Morgan Rogers mencetak gol hanya dua menit setelah laga dimulai, tetapi laga di Emirates Stadium justru menjadi panggung bagi Ezri Konsa. Bek baru Arsenal itu tampil tenang, kuat dalam duel, dan sukses membuat penyerang Chelsea kesulitan mengembangkan permainan.
Kemenangan ini sekaligus menjadi pernyataan awal Arsenal dalam upaya mempertahankan gelar juara Liga Inggris Premier League.
Chelsea datang dengan trio Cole Palmer, Joao Pedro, dan Morgan Rogers yang sejak awal musim disebut sebagai salah satu lini depan paling berbahaya. Namun menghadapi pertahanan Arsenal, trio tersebut tidak mampu menunjukkan ketajamannya seperti ketika menghadapi Fulham dan Brighton.
Morgan Rogers Pernah Jadi Target Arsenal
Gol cepat Rogers membuat kisah kepindahannya pada musim panas kembali teringat. Pemain berusia 24 tahun itu sebelumnya menjadi salah satu target transfer utama Arsenal untuk memperkuat lini depan.
Ketertarikan tersebut bahkan muncul sebelum rumor mengenai Vinicius Junior mencuat. Arsenal merasa memiliki peluang untuk mendapatkan Rogers dan sang pemain juga dilaporkan tertarik pindah ke London Utara.
Namun negosiasi berlarut-larut. Ketika Chelsea datang dengan tawaran Rp2,57 triliun kepada Aston Villa, situasinya berubah. Arsenal punya peluang untuk menyamai penawaran tersebut, tetapi memilih tidak melanjutkan pengejaran.
Rogers kemudian mendapatkan laga pertamanya kembali ke London Utara sejak saga transfer tersebut. Hanya dua menit setelah pertandingan dimulai, ia melepaskan tembakan yang melewati David Raya sebelum berlari merayakan gol di depan pendukung tuan rumah.
Sebuah pembuktian yang sempurna secara pribadi. Tetapi setelah itu, Rogers tidak banyak mendapatkan ruang untuk menunjukkan kualitasnya.
Ezri Konsa tampil dominan di lini belakang Arsenal
Arsenal memiliki dua kebutuhan besar pada musim panas. Mereka memperkuat lini tengah dengan Bruno Guimaraes dan berusaha mendatangkan penyerang elite, termasuk Rogers.
Jadikan Gilabola.com sumber berita pilihan Anda!
Setelah Piala Dunia berakhir, kebutuhan lain muncul. William Saliba mengalami cedera punggung dan diperkirakan harus absen cukup lama pada awal musim.
Arsenal pun bergerak mencari tambahan di jantung pertahanan. Jarell Quansah dari Bayer Leverkusen pernah dipantau, begitu pula Ezri Konsa yang kemudian menjadi pilihan utama.
Konsa didatangkan dari Aston Villa dengan nilai Rp1,21 triliun. Bek berusia 28 tahun itu sudah sangat mengenal Premier League sehingga Arsenal tidak membutuhkan waktu lama untuk mengintegrasikannya ke dalam tim.
Pertandingan ini menjadi penampilan starter pertamanya untuk Arsenal. Sebelumnya, Konsa sudah menjalani debut resmi saat menghadapi mantan klubnya pada Senin, tetapi laga melawan Chelsea menjadi laga pertama bagi para pendukung Arsenal melihatnya tampil sejak awal.
Hasilnya mengesankan!
Menghadapi lini depan Chelsea, Konsa nyaris tidak melakukan kesalahan. Ia menyelesaikan 95 persen umpannya dan terlihat sangat tenang ketika membangun permainan dari belakang.
Kemampuan fisiknya juga ikut terlihat. Pada musim lalu, Konsa memenangi 67,1 persen duel yang diikutinya, lebih tinggi dibandingkan Gabriel yang mencatat 65,2 persen dan Saliba dengan 56,7 persen.
Kualitas tersebut terlihat jelas ketika ia berhadapan langsung dengan Rogers.
Pada babak kedua, Rogers mencoba melepaskan diri dan membawa bola ke depan. Konsa datang dari sisi pertahanan, melepaskan tekel keras dengan timing yang sangat tepat, lalu merebut bola tanpa memberi ruang kepada penyerang Chelsea itu untuk melanjutkan aksinya.
Mikel Arteta bahkan punya komentar khusus mengenai momen tersebut.
“Itu tekel yang sangat Inggris,” kata Arteta setelah pertandingan. Ia kemudian bercanda bahwa para suporter mungkin lebih menyukai tekel seperti itu daripada sebuah gol.
Respons pendukung Arsenal di Emirates pun cukup jelas. Konsa langsung mendapat sambutan positif setelah menunjukkan permainan seperti itu pada laga penting.
Selama 90 menit, ia mencatat 10 kontribusi defensif, lebih banyak daripada Gabriel yang mengoleksi tujuh. Konsa juga memenangi delapan dari 12 duel yang dijalaninya.
Performa tersebut terasa semakin penting karena datang pada pertandingan besar dan menghadapi salah satu lini serang yang diperkirakan akan menjadi ancaman utama di Premier League musim ini.
Konsa Jadi Pembelian Terbaik Berta
Andrea Berta mungkin belum mendapatkan semua target yang diinginkannya pada musim panas. Arsenal gagal mengamankan Rogers setelah Chelsea berani mengeluarkan dana Rp2,57 triliun, sementara upaya mendapatkan penyerang elite lainnya juga tidak membuahkan hasil.
Namun Konsa memberi alasan kuat untuk melihat sisi positif dari aktivitas transfer Arsenal.
Berta sebelumnya mendatangkan Viktor Gyokeres, Eberechi Eze, dan Martin Zubimendi, yang sejauh ini disebut sebagai pemain-pemain dengan performa tidak konsisten. Konsa kini punya peluang mengubah penilaian tersebut.
Setidaknya dari penampilan ini, Arsenal mendapatkan bek Premier League yang sudah matang, kuat dalam duel, tenang dengan bola, dan bisa langsung memberikan kontribusi.
Bahkan, performa Konsa membuat persaingan di posisi bek tengah Arsenal bisa menjadi semakin ketat ketika Saliba kembali.
Arsenal justru mendapatkan sesuatu yang sangat penting dari perekrutan Konsa. Bukan sekadar pelapis ketika Saliba cedera, tetapi pemain yang bisa langsung dipercaya dalam pertandingan besar.


