion ikut berubah.
Suporter dianggap tidak akan bersikap negatif jika permainan tim tampil meyakinkan. Atmosfer Anfield yang selama ini terkenal juga perlahan memudar karena gaya bermain tim dinilai lambat dan membosankan.
Saat menghadapi Chelsea pada Sabtu malam WIB, banyak penonton meninggalkan stadion sebelum laga berakhir. Dengan sekitar 10 menit tersisa, tangga keluar stadion sudah dipenuhi suporter yang memilih pulang lebih awal.
Mereka juga kembali melontarkan cemoohan. Pergantian Rio Ngumoha memicu reaksi keras penonton, meski keputusan itu disebut terkait kondisi kebugaran pemain. Sorakan negatif kembali terdengar setelah pertandingan usai karena penampilan tim dianggap mengecewakan.
Banyak pihak menilai Slot mulai kehilangan dukungan publik. Ketika suporter sudah memiliki pandangan negatif, akan sangat sulit mengubah opini tersebut.
Tetap mempertahankan Slot juga dianggap berisiko membuat musim depan kembali berantakan. Situasi itu pernah dialami Erik ten Hag di Manchester United dan Brendan Rodgers saat masih menangani The Reds pada 2015.
Gaya Bermain Harus Berubah
Permainan Liverpool musim ini dinilai membosankan. Tempo lambat, minim kreativitas, dan mudah ditebak menjadi kritik utama.
Bahkan ketika meraih kemenangan, pertandingan mereka jarang menghadirkan permainan menarik seperti musim lalu.
Kecepatan serangan yang dulu menjadi ciri khas mulai menghilang. Pada musim sebelumnya, tim tampil agresif lewat aksi Mohamed Salah, Luis Diaz, Diogo Jota, hingga Darwin Nunez.
Saat melawan Chelsea, 10 menit terakhir pertandingan bahkan disebut seperti laga sepak bola santai. Ada momen ketika Giorgi Mamardashvili merebut bola, tetapi beberapa pemain justru hanya berdiri tanpa pergerakan berarti.
Jika mereka gagal menang tetapi tetap tampil agresif dan menciptakan banyak peluang, suporter mungkin masih bisa menerima hasil tersebut. Namun yang terlihat justru sebaliknya.
Tim dianggap bermain aman demi hasil imbang melawan lawan yang sebelumnya menelan enam kekalahan beruntun untuk pertama kalinya sejak 1993.
Membenahi Lini Tengah
Ryan Gravenberch sempat menunjukkan performa terbaiknya saat melawan Chelsea. Bukan hanya karena mencetak gol, tetapi juga karena kembali tampil percaya diri dan mampu menemukan ruang dengan baik.
Meski demikian, secara keseluruhan musimnya tetap dianggap mengecewakan. Alexis Mac Allister juga mengalami penurunan performa dibanding musim lalu.
Sebagian fans bahkan mulai meminta gelandang asal Argentina itu dijual. Namun, muncul pertanyaan apakah ada klub yang bersedia membayar mahal berdasarkan performanya musim ini.
Selain masalah individu pemain, lini tengah juga dinilai terlalu mudah ditembus lawan. Saat menghadapi Chelsea, Enzo Fernandez beberapa kali bebas bergerak di area berbahaya, sementara Marc Cucurella mampu memanfaatkan celah pertahanan.
Setelah menghabiskan hampir £450 juta atau sekitar Rp9,5 triliun pada bursa transfer musim panas lalu, klub diyakini harus kembali belanja besar. Selain mencari pengganti Salah, kebutuhan utama lainnya adalah gelandang bertahan murni yang memiliki mobilitas tinggi.
Berharap Masalah Cedera Berkurang
Slot punya alasan untuk mengeluhkan badai cedera yang dialami tim musim ini.
Padahal pada musim sebelumnya, kondisi kebugaran pemain sempat mendapat pujian karena minim cedera. Kini situasinya justru berbalik dengan banyak pemain absen panjang.
Conor Bradley, Giovanni Leoni, dan Jeremy Jacquet masih belum dipastikan kapan bisa kembali sepenuhnya setelah cedera panjang.
Hugo Ekitike juga diprediksi absen cukup lama musim depan akibat cedera Achilles. Situasi itu membuat Alexander Isak menjadi satu-satunya penyerang tengah murni yang tersedia. Dalam dua pekan terakhir, Cody Gakpo bahkan harus dimainkan sebagai ujung tombak.
Meski tidak seburuk penilaian sebagian fans, pemain asal Belanda itu juga dianggap bukan solusi utama untuk berbagai persoalan tim.
Slot Tidak Sepenuhnya Salah
Meski banyak kritik diarahkan kepadanya, Slot bukan satu-satunya pihak yang patut disalahkan.
Perselisihannya dengan Salah pada Desember lalu disebut memiliki dampak lebih besar dari perkiraan. Hubungan itu diyakini memberi pengaruh negatif terhadap perjalanan musim ini.
Musim depan akan menjadi kesempatan bagi Slot membangun skuad sesuai keinginannya, terutama jika Salah, Andy Robertson, dan Alisson benar-benar hengkang.
Namun setelah itu, alasan seperti cedera, peluang terbuang, atau keputusan wasit tidak akan lagi mudah diterima publik.
Satu musim buruk mungkin masih bisa dimaklumi, tetapi tidak untuk dua musim berturut-turut.
Meski fans berhak mempertanyakan kinerjanya, teori konspirasi soal minimnya latihan pemain juga dianggap berlebihan. Faktanya, tim justru menjalani lebih banyak sesi latihan musim ini dibanding musim ketika mereka menjadi juara.
Video para pemain melakukan juggling di lorong Old Trafford sempat menuai kritik. Padahal jika momen serupa terjadi musim lalu sebelum kemenangan, reaksi publik kemungkinan akan berbeda.
Masih ada banyak kesalahan yang harus diperbaiki Slot dan para pemain musim panas ini jika ingin membalikkan keadaan. Namun, keraguan terhadap etos kerja skuad disebut sangat melukai para pemain.
Ikuti Gilabola.com di Google News
