Todd Boehly di Ambang Tinggalkan Chelsea, Clearlake Capital Siap Ambil Alih Sahamnya
Todd Boehly dan Mark Walter berada di ambang melepas saham minoritas mereka di Chelsea kepada Clearlake Capital. Jika kesepakatan tercapai, struktur kepemilikan yang membagi kendali klub sejak 2022 akan berubah drastis.
Clearlake Capital, perusahaan ekuitas swasta yang dipimpin Behdad Eghbali dan Jose E. Feliciano, berpeluang meningkatkan kepemilikannya hingga lebih dari 86 persen dan mengambil kendali penuh atas Chelsea.
Boehly dan Walter Bersiap Tarik Investasi
Boehly menjadi wajah konsorsium yang membeli Chelsea dari Roman Abramovich pada Mei 2022. Bersama Walter, ia masing-masing memiliki 12,8 persen saham klub melalui BlueCo.
Kini, keduanya terbuka untuk menjual kepemilikan tersebut kepada Clearlake. Perusahaan itu saat ini sudah memegang 61,5 persen saham Chelsea.
Jika transaksi rampung, Clearlake praktis akan mengakhiri sistem kepemilikan bersama yang selama ini berjalan di Stamford Bridge sejak pengambilalihan senilai sekitar £2,5 miliar atau sekitar Rp55 triliun pada 2022.
Nilai Chelsea dalam pembicaraan terbaru disebut mencapai sekitar £5 miliar atau sekitar Rp110 triliun. Angka tersebut menjadi kenaikan besar dibandingkan nilai akuisisi empat tahun lalu dan memungkinkan Boehly serta Walter memperoleh keuntungan signifikan dari investasi awal mereka.
Keduanya sebelumnya menggelontorkan sekitar £325 juta atau sekitar Rp7,15 triliun untuk investasi masing-masing.
Hansjorg Wyss masih memegang saham minoritas yang tersisa dalam kelompok pemilik Chelsea. Namun berdasarkan kesepakatan kepemilikan awal, pemegang saham tidak bisa menjual saham kepada pihak luar tanpa persetujuan bersama. Kondisi tersebut membuat Clearlake menjadi satu-satunya pembeli yang memungkinkan dalam transaksi ini.
Jadikan Gilabola.com sumber berita pilihan Anda!
Hubungan Boehly dan Eghbali Sudah Lama Panas
Rencana penjualan ini muncul setelah hubungan Boehly dan Eghbali mengalami gesekan dalam beberapa waktu terakhir. Perbedaan pandangan mereka disebut berkaitan dengan arah jangka panjang Chelsea.
Perselisihan tersebut mencakup strategi transfer, pembangunan skuad, pengelolaan jajaran eksekutif, hingga rencana pengembangan atau penggantian Stamford Bridge.
Boehly sendiri sempat mengambil peran besar dalam urusan olahraga Chelsea. Pada bursa transfer pertamanya setelah akuisisi pada 2022, ia bahkan bertindak sebagai direktur olahraga interim.
Perannya kemudian berkurang dalam operasional harian klub ketika Clearlake dan Eghbali semakin mengambil kendali atas keputusan-keputusan olahraga Chelsea.


