Ismail Kartal Mundur Usai Jadi Sasaran Lemparan Botol, Presiden Fenerbahce Tak Beri Restu
Ismail Kartal mengambil keputusan mengejutkan setelah pertandingan Fenerbahce kontra Roma berakhir imbang 1-1 di Liga Champions. Pelatih berusia 65 tahun itu menyatakan mundur setelah menjadi sasaran lemparan botol dari arah tribun.
Kartal bahkan menegaskan dirinya tidak akan kembali. Padahal, ia baru ditunjuk menangani Fenerbahce pada Juni lalu.
“Saya mundur dan saya tidak akan kembali,” kata Kartal kepada beIN Sports Turkey setelah pertandingan.
Keputusan tersebut rupanya belum dianggap final oleh klub. Presiden Fenerbahce, Aziz Yildirim, langsung menegaskan bahwa Kartal masih mendapat dukungan dan tetap akan menjalankan tugasnya sebagai pelatih.
Yildirim menolak keputusan mundur yang disampaikan Kartal. Ia menilai sang pelatih masih berada di awal masa tugasnya bersama klub asal Istanbul tersebut.
“Ismail Kartal berada di awal misinya. Kami mendukungnya,” ujar Yildirim.
Sikap sang presiden membuat situasi di Fenerbahce menjadi berbeda dari pernyataan Kartal seusai pertandingan. Sang pelatih merasa sudah mengambil keputusan untuk pergi, sementara klub justru memastikan dirinya masih menjadi bagian dari proyek tim.
Insiden yang memicu keputusan Kartal terjadi ketika dirinya menjadi sasaran lemparan botol dari penonton. Fenerbahce kemudian menyatakan melalui media sosial bahwa orang yang melempar botol tersebut sudah berhasil diidentifikasi dan dilarang masuk stadion.
Jadikan Gilabola.com sumber berita pilihan Anda!


