
Gilabola.com – Penantian panjang Arsenal akhirnya selesai. Setelah 22 tahun tanpa gelar Liga Inggris, The Gunners resmi kembali ke puncak usai Manchester City gagal menang saat bertandang ke markas Bournemouth, Selasa malam waktu setempat.
Di tengah euforia itu, ada pengakuan menarik dari Mikel Arteta. Pria asal Spanyol tersebut ternyata sempat meragukan dirinya sendiri sebelum benar-benar membawa Arsenal menjadi juara.
“Ya, kami memenangkan liga. Tapi hal yang paling membuat saya bangga adalah bagaimana kami memenangkannya,” kata Arteta dalam konferensi pers.
Menurutnya, perjalanan Arsenal musim ini bukan cuma soal kualitas permainan. Ia merasa timnya berhasil melewati tekanan besar ketika banyak orang mulai meragukan mereka.
“Kami menunjukkan nilai-nilai penting, bukan hanya di olahraga tapi juga dalam hidup. Ketekunan, tetap tenang ketika diragukan, dan berani menunjukkan kerentanan,” lanjutnya.
Arteta bahkan mengaku pernah mempertanyakan kapasitasnya sendiri sebagai pelatih.
“Saya pernah bertanya pada diri sendiri, apakah saya cukup bagus untuk memimpin para pemain ini memenangkan trofi besar? Sebelum benar-benar melakukannya, Anda tidak bisa memvalidasi diri sendiri.”
Pertemuan di Dekat Pohon yang Mengubah Arsenal
Di balik sukses Arsenal musim ini, Arteta ternyata punya cara yang cukup tidak biasa untuk membangun mental tim.
Ia mengungkapkan pernah mengumpulkan seluruh pemain di area latihan dekat sebuah pohon. Tidak ada staf pelatih. Hanya dirinya dan para pemain.
Di sana, Arteta meminta skuad Arsenal saling menatap satu sama lain dan menyadari kualitas tim yang mereka miliki.
“Kami mampu melakukan segalanya dan bisa menjadi tim yang sangat hebat. Tapi itu tergantung pada perilaku kami sendiri dan bagaimana semua orang memahami perannya setiap hari,” ucap Arteta.
Dari momen itu, Arteta merasa Arsenal berubah ke level berbeda. Ia melihat para pemain mulai memahami pentingnya kontribusi masing-masing sepanjang musim.
“Begitu mereka menyadarinya, kami naik ke level lain,” katanya.
Ia juga menegaskan setiap keputusan yang diambil sebagai pelatih selalu ditujukan demi kepentingan tim, bukan sesuatu yang bersifat pribadi terhadap pemain.
Belum Selesai, Arsenal Masih Kejar Liga Champions
Menariknya, Arteta mengaku tidak menyaksikan langsung hasil imbang Manchester City melawan Bournemouth yang memastikan Arsenal juara. Ia baru mengetahui hasil pertandingan tersebut dari putra sulungnya.
Meski sudah memastikan gelar Liga Inggris, musim Arsenal belum selesai.
The Gunners masih punya peluang meraih trofi Liga Champions saat menghadapi Paris Saint-Germain pada 30 Mei mendatang.
Arsenal juga dijadwalkan menggelar parade juara pada 31 Mei, terlepas dari hasil final Liga Champions nanti.
Trofi Liga Inggris sendiri akan resmi diangkat Arsenal setelah laga melawan Crystal Palace di Selhurst Park.
Opini Gilabola.com
Kesuksesan Arsenal musim ini terasa berbeda karena dibangun lewat proses panjang, bukan hasil instan. Arteta bukan cuma memperbaiki permainan tim, tapi juga berhasil membangun mentalitas skuad yang sempat beberapa kali diragukan dalam perburuan gelar.
Pertemuan sederhana di dekat pohon latihan mungkin terdengar sepele, tapi justru detail seperti itu yang sering jadi pembeda dalam perjalanan sebuah tim juara.
